Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Prospek Dolar AS: DXY Dapat Memberikan Kerugian Menjelang Keputusan Suku Bunga FOMC

Prospek Dolar AS: DXY Dapat Memberikan Kerugian Menjelang Keputusan Suku Bunga FOMC

INDEKS DOLAR AS, FEDERAL RESERVE, ECB, FOMC, DXY – POIN PEMBICARAAN:

  • Risiko yang meluas pada gradien sudah terlihat selama trade Asia-Pasifik karena haven yang berhubungan dengan Yen Jepang dan Dolar AS menurun terhadap rekan utamanya.
  • Tunggu dan lihat ECB bisa mendukung Euro dan pada akhirnya memberatkan Indeks Dolar AS (DXY).
  • DXY mengurangi pola bear flag pada dukungan utama. Apakah kerugian lebih lanjut pada kartu bagi Greenback?

 

REKAPITULASI ASIA-PASIFIK

Risiko yang berhubungan dengan Dolar Australia naik selama trade Asia-Pasifik, sedangkan ‘haven yang aman’ Yen Jepang dan Dolar AS merosot lebih rendah terhadap rekan utamanya, meskipun semua pembuat kebijakan AS tetapi mengesampingkan ketentuan stimulus fiskal yang sangat dibutuhkan pada pemilu bulan November ini.

Indeks Australia ASX 200 mengalami kerugian dasar sedangkan indeks Nikkei Jepang 255 melonjak 0.74%.

Emas turun lebih rendah dari perak karena hasil Treasury 10-tahun AS turun lagi di bawah 0.69%.

Melihat ke depan, data inflansi AS bisa mengendalikan pergerakan pasar karena perhatian para investor beralih kepada keputusan suku bunga FOMC minggu depan.

Grafik reaksi pasar dibuat menggunakan TradingView

Baca juga: Bell Pembukaan: Kemerosotan Futures Amerika; Pencapaian Dolar, Turunnya Emas, Merosostnya Minyak

 

ECB BISA MEMICU DOWNTREND DXY

Keputusan Bank Sentral Eropa untuk mempertahankan pengaturan kebijakan moneternya tetap stabil dapat mendukung Euro dalam jangka waktu dekat terhadap Dolar AS dan berpotensi memicu kemerosotan kembali DXY ke posisi terendah tahunannya, mengingat bahwa akun Euro lebih dari 57% Indeks Dolar AS (DXY).

Meskipun Presiden ECB Christine Lagarde membahas kekhawatiran Kepala Ekonom Philip Lane mengenai “memberi harga ulang” mata uang blok trading baru-baru ini, dia menghindar dari kesempatan membuka nilai tukar EUR/USD, menyatakan bahwa “mandat kami adalah stabilitas harga dan menjelaskan sejauh mana apresiasi Euro memberikan tekanan negatif pada harga, kami memantau dengan hati-hati masalah seperti itu”.

Ini menjelaskan bahwa tidak semua anggota Dewan Pemerintahan peduli dengan kenaikan Euro sebesar 12% terhadap rekan AS nya sejak akhir bulan Maret dan meskipun mengkonfirmasi ulang “sikap kebijakan akomodatif” ECB, sepertinya tindakan stimulus tambahan akan diberhentikan dalam jangka waktu dekat.

 

Indeks Dolar AS vs Kebalikan EUR/USD

Grafik harian Indeks Dolar AS (DXY) dibuat menggunakan TradingView

Namun, itu tetap harus dilihat jika bank sentral akan mempertahankan status quo di bulan mendatang, karena “kekuatan pemulihan tetap dikelilingi ketidakpastian yang signifikan, karena itu terus menjadi lebih tinggi tergantung pada evolusi pandemi di masa depan dan keberhasilan kebijakan penahanan”.

Namun, desakan Lagarde bahwa “Bank Sentral Eropa tidak menargetkan suku bunga” mungkin akan menaikkan Euro selama minggu mendatang dan pada akhirnya bisa menghambat potensi upside bagi Indeks Dolar AS.

 

IMPAS KONGRES DAPAT MEMAKSA TANGAN FED

Rapat Komite Federal Pasar Terbuka (FOMC) pada tanggal 16 September mungkin juga mengakibatkan pengabaian pasar yang ditandai Greenback terhadap rekan utamanya, karena bank sentral mempersiapkan perilisan pembaruan Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP).

Meskipun neraca Federal Reserve sudah stabil terutama sejak puncaknya pada 10 Juni di $7.17 triliun, pemakaian rata-rata penargetan inflansi (AIT) menjelaskan bahwa ekspansi program pelonggaran kuatitatif bank sentral mungkin sebentar lagi karena perkiraan inflansi 5-tahun akan mulai menurun hanya sekitar 1.6%.

Berdasarkan komentar Kepala Fed Jerome Powell bahwa “ ekpektasi inflansi yang berjalan dengan baik sangat penting untuk memberikan Fed keleluasaan untuk mendukung pekerjaan ketika diperlukan” itu terlihat relatif tidak mungkin bahwa bank sentral akan mengikuti langkah-langkah rekan Eropanya dan memilih untuk mempertahankan status quo.

Bahkan, dengan klaim pengangguran awal dan berkelanjutan yang akan datang di atas perkiraan pasar dan Kongres gagal menyerahkan stimulus fiskal yang sangat dibutuhkan, para pelaku pasar mungkin melihat ke arah Fed untuk mengambil kelonggaran pencariannya untuk mencapai “pekerjaan maksimal dan tujuan kestabilan harga” nya.

Melanjutkan klaim pengangguran untuk akhir pekan pada tanggal 29 Agustus meningkat hingga 13.38 juta, melampaui ekspektasi 13.29 juta yang diharapkan, sedangkan klaim awal pengangguran tetap stabil di 884.000.

Dengan pemikiran tersebut, Indeks Dolar AS bisa merangkum penurunannya dari posisi tertinggi tahunan pada bulan Maret, jika pembuat kebijakan AS menyerahkan dalam tindakan stimulus tambahan.

Baca juga: Prospek Nilai EUR/USD Bergantung pada Keputusan Suku Bunga ECB

 

GRAFIK HARIAN INDEKS DOLAR AS (DXY) – BEAR FLAG DALAM PERMAINAN

Grafik harian Indeks Dolar dibuat menggunakan TradingView

Sebagaimana yang dicatat pada laporan sebelumnya, lonjakan Dolar AS memulai bulan terbaru trade yang mungkin tidak bisa membuktikan apa-apa lebih dari counter-trend pullback, karena harga gagal menembus di atas resisten Kanal Menurun dan terus di dalam jalur bersama dengan pola kelanjutan Bear Flag.

Meskipun indikator RSI dan MACD tampaknya mengarah ke titik yang lebih tinggi dari kedua oksilator yang tetap berada di posisi di bawah titik pertengahan netral mereka masing-masing, yang bisa menjadi indikasi momentum penurunan bullish.

Dengan pemikiran tersebut, rally 7-hari Greenback mungkin memvalidasi downtrend yang tembus dari uptrend tahun 2011 dan bisa menandai dimulainya kembali downtrend utama, karena harga gagal melonjak selama resisten konfluen di moving-average 50-hari trend-terdefinisi dan posisi terendah bulan September 2018 (93.81).

Penutupan harian kembali di bawah 21-DMA (92.89) mungkin akan menghasilkan pengujian ulang swing-low tanggal 19 Agustus (92.15), dengan para penjual yang perlu mengatasi dukungan psikologis di level 92 untuk memvalidasi pola kelanjutan bearish dan mengurangi jalur bagi harga untuk memenuhi pergerakan terukur yang tersirat (88.94).

 

 

Sumber: dailyfx.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda