Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Prakiraan Euro: Tembusan yang Gagal atau Salah? Level untuk EUR/JPY & EUR/USD

Prakiraan Euro: Tembusan yang Gagal atau Salah? Level untuk EUR/JPY &EUR/USD

Gambaran Prakiraan Euro:

  • Karena Indeks DXY telah memulihkan keuntungan dalam beberapa minggu terakhir, nilai EUR/USD sudah merosot lagi. Demikian pula, lemahnya pasar ekuitas sudah memperlihatkan penurunan nilai EUR/JPY. Keuntungan kolektifnya tetap saling berhubungan.
  • Meskipun nilai EUR/USD tetap berhenti di bull flagnya, baru-baru ini, kurs EUR/JPY relinya membangkitkan resisten terdahulunya, memvalidasi area kritis karena support di waktu yang tepat.
  • Per Indeks Sentimenn Client, Euro mempunyai campuran jika bukan bias bullish.

 

Penurunan stabil Euro, Awal Kenaikan?

Pembalikan Euro dalam beberapa hari terakhir telah berjalan beriringan dengan kemerosotan yang tidak hanya pada Indeks DXY yang lebih luas, tapi dengan kenaikan pada ekuitas pasar dengan baik. Ini muncul setelah sepekan setelah skenario kebalikannya berjalan: Dolar AS menguat, Euro yang lemah, dan price action yang lemah pada saham. Di satu sisi, penguatan Dolar AS pada berkurangnya harapan stimulus fiskal, memicu kenaikan pada yields AS sebenarnya, banyak yang harus disalahkan. Namun, melemahnya Euro memiliki akar tersendiri, melebihi sebaliknya yang diperintahkan oleh narasi Dolar AS.

Baca juga: Kurs EUR/USD Dapat Memperpanjang Penurunan Karena Ketakutan Gelombang Kedua Covid-19

 

Ketika Data Eurozone Menyusut, Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga ECB Sedikit Lebih Tinggi

Secara diam-diam sejak pertengahan bulan Agustus, telah ada latar belakang data ekonomi yang terus menerus menurun yang keluar dari Eurozone. Secara bersamaan, ekpektasi suku bunga Bank Sentral Eropa telah dimulai menjadi sedikit lebih tinggi, menujukkan bahwa pemotongan suku bunga lebih dalam ke wilayah negatif akan sampai lebih cepat di pertengahan pertama tahun 2021 daripada yang diantisipasi sebelumnya.

Dalam konteks wabah COVID-19 baru-baru ini yang muncul di dan di sekitar pusat perkotaan di Eropa, penurunan pada kinerja data ekonomi relatif pada ekspektasi keduanya merupakan campuran kekecewaan dan analisis yang dengan mudahnya menjadi lebih mahir dalam menilai ekonomi di era pandemi coronavirus. Indeks Citi Economic Surprise untuk Eurozone, suatu pengukur momentum data ekonomi, saat ini menduduki 4.8 hari ini, turun dari posisi tertingginya tahun ini yang diatur pada tanggal 11 Agustus di 212.40.

 

EKSPEKTASI SUKU BUNGA BANK SENTRAL EROPA (28 September, 2020) (GRAFIK 1)

Berdasarkan pada pertukaran indeks overnight Erozone, hanya ada 15% perubahan dari suku bunga 10-bps yang dipotong di akhir tahun 2020. Tetapi peluang pemotongan suku bunga telah ditarik ke depan dalam beberapa minggu terakhir: di pertengahan bulan Agustus, harga OIS disukai bulan Juni 2021 dengan 54% peluang untuk pergerakan suku bunga selanjutnya. Sekarang, ketika kuarter ketiga hampir berakhir, April 2021 adalah yang disukai dengan 61% probabilitas terimplikasi.

 

ANALISIS TEKNIKAL EUR/USD: GRAFIK MINGGUAN (November 2016 hingga Agustus 2020) (GRAFIK 1)

Suku bunga EUR/USD turun lagi secara signifikan setelah nyaris gagal mencapai 23.6% Fibonacci retracement dari kisaran terendah tahun 2017/tertinggi tahun 2018 (ketika diindikasi oleh Fibs oren dalam Grafik 1&2); EUR/USD turun lagi di bawah 38.2% Fibonacci retracement sekarang juga, yang masuk di 1.1709. Secara bersamaan, kurs EUR/USD telah bergerak di bawah trendline menurun dari posisi tertinggi tahun 2008 dan 2019, yang mana tetap mendekati sekitar 1.1725 minggu ini.

Sedangkan kurs EUR/USD yang memegang di 13-EMA mingguannya, mereka tetap di bawah 4-EMA dan di atas amplop 26-EMA. MACD mingguan menurun lagi di wilayah bullish, sedangkan Slow Stochastics merosot dari wilayah overbought. Kerugian teknis yang signifikan sudah terjadi, dan ancaman kegagalan menembus bullish  telah berkembang pada bulan Agustus dan September sangatlah mungkin.

 

ANALISIS TEKNIKAL EUR/USD: GRAFIK MINGGUAN (September 2019 hingga September 2020) (GRAFIK 2)

Grafik  harian memberitahu cerita yang berpotensi tidak menyenangkan seperti grafik mingguan, dengan keprihatinan dalam bentuk pola head dan shoulders). Suku bunga EUR/USD memegang di bawah amplop 5-,8-,13, dan 21-EMA-nya, yang berada dalam urutan sekuensial bearish. MACD harian telah menurun di bawah garis sinyalnya kedalam wilayah bearish, dan Slow Stochastics yang memegang di kondisi oversold. Gagal mengulang 38.2% fibonacci retracement dari kisaran terendah tahun 2017/tertinggi tahun 2018 di 1.1709 sebelum menetapkan posisi rendah relatif baru ke minggu lalu akan menunjukkan kelanjutan yang lebih rendah.

 

Indeks Sentimen Klient Indeks: Prakiraan Suku Bunga EUR/USD (28 September, 2020) (Grafik 3)

EUR/USD: data trader ritel menunjukkan 43.72% trader adalah net-long dengan rasio trader short hingga long di 1.29 hingga 1. Jumlah trader net-long adalah 4.85% lebih tinggi dari kemarin dan 5.76% lebih rendah dari minggu lalu, sedangkan jumlah trader net-short adalah 8.07% lebih tinggi dari kemarin dan 12.49% lebih tinggi dari minggu lalu.

Kami biasanya mengambil pandangan yang bertentangan dengan sentimen berkerumun, dan faktanya trader yang melakukan net-short menyarankan harga EUR/USD dapat terus naik.

Trader yang melakukan net-short lebih lanjut dari kemarin dan minggu lalu, dan kombinasi sentimen saat ini dan perubahan terbaru memberikan kita bias trading yang berlawanan dengan bullish EUR/USD yang lebih kuat.

 

ANALISIS TEKNIS SUKU BUNGAN EUR/JPY: GRAFIK HARIAN (September 2019 hingga September 2020) (GRAFIK 4)

Setelah mencapai 38.2% Fibonacci retracement dari kisaran tertinggi tahun 2018/terendah tahun 2020 di 126.70, kurs EUR/JPY berliku-liku ke samping dalam beberapa minggu sebelum menurun lagi di bawah kenaikan trendline dari swing low bulan Mei dan Juli – trendline pandemi coronavirus. Tetapi yang lebih penting, kurs EUR/JPY menurun lagi di bawah uptrend dari bulan September 2012, September 2016 dan swing low Januari 2019 – sinyal bearish yang jelas.

Seperti itu, kurs EUR/JPY baru-baru ini menemukan support di wilayah yang dikenal, dimana posisi tertinggi bulan Desember 2019 disesuaikan setelah kembali ke uptrend dari swing low bulan September 2012, September 2016, dan Januari 2019. Untuk sekarang, kurs EUR/JPY diatas 5-EMA hariannya, tetapi dibawah pengingat amplop 5-,8-,13- dan 21-EMA harian, yang berada dalam urutan sekuensial bearish lainnya. Menghapus zona cluster Fibonacci retracement sekitar 123.23/36 yang akan memberikan kepercayaan lebih baik dalam lonjakan jangka pendek yang lebih tinggi.

Baca juga: Trading Pasangan Mata Uang USD/JPY – Panduan Pemula

 

Indeks Sentimen Client IG: Prakiraan Kurs EUR/JPY (28 September, 2020) (Grafik 5)

EUR/JPY: data trader ritel menunjukkan 44.18% trader adalah net-long dengan rasio trader short to long di 1.26 hingga 1. Jumlah trader net-long adalah 0.68% lebih rendah dari kemarin dan 22.69% lebih tinggi dari minggu lalu, sedangkan jumlah trader net-short adalah 6.03% lebih tinggi dari kemarin dan 13.19% lebih tinggi dari minggu lalu.

Kami biasanya mengambil pandangan yang bertentangan dengan sentimen berkerumun, dan faktanya trader yang melakukan net-short menyarankan harga EUR/JPY dapat terus naik.

Penentuan posisi yang lebih banyak net-short dari kemarin tapi lebih sedikit net-short dari minggu lalu. Kombinasi dari sentimen saat ini dan perubahan baru-baru ini memberikan kita bias trading EUR/JPY campuran lebih lanjut.

 

 

 

Sumber: dailyfx.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda