Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Melarikan Diri ke Negara yang Mampu Mengarahkan ke Kondisi Bubble Real Estate yang Ekstrem

Melarikan Diri ke Negara yang Mampu Mengarahkan ke Kondisi Bubble Real Estate yang Ekstrem

Beberapa tahun terakhir harga perumaham terlihat meroket karena flipper, speculator, dan pembeli tradisional yang membeli atau menjual rumah untuk pindah ke daerah yang berbeda di seluruh AS. Salah satu aspek menarik dari fenomena baru-baru ini menjadi santapan NBC news selama beberapa hari terakhir terkait dengan pasar Boise, Idaho, dan Coeur D’Alene yang super panas. Harga rumah di Boise naik lebih tinggi lebih dari 30% hanya dalam 12 bulan. Di Coeur D’Alene, harga rumah naik lebih dari 85% dalam 12 bulan terakhir.

 

Apakah Ukuran Permintaan-Penawaran Berubah Karena Aktivitas Baru-Baru Ini

Kekhawatiran saya adalah trend pembelian/relokasi pasca-COVID mendorong faktor harga permintaan/penawaran melewati ekuilibrum. Sederhananya, moratorium dan kebijakan terkait penyewa rumah dan pemilik rumah selama krisis COVID-19 telah menciptakan krisis penawaran ketika banyak orang memiliki kemampuan untuk menjual dan pindah ke berbagai wilayah AS secara bersamaan. Penawaran yang kurang dengan permintaan yang hiperaktif mendorong level harga naik dan bergeser ke kiri, seperti yang digambarkan grafik permintaan/penawaran di bawah.

Data dan aktivitas mendukung hipotesis bahwa speculator, flipper, dan pembeli rumah mengejar kenaikan level harga jauh melewati level ekuilibrum utama, menunjukkan bahwa proses pengembalian sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat. Peristiwa pengembalian ini mungkin mirip dengan krisis perumahan 2008-09 karena bank yang tiba-tiba sadar bahwa mereka telah mengeluarkan pinjaman kepada peminjam dengan level harga yang sangat tinggi dengan jaminan yang sangat sedikit untuk mendukung transaksi ini atau peminjam yang tiba-tiba sadar bahwa mereka terjebak pada rumah yang terlalu mahal sementara ekonomi kembali ke level output yang lebih rendah. Bagaimanapun juga, hal ini mungkin merupakan tanda terima untuk beberapa jenis krisis yang sedang dibuat.

Empat hukum dasar permintaan dan penawaran yang mudah dipahami. Pada dasarnya, pasar selalu berusaha mempertahankan keseimbangan antara pembeli dan penjual berdasarkan faktor permintaan/penawaran. Ketika peristiwa ekstrem terjadi untuk mengganggu keseimbangan, peristiwa ini terungkap untuk mendorong supaya harga dapat naik lebih tinggi atau turun lebih rendah tergantung pada jenis peristiwa. Pada akhirnya, ketika harga mencapai level ekstrem, pembeli dan penjual mulai memahami sifat ekstrem dari gangguan harga dan proses “pembalikan” akan terjadi.

Baca juga: Ulasan Cryptocurrency Q2: Itu Adalah Kuartal Liar Dan Volatile; 4 Masalah ke Depan

Harga selalu berusaha membangun keseimbangan yang tepat antara permintaan dan penawaran karena pembeli dan penjual menegosiasikan level harga yang wajar untuk transaksi. Begitu pembeli atau penjual yakin bahwa level harga itu ekstrem, mereka biasanya jauh lebih ragu untuk terlibat dalam transaksi karena risikonya juga menjadi terlalu berlebihan. Ini dikenal sebagai Hukum Permintaan dan Penawaran, seperti yang terlihat di bawah ini dari Investopedia.

Faktor terbesar yang mendorong siklus ledakan yang substansial ini adalah relokasi orang dari kota ke daerah yang lebih pedesaan. Saat COVID-19 melanda, gelombang besar orang tiba-tiba memutuskan untuk meninggalkan kehidupan kota mereka dan pindah ke daerah yang lebih pedesaan untuk menghindari masalah jarak dekat. Suku bunga yang sangat rendah dan fakta bahwa gangguan pendapatan COVID-19 yang sebagian besar terkait dengan pekerja hiburan, ritel, dan restoran mendorong mereka yang memiliki sarana modal untuk memanfaatkan harga di daerah pedesaan yang agak stagnan (saat itu). Sekarang, kurang lebih sekitar 14 bulan kemudian, harga rumah di daerah pedesaan menyaingi atau bahkan mengalahkan nilai harga di beberapa kota metropolitan paling terkemuka di AS.

Jenis aktivitas penetapan harga ini tampaknya sangat meningkat di sebagian besar wilayah pedesaan pada kondisi pasar tahun 2005 hingga 2008 terkait krisis pasar (krisis perumahan/kredit) tahun 2008-09. Kami mulai melihat kesamaan dalam data yang mungkin menunjukkan siklus ledakan perumahan saat ini yang sedang berjalan dengan asap sekarang (kemungkinan didorong oleh speculator, flipper, dan suku bunga super rendah). Mari kita lihat apa yang ditunjukkan data kepada kami dan anda dapat menarik kesimpulan anda sendiri.

 

Data Indeks Pembelian MBA Menunjukkan Trend yang Jelas Lebih Rendah

Indeks pembelian MBA AS mencakup semua aplikasi mortgage yang terkait dengan pembelian rumah keluarga tunggal – mencakup jenis pinjaman konvensional dan pemerintah, dan semua produk yang ditawarkan. Indeks ini merupakan indikator yang sangat baik dari permintaan dan aktivitas yang terkait dengan total trend pembelian AS.

Sejak pertengahan Februari 2021, Indeks Pembelian MBA berhasil menembus ke bawah setelah mencapai apa yang terlihat sebagai puncak berlebih pada akhir 2020 dan awal 2021. Saya dna tim saya percaya bahwa “perputaran” dalam aktivitas pembelian mortgage ini mirip dengan penurunan 2006-2007 dalam aktivitas mortgage yang terjadi tepat sebelum keruntuhan pasar secara luas yang terjadi pada 2008-09 (lihat sisi kiri grafik Indeks Pembelian MBA AS di bawah). Meskipun, aktivitas mortgage yang ditunjukkan pada grafik ini menunjukkan bahwa level aktivitas mencapai puncaknya di dekat 350 dan secara historis mencapai titik terendah di dekat 150, penurunan ekstrem dalam trend pasar perumahan saat ini dapat mendorong mundur lebih dekat ke level 100 karena pembeli menarik diri dari potensi bahaya nyata. Peristiwa penurunan (pembalikan) harga pasar riil. Pembeli barang tiket besar, seperti rumah, cenderung menunggu penurunan besar – menunggu penawaran terbaik.

Baca juga:Minggu Depan: Trading Pasca-Liburan Dapat Melihat Saham Ditahan Menjelang Risalah FOMC

Downtrend pembelian mortgage ini sejalan dengan teori permintaan/penawaran bahwa pembeli menjadi ragu untuk mengejar pembelian baru pada level ekstrem saat ini. Apakah ada data lain yang menunjukkan perlambatan pasar yang lebih luas dalam penjualan rumah? Apakah level harga saat ini mencerminkan keseimbangan permintaan/penawaran dengan tepat yang memungkinkan adanya kenaikan level harga yang berkelanjutan?

Tampaknya bubble perumahan mulai berhenti. Apa yang diperlukan untuk memecahkan peristiwa bubble ini? Dan apakah Federal Reserve siap untuk itu?

 

 

Sumber: investing.com

Broker News

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda