Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Analisa Seputar Forex Hari Ini: USD/JPY Antisipasi Risalah The Fed

Dalam empat berturut-turut, pasangan mata uang USD/JPY berada pada posisi take profit, tetapi masih berada dalam tren bullish. Pasangan mata uang ini stabil di sekitar level 110,40 pada saat penulisan analisa seputar forex hari ini. Kenaikan kuat baru-baru ini membuat USD/JPY mencapai level resistensi 111,66, tertinggi sejak Maret 2020. Hal ini mengingat kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya, di tengah meningkatnya ekspektasi akan kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat. Mengenai hal ini, pasangan mata uang akan terkena beberapa fluktuasi pada hari ini, Kamis (8/7). Pasar forex menunggu pengumuman risalah rapat terakhir Federal Reserve untuk bulan Juni, yang membawa indikasi tentang tingkat kepercayaan terhadap kinerja ekonomi AS, yang membuka jalan bagi pengetatan kebijakan moneter bank.

 

Pertumbuhan di sektor jasa AS, tempat sebagian besar orang Amerika bekerja, melambat di bulan Juni setelah mencatat pertumbuhan di bulan Mei. Dalam hal ini, Institute of Supply Management mengatakan bahwa survei bulanan industri jasa ISM turun ke angka 60,1, setelah mencapai tingkat tertinggi sepanjang masa di level 64 pada bulan Mei. Setiap pembacaan indeks di atas level 50 menunjukkan bahwa sektor ini bertumbuh. Oleh karena itu, ini adalah pertumbuhan sektor jasa selama tiga belas bulan berturut-turut setelah kontraksi dua bulan pada April dan Mei tahun lalu karena perusahaan terpaksa tutup akibat pandemi COVID-19.

 

Setelah pertumbuhan lima bulan berturut-turut, indeks ketenagakerjaan jatuh ke wilayah kontraksi pada bulan Juni di level 49,3, turun dari level 55,3 pada bulan Mei, menunjukkan bahwa banyak perusahaan masih berjuang untuk mempekerjakan pekerja yang cukup.

 

Baru-baru ini Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan dorongan yang menggembirakan dalam laporan pekerjaan minggu lalu, dengan 850.000 pekerjaan ditambahkan pada bulan Juni, jauh di atas rata-rata tiga bulan sebelumnya. Ketenagakerjaan pada bulan Juni sangat kuat di restoran, bar dan hotel, yang secara kolektif menyerap PHK berat dari resesi. Perusahaan-perusahaan ini menambahkan 343.000 pekerjaan, tetapi itu mungkin tidak cukup.

 

Komentar responden terus berfokus pada masalah rantai pasokan, kekurangan pasokan, dan kesulitan staf.

 

Salah satu kelompok yang diuntungkan dari pekerjaan yang melimpah adalah remaja. Kekurangan tenaga kerja, terutama di restoran, pariwisata dan hiburan, meningkatkan permintaan akan pekerja remaja. Penjaga pantai, supir bus, dan pekerjaan lain membayar $15 hingga $17 atau lebih di banyak tempat, menarik kaum muda ke dalam angkatan kerja yang jumlahnya yang tidak terhitung sejak sebelum “Great Recession”. Departemen Tenaga Kerja juga mengatakan 33,2% orang Amerika berusia 16 hingga 19 tahun sudah mulai bekerja. Angka tersebut merupakan persentase tertinggi sejak tahun 2008. Meskipun angka itu sedikit menurun pada bulan Juni, tetapi angka itu masih lebih tinggi dari angka sebelumnya.

 

Data manufaktur baru AS yang dirilis minggu lalu menunjukkan bahwa permintaan terus begitu kuat sehingga perusahaan berjuang untuk mengimbangi pesanan. Kekurangan rantai pasokan dan kesulitan menemukan pekerja yang cukup telah berkontribusi pada backlog pesanan dan keterlambatan pengiriman di sektor manufaktur. Hal serupa terjadi di sektor jasa, di mana waktu pengiriman telah meningkat tetapi masih lambat. Penundaan pesanan juga meningkat di bulan Juni, dengan indeks naik ke level 65,8 dari 61,1 karena perusahaan terus berjuang untuk memenuhi permintaan.

 

Menurut analisis teknis, operasi penjualan baru-baru ini tidak mematahkan pasangan mata uang USD/JPY dari tren bullish, dan ini tidak akan terjadi sebagai tahap pertama tanpa menembus level support 109,75. Di sisi lain, seperti yang disebutkan sebelumnya, kembalinya pasangan USD/JPY untuk bergerak di atas level 111,20 menegaskan kontrol yang lebih kuat dari tren bullish pada kinerja dan pada saat yang sama akan mendorong indikator teknis ke level overbought. Kenaikan pasangan saat ini akan menghadapi peristiwa paling penting untuk minggu ini, yaitu pengumuman isi risalah pertemuan terakhir Federal Reserve.

 

Broker News

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda