Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Harga Emas Terus Melonjak dari 50-Day SMA Mengikuti FOMC

Harga Emas Terus Melonjak dari 50-Day SMA Mengikuti FOMC

 

POIN PEMBICARAAN HARGA EMAS

Harga emas terus didagangkan dengan kisaran bulanan mengikuti keputusan suku bunga Federal Reserve, dan tren pasar saat ini dapat menahan logam mulia naik karena perilaku lonjakan pada Dolar AS yang bertahan pada bulan September.

Baca juga: Apa Yang Dapat Dilakukan The Fed Untuk Emas Kali Ini?

 

HARGA EMAS TERUS MELONJAK DARI 50-DAY SMA MENGIKUTI FOMC

Harga emas menandai 50-day SMA ($1935) untuk kedua kalinya di bulan ini karena pembaruan Rangkuman Proyeksi Ekonomi Fed (SEP) yang menunjukkan tidak adanya perubahan dalam suku bunga dot-plot, dan itu sepertinya karena bank sentral terburu-buru untuk mengubah jalur bagi kebijakan politik karena perkiraan suku bunga jangka panjang tetap tidak berubah sejak rapat bulan Juni.

Sumber : FOMC

Reaksi yang menyajikan para pelaku pasar yang mengantisipasi lebih banyak petunjuk kedepan dovish karena Komite Federal Pasar Terbuka (FOMC) berencana untuk “mencapai inflansi yang cukup di atas 2 persen untuk beberapa waktu sehingga inflansi rata-rata 2 persen dari waktu ke waktu,” tetapi tanda-tanda perubahan yang akan terjadi dalam prospek kebijakan moneter kemungkinan untuk mempertahankan tren pasar saat ini pada tempatnya karena bank sentral tetap berada di jalur untuk “meningkatkan kepemilikannya atas sekuritas Treasury dan agensi sekuritas berbasis mortgage setidaknya di jalur saat ini.”

Kedepannya, Ketua Jerome Powell dan Co, akan berpegang pada script yang sama pada keputusan suku bunga selanjutnya pada tanggal 5 November karena “perkiraan dari peserta FOMC untuk pertumbuhan ekonomi tahun ini sudah direvisi,” tapi pendekatan tunggu-dan-lihat bisa terus bersamaan dengan perilaku lonjakan pada Dolar AS meskipun neraca Fed naik di atas $7 triliun pada bulan Agustus.

Laporan Sentimen Klien IG sekali lagi merefleksikan bias net-long Dolar AS karena trader ritel merupakan net-long USD/CHF, USD/CAD dan USD/JPY, sedangkan crowd merupakan net-short GBP/USD, AUD/USD, EUR/USD dan NZD/USD.

Itu tampaknya seperti gradien pada sentiment ritel yang akan bertahan karena lingkungan ekonomi makro sebagian besar tetap tidak berubah, dan pullback dari catatan tertinggi ($2075) mungkin terbukti melelahkan dalam tren bullish daripada perubahan pada perilaku pasar karena harga emas di-trade ke posisi tertinggi baru setiap tahun selama setiap bulan hingga kini di tahun 2020.

Dengan perkataan tersebut, itu masih harus dilihat jika bullion akan memperpanjang lonjakan dari 50-Day SMA ($1935) karena moving average terus melacak landaian positif dari awal tahun ini, dan Indeks Kekuatan Relatif (RSI) dapat membantu untuk memvalidasi pola kelanjutan yang terbentuk pada bulan Agustus karena indikator sepertinya melonjak lagi dari pembacaan terendahnya sejak bulan Juni.

Baca juga: Volatilitas Saham Meningkat; Dolar Bisa Turun Saat Emas Turun

 

GRAFIK HARIAN HARGA EMAS

Sumber: TradingView
  • Prospek teknis untuk harga emas tetap konstruktif karena harga emas di-trade ke posisi tertinggi baru setiap tahun selama setiap bulan hingga kini di tahun 2020, dengan price action bullish yang juga mengambil bentuk pada bulan Agustus karena harga logam mulia menandai posisi tertinggi baru tahun 2020 ($2075).
  • Harga emas menjelaskan catatan posisi tertinggi sebelumnya yang dicatat pada bulan September 2011 ($1921) meskipun Indeks Kekuatan Relatif (RSI) gagal mempertahankan upward dari bulan Juni, tapi indikator yang teregistrasi pembacaan ekstrim baru (88) untuk tahun 2020 karena oksilator didorong kedalam wilayah overbought untuk ketiga kalinya tahun ini.
  • Sebaliknya, sinyal teregistrasi-penjualan pada bulan Agustus dapat menjadi indikasi potensi kelelahan dalam perilaku bullish daripada perubahan pada tren karena itu menembus trend downward, dan indikator dapat membantu memvalidasi formasi wedge/segitiga karena oksilator tampaknya terjadi lonjakan kembali dari pembacaan terendahnya sejak bulan Juni.
  • Akan menahan penutupan pemantauan pada RSI karena tampaknya telah mencapai titik terendah di bulan September, tapi perlu melihat oksilator untuk mendorong menuju wilayah overbought untuk mengindikasi prospek bullish, dengan pergerakan di atas 70 yang kemungkinan akan disertai dengan harga emas yang lebih tinggi seperti perilaku yang terlihat pada bulan Juli.
  • Sampai saat itu, harga emas bisa terus berkonsolidasi mengikuti rangkaian percobaan yang gagal untuk menutup di bawah $1907 (100% ekspansi) menjadi $1920 (161.8% ekspansi), tapi perlu menutup harga di atas tumpukan Fibonacci di sekitar $1971 (100% ekspansi) menjadi $1985 (261.8% ekspansi) untuk membawa area $2016 (38.2% ekspansi) menjadi $2025 (78.6% ekspansi) kembali ke radar.
  • Menembus/menutup di atas area $2016 (38.2% ekspansi) menjadi $2025 (78.6% ekspansi) membuka catatan harga tertinggi ($2075), dengan area suku bunga selanjutnya yang muncul di sekitar $2064 (50% ekspansi) diikuti oleh $2092 (161.8% ekspansi).

 

 

Sumber: dailyfx.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda