Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Pandemi di Musim Dingin Berlangsung Lebih Lama, Emas Dapat Bersinar Lebih Terang

Pandemi di Musim Dingin Berlangsung Lebih Lama, Emas Dapat Bersinar Lebih Terang

Pandemi di musim dingin akan berlangsung lebih lama dari yang kita perkirakan. Semakin lama kita berusaha melawan coronavirus, maka emas dapat bersinar semakin terang.

Dahulu sekali, ada sebuah virus jahat yang disebut coronavirus yang telah menewaskan banyak orang di seluruh dunia dan juga mengguncang perekonomian global. Untungnya, ada ilmuan cerdas yang mengembangkan vaksin dan memutuskan rantai coronavirus juga mengakhiri pandemi. Sejak saat itu, umat manusia hidup bahagia – dan sehat – selamanya.

Kedengarannya indah, bukan? Itulah cerita yang harusnya kita percaya. Alurnya mengisahkan bahwa vaksin yang dikembangkan akan mengakhiri pandemi dan dalam sekejap kita akan kembali hidup normal. Namun, kenyataannya itu semua adalah dongeng karena perlawanan yang sebenarnya terhadap coronavirus ini lebih menantang dari yang kita duga.

Baca juga: 2021 Harus Melihat Permintaan Emas yang Meningkat

Pertama-tama, peluncuran vaksinasi berjalan sangat amat lambat. Seperti yang ditunjukkan oleh grafik di bawah pada 1 Februari 2021, hanya 1,77%  warga Amerika telah divaksinasi COVID-19.

Perlindungan yang penuh tentu saja membutuhkan dua dosis, jadi akan membutuhkan waktu juga. Namun, sebagian populasi di banyak negara yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin juga sangat rendah, seperti yang ditunjukkan grafik di bawah ini.

Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan kita mengenai herd immunity bergerak sangat lamban. Dengan perkembangan yang lamban, tentu saja kita akan kalah terhadap perlombaan antara vaksinasi dan infeksi. Kita juga tidak akan mencapai herd immunity hingga enam bulan terakhir atau bahkan musim dingin tahun depan.

Kedua, adanya persoalan mutasi. Strain baru yang mulai bermunculan dengan cepat dan menyebabkan risiko yang besar dalam usaha kita melawan coronavirus. Salah satu dari varian barunya telah ditemukan di Inggris dan menyebar ke seluruh negara dengan cepat. Meskipun tidak terlalu mematikan, tetapi dapat lebih menular, itulah yang membuatnya lebih berbahaya. Semakin banyak varian yang muncul, semakin besar kemungkinan kita melihat mutasi yang tahan terhadap pengobatan dan vaksin kita saat ini. Tentunya, beberapa mutasi tersebut dapat mengubah protein permukaan, lonjakan, dan telah terbukti dapat mengurangi keefektifan dalam menangkal coronavirus oleh antibody monoklonal.

Bagian yang sangat buruknya yaitu dua permasalahan ini memiliki keterkaitan yang kuat. Semakin lama vaksinasi, semakin banyak kasus yang kita miliki. Semakin banyak kasus yang kita miliki, semakin marak mutasi yang terjadi, karena tiap infeksi baru akan menyiratkan semakin banyaknya salinan coronavirus yang akan memberikan lebih banyak peluang untuk bermutasi. Semakin banyak mutasi yang muncul, semakin buruknya strain. Maka dari itu, semakin lama proses vaksinasi, semakin besar kemungkinan vaksinasi tidak akan berhasil dan varian yang tahan terhadap vaksin mungkin akan bermunculan.

Mengingat pada banyak negara bahwa vaksinasi hanya satu-satunya strategi yang praktis untuk melawan virus, strain yang kebal terhadap vaksin akan menjadi pukulan yang serius. Tentunya, beberapa vaksin relatifnya mudah untuk diperbaraui, tetapi peluncurannya yang masih membutuhkan waktu – waktulah yang tidak kita miliki.

Apa hubungannya dengan pasar emas? Semakin lambatnya vaksinasi, semakin tinggi risiko terjadinya kesalahan dan perlawanan kita dengan COVID-19 semakin memakan waktu. Semakin lama usaha, semakin lambat ekonominya pulih. Semakin panjang dan bergelombangnya jalan menuju herd immunity, semakin lambat pengangkatan batasan sanitasi dan pengukuran jarak sosial, dan semakin lama kita dapat kembali normal. Semakin lama kita hidup di Zombieland, semakin mudah kebijakan fiskal dan moneter yang diterapkan dan semakin emas akan bersinar lebih terang.

Baca juga: Apa yang Diberitahukan oleh Rasio Emas/Perak kepada Kita?

Permasalahan lain yang tidak boleh dilupakan yaitu mengenai kemungkinan baying-bayang ekonomi saat pandemi untuk jangka panjang. Ada satu makalah yang baru-baru ini telah meneliti dampak dari 19 pandemi yang utama, menemukan baying-bayang pembantaian terhadap ekonomi untuk jangka panjang. Meskipun pasar finansial masih (yang kelirunya, saya percaya) meyakini pemulihan V, sejarah menyebutkan bahwa kemungkinannya terjadi penurunan dua kali lipat, seperti yang dialami delapan dari sebelas resesi terakhir. Resesi terdengar bagus, bukan?

Namun, ada satu peringatan di sini. Sensitifitas aktivitas ekonomi terhadap infeski dan pembatasan COVID-19 berkurang secara signifikan karena adanya Lockdown besar-besaran selama musim semi 2020. Ada tiga alasan. Pertama, orang-orang kurang takut dengan coronavirus. Kedua, pembatasan epidemi diterapkan dan ditargetkan lebih baik. Ketiga, para pengusaha telah menerapkannya lebih baik untuk menghadapi epidemi.

Semakin besar ketahanan ekonomi berarti semakin sedikit terjadinya downturn dan semakin dikit bekas luka jangka panjang, yang nantinya akan membatasi dampak COVID-19 terhadap harga emas. Namun, semakin halusnya dampak ekonomi juga akan menyiratkan semakin cepatnya pemulihan, yang dampat meningkatkan harga konsumen bersamaan dengan stimulus besar pemerintah yang akan datang. Sehingga dapat mendukung harga emas melalui inflasi. Tentunya, harga komoditas telah melonjak tahun 2021, jadi emas mungkin akan mengikutinya.

 

 

Sumber: investing.com 

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda