Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Harga Emas Melonjak Terurai Menjelang Rapat Terakhir Fed di Tahun 2020

Harga Emas Melonjak Terurai Menjelang Rapat Terakhir Fed di Tahun 2020

POIN PEMBICARAAN HARGA EMAS

Pemulihan V-shape pada harga emas tampaknya telah terhenti menjelang rapat terakhir Federal Reserve di tahun 2020 ditengah kegagalan upaya untuk menguji SMA 50-hari ($1875), dan itu tetap harus diamati jika prediksi baru dari Fed resmi akan mempengaruhi logam mulia sebagai bullion yang sepertinya menjadi pergerakan ke irama drumnya sendiri.

Baca juga: Kerguian di Pasar FX Setelah Pemilihan Presiden AS: USD & Emas

 

HARGA EMAS MELONJAK TERURAI MENJELANG RAPAT TERAKHIR FED DI TAHUN 2020

Lonjakan dari posisi rendah bulan November ($1765) terurai, dengan harga emas yang merosot kembali  dibawah zona support terdahulu sekitar $1847 (100% ekspansi) menjadi $1857 (61.8% ekspansi), yang menggabungkan posisi rendah bulan Agustus ($1863) dan September ($1849), dan bullion mungkin menghadapi headwinds sepanjang pengingat bulan ini karena bank sentral utama mengambil langkah-langkah tambahan untuk mempercepat pemulihan yang lebih kuat.

Keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk memperluas program pembelian darurat pandemi (PEPP) dari 500B EUR menjadi 1850 triliun mungkin memberi tekanan pada Komitee Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk menyediakan stimulus moneter tambahan pada 16 Desember ditengah ancaman pemulihan yang berlarut-larut, dan Fed bisa mengambil pendekatan yang sama seperti Ketua Jerome Powell dan Co. “menilai bagaimana pembelian asset kami yang sedang berlangsung bisa mendukung dengan baik pekerjaan maksimal kami dan tujuan stabilitas harga seperti fungsi pasar dan stabilitas finansial.”

Pada gilirannya, trend pasar utama bisa bertahan sepanjang pengingat tahunan seperti Greenback yang terus menunjukkan hubungan terbalik dengan kepercayaan para investor, dan tilt pada sentimen ritel terlihat siap untuk bertahan sebagai bias Dolar AS net-long dari kemunculan kembali awal tahun ini.

Laporan Sentimen Klien IG menunjukkan trader yang net-long USD/CHF, USD/CAD dan USD/JPY, sementara sekelompok orang adalah net-short  GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD dan NZD/USD meskipun Indeks Dolar AS menurun drastis lebih dari 4% posisi tertinggi bulan September.

Akan tetapi, harga emas mungkin terus bergerak ke irama drumnya sendiri karena tidak lagi trader ke posisi tertinggi baru tahunan selama setiap bulan di tahun 2020, dan lingkungan suku bunga rendah bersama dengan neraca bank sentral yang membengkak mungkin tidak lagi memberi penghalang untuk emas karena otoritas moneter terus melawan goncangan perekonomian dari COVID-19.

Dengan perkataan tersebut, penurunan dari catatan tertinggi ($2075) terlihat seperti pergeseran dalam perilaku pasar daripada kepenatan dalam tren bullish karena lonjakan dari posisi rendah bulan November ($1765) tampaknya telah terhenti menjelang SMA 50-hari ($1875) dan Indeks Kekuatan Relatif (RSI) mengindikasi dinamika serupa seperti oscillator yang terus melacak tren downward yang terjadi awal tahun ini.

Baca juga: Emas: Apakah $1900 akan Segera Terjadi?

 

GRAFIK HARIAN HARGA EMAS

Sumber: Trading View

  • Harga emas terdorong hingga posisi tertinggi tahunan baru sepanjang pertengahan pertama tahun 2020, dengan bullish price action yang juga mengambil bentuk di bulan Agustus karena logam mulia menandai catatan posisi tertinggi baru ($2075).
  • Namun, perilaku bullish gagal untuk terwujud pada bulan September karena harga emas di-trade dibawah SMA 50-hari ($1875) untuk pertama kalinya sejak bulan Juni, dengan perkembangan pada Indeks Kekuatan Relatif (RSI) yang menegasikan formasi wedge/segitiga yang terjadi di bulan Agustus karena oscillator merosot ke level terendahnya sejak bulan Maret.
  • Koreksi dari catatan posisi tertinggi ($2075) sekarang mengindikasi potensi pergeseran dalam perilaku pasar daripada kepenatan dalam tren bullish karena harga emas berada di level terendahnya sejak bulan Juli, dengan RSI yang menyoroti dinamika serupa seperti kenaikan ke dalam wilayah oversold untuk pertama kalinya sejak tahun 2018.
  • Pemulihan V-shape muncul mengikuti kegagalan upaya untuk menguji posisi rendah bulan Juli ($1758), tapi lonjakan dari posisi rendah bulan November ($1765) sepertinya telah terhenti menjelang SMA 50-hari ($1875), dengan harga emas yang merosot lagi dibawah zona support terdahulu sekitar $1847 (100% ekspansi) menjadi $1857 (61.8% ekspansi), yang menggabungkan posisi rendah bulan Agustus ($1863) dan September ($1849).
  • Kurangnya momentum untuk bertahan diatas area $1816 (61.8% ekspansi) hingga $1822 (50% ekspansi) mungkin membuka $1786 (38.2% ekspansi), dengan wilayah suku bunga selanjutnya yang datang di sekitar $1754 (261.8 ekspansi) hingga $1764 (50% retracement).

 

 

Sumber: dailyfx.com