Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Harga Minyak Mentah Naik Lebih Tinggi dengan Dolar AS yang Melemah

Harga Minyak Mentah Naik Lebih Tinggi dengan Dolar AS yang Melemah, Laporan EIA dalam Fokus

PROSPEK MINYAK MENTAH:

  • WTI minyak mentah berusaha untuk menantang level resistance utama di US$41.50
  • Indeks Dolar AS menurun pada hari kedua dalam harapan stimulus, meningkatkan sentimen
  • Para trader minyak melihat data utama EIA, mengharapkan penurunan lebih lanjut pada persediaan ditengah prospek permintaan yang melemah.

WTI harga minyak mentah naik lebih tinggi pada hari Rabu, menantang level resistance utama di US$ 41.50. Harga minya didorong oleh harapan stimulus dan penurunan Dolar AS setelah juru bicara Perwakilan Dewan AS Nancy Pelosi yang memberlakukan sendiri tenggat waktu bagi Gedung Putih untuk menyetujui paket bantuan. Indeks Dolar AS DXY menurun pada hari kedua menjadi 92.92 – level terendah yang terlihat dalam sebulan.

Baca juga: Bell Pembukaan: Futures AS, Saham Eropa Sedang Berjuang; Volatilitas, Kenaikan Minyak

Para trader minyak juga melihat laporan inventoris EIA hari Rabu, mengharapkan penurunan 1.02 juta barel pada stok minyak mentah AS. Harga minyak memiliki histori yang menunjukkan korelasi negatif dengan perubahan inventoris, data 12 bulan yang lalu dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

Sumber: DailyFX

Dalam jangka menengah, penurunan persediaan minyak mentah kemungkinan besar mendukung harga WTI. Total inventoris AS (tidak termasuk cadangan strategi petroleum) sudah menurun dari 536.7 juta barel pada pertengahan bulan Juli menjadi 489.1 juta barel saat ini. Namun, level inventoris minyak mentah AS saat ini sekitar 11% di atas rata-rata 5-tahun untuk sepanjang tahun ini.

Ini perlu diperhatikan, namun, bahwa penurunan inventoris minyak mentah seharusnya tidak menutupi prospek permintaan  yang melemah, yang tetap menjadi hambatan utama bagi harga minyak. Laporan EIA baru-baru ini telah menunjukkan penurunan pemasukan kilang minyak, produksi bensin dan produksi bahan bakar distilat, karena permintaan downstream yang melemah. Kilang minyak beroperasi 75% dari kapasitas yang dapat dioperasikannya di pekan yang berakhir tanggal 9 Oktober. Impor minyak mentah AS juga menurun hampir setengah juta barel perhari dari pekan sebelumnya.

Data penerbangan yang dikompilasi oleh flightradar24 juga menunjukkan kecepatan pemulihan yang lebih lambat  dalam jumlah penerbangan global, yang bisa berfungsi sebagai proxy yang baik untuk permintaan bahan bakar transportasi (grafik di bawah). Moving average 7 hari dari total penerbangan yang dilacak oleh website adalah 134,572 pada tanggal 20 oktober, menurun hingga 26% dari periode yang sama tahun lalu. Jumlah penerbangan harian tampaknya telah keluar dari puncaknya yang terlihat pada akhir September karena akibat tindakan yang terkait dengan pandemi menyebabkan berkurangnya perjalanan.

Sumber: Flihtradar24

Secara teknis, WTI harga minyak mentah mulai menguji kembali resistance utama di area US$ 41.00-41.50 (tersorot dalam grafik di bawah). Menembus di atas level ini mungkin menawarkan ruang untuk potensi upside yang lebih besar menuju US$ 43.8 – posisi tertinggi sebelumnya. Kemunduran dari level saat ini bisa menyebabkan konsolidasi lebih lanjut di sekitar US$ 40.00 (SMA 20-Hari).

Baca juga: Prediksi Dolar Euro: EUR/USD Terbatas pada Fibonacci Support Ditengah Kesengsaraan Ekonomi

 

WTI Harga Minyak Mentah – Grafik Harian

Sentimen Klien IG menunjukkan bahwa 48.82% trader ritel adalah net-long minyak, dengan rasio trader short to long di 1.05 hingga 1 (grafik di bawah). Dibandingkan sehari yang lalu, para trader ritel meningkatkan posisi pendeknya secara signifikan (+27.5%) sambil mengurangi posisi panjangnya (-16.8). dibandingkan seminggu yang lalu, jumlah trader net-short telah meningkat sebesar 45% sementara net long side telah menurun sebesar 19%. Dari sudut pandang yang berlawanan, perubahan drastis pada sentimen trader ritel menuju bias short-side dapat menyimpulkan penguatan lebih lanjut pada harga minyak mentah.

 

 

Sumber: dailyfx.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda