Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Prospek Dolar AS: Yield Obligasi, Powell dan CPI dalam Fokus. USD/SGD Memantau MAS, PDB China

Prospek Dolar AS: Yield Obligasi, Powell dan CPI dalam Fokus. USD/SGD Memantau MAS, PDB China

DOLAR AS, DOLAR SINGAPURA, BATH THAILAND, RUPIAH INDONESIA, PESO FILIPINA, RUPEE INDIA, ASEAN, ANALISIS FUNDAMENTAL – POIN PEMBICARAAN

  • Dolar AS bercampur melawan SGD, THB, IDR, dan PHP seminggu terakhir ini
  • Melemahnya saham Pasar Negara Berkembang diimbangi dengan menurunnya yield Treasury
  • Risiko peristiwa utama: PDB China, CPI AS, pidato Powell Fed, kebijakan MAS

 

REKAPITULASI MINGGUAN DOLAR AS ASEAN

Dolar AS yang terkait dengan haven menangkap sedikit perubahan terhadap rekan-rekan ASEAN-nya seminggu terakhir ini. Dolar Singapura menguat sedangkan Bath Thailand melemah. Ini karena Rupiah Indonesia dan Peso Filipina relatif datar. Meskipun penurunan 0.6% ini pada Indeks Pasar Negara Berkembang MSCI (EEM). Mata uang ASEAN bisa sangat sensitive dengan aliran modal dan penghindaran risiko.

Melemahnya Bath Thailand mungkin karena kenaikan kasus Covid global. Hal itu merusak prospek pariwisata lokal, segmen utama dari ekonomi Thailand. Yang menonjol di wilayah berkembang Asia-Pasifik adalah Rupee India. USD/INR mendapatkan hasil maksimal dalam 6 minggu setelah pengumuman dovish kebijakan moneter Reserve Bank of India. Pasangan mata uang ini tampaknya telah membalikkan downtrend dominan sejak bulan Maret lalu.

Baca juga: Melihat Kembali ke Pasar pada Q1 dan Menjelang Q2 2021

 

INDEKS PASAR NEGARA BERKEMBANG MSCI, DOLAR AS – KINERJA MINGGU LALU

Indeks Dolar AS berbasis-ASEAN rata-rata USD/SGD, USD/IDR, USD/THB, dan USD/PHP

 

RISIKO PERISTIWA EKSTERNAL – PDB CHINA, CPI AS & PENJUALAN RITEL, PIDATO KETUA FED JEROME POWELL

Semua hal dipertimbangkan, itu bisa membuat minggu yang buruk bagi mata uang ASEAN dan Pasar Negara Berkembang. Itu karena retorika dovish dari Federal Reserve membantu mendinginkan ekspektasi kebijakan moneter hawkish. Prospek untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun 2022 secara dramatis berubah lebih rendah. Dengan demikian, yield Treasury dan melemahnya Dolar AS menawarkan beberapa bantuan untuk Pasar Negara Berkembang.

Kenaikan suku bunga pada ekonomi terbesar dunia bisa membuat pasar berkembang lebih sulit untuk melunasi hutang dalam mata uang dolar, terutama karena mata uang mereka terdepresiasi. Penurunan pada EEM minggu lalu mungkin juga sebagian besar karena kekhawatiran tentang prospek bagi pengambilan risiko di China. Laporan PPI yang lebih kuat dari yang yang diekspektasikan meningkatkan kesengsaraan inflasi di ekonomi terbesar kedua dunia, mengisyaratkan upaya dovish PBOC untuk melepas lelah.

Hal ini harus diperhatikan bahwa China adalah rekan trading utama bagi sebagian besar negara ASEAN, sehingga jika PBOC ingin memperlambat inflasi untuk mencegah ekonomi dari overheating, risiko itu bergema ke luar. Dengan demikian, semua mata tertuju pada PDB China kedepannya. Ekonomi berharap untuk memperluas 18.3% yoy pada kuartal pertama. Mirip dengan laporan PPI, pembacaan yang lebih kuat bisa meningkatkan kesengsaraan inflasi lebih lanjut, menekuk EEM.

Tapi, fokus yang lebih luas mungkin tetap pada AS. Ekonomi terbesar dunia ini akan merilis CPI berikutnya dan laporan penjualan ritel kedepan. Serupa dengan China, kekalah di sini mungkin menghidupkan kembali yield Treasury jangka panjang. Tapi, Ketua Fed Jerome Powell dapat mengulangi lagi retorika yang cukup dovish selama moderasi Q&A nya di Klub Ekonomi Washington pada hari Rabu.

 

RISIKO PERISTIWA ASIA SELATAN, ASEAN – OTORITAS MONETER SINGAPURA, CPI INDIA & OUTPUT INDUSTRI

Berfokus pada docket ekonomi ASEAN, USD/SGD sedang memantau pengumuman kebijakan semi tahunan Otoritas Moneter Singapura (MAS) pada tanggal 14. MAS secara luas diantisipasi untuk meninggalkan Pita kebijakan FX nya, titik tengah dan lebar yang tidak berubah. Sehingga focus untuk Dolar Singapura mungkin berorientasi ke luar. Tapi karena ketergantungan negara-kota pada trade, prospek bank sentral kemungkinan akan menjadi refleksi dari prospek pertumbuhan global. Indeks saham patokan Singapura, Straits Times (STI), telah menurun akhir-akhir ini di tengah prospek yang membaik untuk PDB dunia, baru-baru ini digarisbawahi oleh IMF.  Sehingga prospek cerah dari MAS bisa mendorong STI lebih tinggi. Sementara itu, USD/INR akan memantau CPI local dan data output industry pada hari Senin.

Pada 10 april, koefisien korelasi perputaran 20-hari antara indeks Dolar AS berbasis ASEAN dan indeks MSCI Pasar Negara Berkembang saya berubah menjadi -0.72 dari -0.75 seminggu yang lalu. Nilainya mendekati -1 mengindikasikan peningkatan hubungan terbalik, meskipun itu penting untuk mengenali bahwa korelasi tidak mengimplikasikan penyebab.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin: Mengapa Bitcoin Bisa Meroket Menjadi $400.000 Pada Tahun 2021

 

INDEKS USD BERBASIS ASEAN VERSUS EEM DAN YIELD TREASURY – GRAFIK HARIAN

Grafik Dibuat Menggunakan Trading View

*Indeks Dolar AS berbasis-ASEAN rata-rata USD/SGD, USD/IDR, USD/THB, dan USD/PHP

 

 

Sumber: dailyfx.com