Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Demokratisasi Risiko Bitcoin, Tesla, dan Gamestop

Demokratisasi Risiko Bitcoin, Tesla, dan Gamestop

Salah satu pemaparan globalisasi favorit saya yaitu berasal dari JM Keynes, ia menulisnya (dalam Economic Consequences) pada akhir gelombang pertama globalisasi.

Kebijakan Keynes

‘Penduduk London dapat melakukan pemesanan melalui telepon, menyesap teh paginya di tempat tidur, berbagai produk di seluruh dunia, dalam jumlah yang sesuai untuknya, dan wajar saja berharap pengiriman yang datang lebih awal di depan pintunya, ia mendapatkannya di saat yang sama dan dengan cara yang sama mempertaruhkan kekayaannya terhadap sumber daya alam dan perusahaan baru yang berada di berbagai belahan dunia’

Versi modern mungkin melihat Keynes yang mengendarai Tesla, spekulasi terhadap Robinhood, dan membeli rumah baru dengan bitcoin, semuanya dengan tentunya tetap menghormati pidana kurungan. Mungkin tidak semudah itu, mungkin Tesla dapat terbakar, dan mungkin akun Robinhood yang tersendat atau menghadapi margin call dan bitcoin yang mungkin tidak begitu stabil untuk bekerja.

Pertemuan terhadap eko-sistem yang berpusat keuangan ini menyebabkan banyak orang yang berpendapat bahwa kita berada di era demoktratisasi keuangan – di mana platform, alat, dan produk mulai bermunculan yang memberikan akses bagi pria dan wanita biasa mendapatkan peluang finansial yang hingga saat ini dinikmati oleh manajer hedge miliarder hedge fund.

Hal ini bukanlah kasusnya. Alih-alih demokratisasi keuangan, kita justru berada di era demokratisasi risiko – di mana terdapat berbagai risiko yang sebagian besarnya adalah pasar finansial misterius yang semakin tersebar luas di seluruh investor retail. Permasalahannya adalah pria dan wanita yang berada di jalan tidak siap dengan risikonya. Poin yang lebih baik launnya yaitu ketika banyak orang pada tiap populasi menemukan bahwa mereka memiliki risiko yang sama dan semuanya bereaksi melawan di saat yang sama, diskolasi pun terjadi.

Baca juga: Analisis Harga Bitcoin: Pemakaian Tesla Mendorong BTC/USD ke Rekor Tertinggi

Amsterdam Menyusul London

Kabar bahwa Amsterdam telah mengambil alih posisi London sebagai  pusat trading finansial mengingatkan saya bahwa Amsterdam pernah menjadi pusat inovasi keuangan di abad ke-17 (buku William Goetzman ‘Origins of Value) dan inovasi keuangan yang mengikuti pola di mana investor pemula dan pelopor (terutama mereka yang memiliki infrastruktur) bekerja dengan sangat baik, harga aset naik secara parabola dan hal ini menarik investor public dalam jumlah yang lebih besar (fase demokratisasi), tabrakan serta skandal pun terjadi, tetapi para regulator datang terlambat ke lokasi kejadian.

Derivatisasi pasar perumahan AS di awal tahun 2000 adalah contoh yang tepat. Pembiayaan yang murah menunjukkan bahwa orang-orang dapat melakukan pembelian lebih banyak dan rumah yang lebih besar hingga seluruh pasar ambruk.

Studi Risiko

Sekarang studi risiko merupakan ranah yang besar. Badan seperti OECD memberikan kartu skor risiko yang dapat digunakan dalam penilaian risiko oleh berbagai negara, sementara itu sejumlah investor kelembagaan dan juga hedge fund sudah sangat lihai dalam manajemen risiko. Krisis coronavirus memberikan sebuah pelajaran khusus mengenai penilaian risiko, manajemen krisis, dan penyerapan risiko (melalui stimulus fiskal, organisasi pelayanan public seperti perawatan kesehatan dan penyediaan vaksin, belum termasuk kemampuan adaptasi manusia).

Pengalaman tragis dan dramatis yang dialami oleh dunia dengan adanya coronavirus mungkin – setelah kacaunya pemerintahan Trump, Brexit, dan bencana lainnya – meyakinkan banyak orang bahwa tingkat risiko di dunia telah meningkat. Saya akan berkata bahwa hal itu belum – meskipun ada dua risiko yang terlihat sangat besar – kerusakan iklim dan hutang – juga faktor yang membedakan mereka yang menunjukkan bahwa mereka ‘demokratis’ atau mereka yang memengaruhi sebagian besar orang.

Hutang

Apabila ada sebuah pelajaran di sini untuk para politisi dan pembuat kebijakan, maka hal itu tidak memberikan izin demokratisasi risiko kembar terhadap utang dan kerusakan iklim (jika anda membuat grafik rata-rata suhu dunia yang relatif terhadap rata-rata jangka panjangnya dengan utang dunia yang relatif terhadap rata-ratanya, dua garis ini cocok satu sama lain).

Contohnya seperti tanggapan negara zona euro – terutama Spanyol dan Irlandia – terhadap krisis finansial mereka masing-masing tahun 2011. Dalam dua kasus ini, investor pasar obligasi dan zona euro itu sendiri mampu menanggung risiko yang terkait dengan naiknya utang, tetapi akhirnya risiko tersebut ditanggung oleh neraca pemerintah serta penyuluh rumah tangga.

Apa yang ada di dalam pikiran saya mungkin terbagi menjadi dua prinsip. Para pembuat kebijakan itu berpikir tidak hanya probabilitas hasil kejadian risiko tertentu (misalnya dari banjir hingga perang) dan potensi risikonya, tetapi dari bagaimana hasil risiko tersebut didistribusikan. Pasar yang bekerja seperti ini – risikonya tidak akan pernah hilang, mereka melakukan distribusi ulang secara terus menerus ke berbagai investor dan rangka waktu.

Baca juga: Bitcoin Telah Rally Lebih dari 50% Tahun Ini Setelah Mencapai Titik Tertinggi Baru

Pemerintahan Cina

Elemen kedua yaitu kebijakan yang lebih fokus pada penyelarasan risiko kejadian (misalnya Pencemaran) dengan keberuntungan mereka yang dapat ‘menghasilkan’ risiko tersebut. Di Cina, mantan kepala Huarong Asset Management dijatuhi hukuman mati baru-baru ini karena kasus korupsi yang jumlahnya besar. Inilah akuntabilitas yang diambil ke tingkat yang ektrem, tetapi untuk pemerintahan Biden dan pemerintahan lainnya di Eropa, yang mengabagikan kepercayaan terhadap ‘reset’, ‘kapitalisme si pemangku kepentingan’, dan ‘ESG’, demokratisasi risiko adalah hal yang perlu mereka lawan.

 

Sumber: forbes.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda