Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Prospek Pasar: Mempersiapkan untuk Hujan Deras Stimulus

Prospek Pasar: Mempersiapkan untuk Hujan Deras Stimulus

Sorotan pasar

  • NFP AS memberikan pertemuan sempurna dari perspektif pasar saham dan membenarkan stimulus full-throttle dari kebijakan moneter dan fiskal
  • Aset-aset reflasioner diatur untuk momentum upsidenya
  • USD belum diperpanjang; EUR sebagai pemberi dana; GBP tampak atraktif
  • Pekan positif lainnya bagi minyak, tapi menghargai optimisme kekhawatiran mengingat cara sentiment bereaksi untuk lonjakan di jalan

 

Minggu depan

Setelah semua tindakan minggu lalu, kalender ekonomi minggu ini relatif jarang, dengan sorotan utama menjadi perilisan CPI pagi hari Rabu diikuti oleh Ketua Fed Powell yang muncul di sebuah Klub Ekonomi dari acara virtual New York pada pukul 2:00 PM EST. Powell akan mendiskusikan prospek pasar tenaga kerja, yang akan memberikan sebuah kesempatan untuk mengukur reaksi Ketua terhadap data terbaru yang menunjukkan penurunan sebesar 0.4ppt pada tingkat pengangguran sampai 6.3%. tapi untuk mengharapkan hal lain daripada menghamburkan dovish akan salah tempat.

Tapi head dan shoulders diatas apapun – terutama dengan stimulus pasar saham Biden Energizer yang keluar dari topi. Peluncuran inokulasi dan perataan kurva akan mendorong risiko. Dan, secara optimis ada di depan itu, data kurva terbaru menunjukkan virus mungkin akhirnya mundur. Sementara di tahap ini sebagian besar adalah hasil dari pengurangan lockdown, efek imunitas vaksin harus bersiap selama beberapa bulan mendatang. Ketika kurva mendatar lebih lanjut dan mendorong lebih banyak pembukaan kembali, penarik stimulus gale-force harus meningkatkan risiko ke dalam stratosper.

Baca juga: Pasar Asia: Suara Stimulus Terdengar Lebih Banyak di Telinga Pasar

 

Melihat Melalui Non-farm Payroll

Payrolls swasta hampir tidak naik pada bulan Januari tapi pekan kerja diperpanjang dalam barang dan jasa, mengindikasi kenaika permintaan tenaga kerja subtansial. Memang, ini menunjukkan kerugian terkonsentrasi di waktu luang, totalnya mendekati 600 ribu dalam dua bulan terakhir, dapat membalik ketika kasus Covid-19 terus melambat dan kemajuan vaksin memungkinkan pembatasan mobilitas yang lebih sedikit.

Tetapi dari perspektif politik, laporan pekerjaan bulan Januari AS memberikan pertemuan sempurna dari sudut pandang pasar saham. Itu akan membenarkan stimulus full-throttle dari kebijakan moneter dan fiskal. Untuk agenda Presiden Biden, payroll dapat membuat perbedaan besar karena itu menambah semangat besar untuk terus maju menuju USD1.9 trn untuk moderat partai Demokrat. Saya merasakan bahwa, dengan rekonsiliasi, dia bisa mendapatkan secara relatif mendekati angka tersebut. Dan harapan di sekitar rencana pengeluaran fiskal AS tampaknya sedang meningkat; lebih banyak pengamat berpikir pemerintahan Biden cukup mendekati $1.9 trn, daripada berkorban untuk membuatnya disetujui.

Senat AS pada hari Jumat pagi menyetujui sebuah anggaran, langkah terakhir menuju rencana bantuan melalui proses rekonsiliasi, tanpa dukungan apapun dari partai Republik.

RUU itu disahkan 51/50, dengan Wakil Presiden Kamala Harris yang memberikan pemungutan suara pertamanya tepat setelah pukul 05:00 Eastren pada hari jumat. Gedung putih sekarang harus menyetujui anggaran Representatif, dan setelah itu, beberapa 25 komite melalui majelis mulai menulis detail legislatif dari rencana. Tujuannya tampaknya menyelesaikan sesuatu sebelum tanggal 14 Maret, ketika perpanjangan pengangguran saat ini habis – tapi itulah yang mendorongnya.

 

Pasar Mata Uang

Baru saja dicetak dolar AS yang terkupas lama pada yang lebih lemah daripada yang diharapkan payroll Non-Farm dan trader FX naik “melompat” dalam karosel berputar dari alasan yang berputar-putar lainnya “untuk membeli atau tidak membeli” Dolar AS.

Tanpa kebosanan anda dengan alasan tematik ini dan setelah fakta rasionalisasi, Euro, setelah menurun ke yang rendah dari 1.1960 pada hari Jumat ketika bets spekulatif berkembang karena topik ekspesionalisme AS, menjadi sangat modis hanya untuk menutup pekan ini yang menarik ke level pivot kritis 1,2050 karena bulls fast money long Dolar AS melemparkan handuk.

Dalam yang utama, ini adalah konsekuensi dari dolar yang menjadi binatang yang berubah-ubah. Para investor kadang-kadang membeli dolar selama risk-on dan risk-off, kemudian menjualnya pada “risk-on”. Dan itu bisa membalik diantara toggle risiko minggu ke minggu – dan bahkan melakukan hal yang sama pada penutupan hari jumat, itu tidak jelas apa yang akan dilakukan dolar AS minggu depan.

Namun, apa yang tampak sebagai taruhan yang lebih pasti adalah asset reflasioner yang melanjutkan upside momentum minggu depan; dengan ekuitas yang naik dan minyak Brent mendekati $60/b, bahkan EURUSD terkepung naik untuk pertama kalinya dalam seminggu.

Kombinasi stimulus AS, percepatan inokulasi vaksin, dan kekuatan pendapatan perusahaan yang mencapai rekor tertinggi di S&P 500 memberikan dukungan refleksi. Sementara itu, upaya Bersama dari anggota FOMC, yang dipimpin oleh Ketua Powell, untuk memasukkan kembali pembicaraan taper ke dalam box berarti suku bunga riil tetap rendah, bahkan dikesampingkan. Kebijakan Fed dari menahan front end sirkulasi kurva kedalam inflasi: “suku bunga riil” yang lebih rendah untuk lebih lama untuk mendorong prospek inflasi.

 

Dolar AS belum terguling

Dengan peningkatan fokus pada kinerja ekonomi AS yang lebih baik disebabkan oleh pengeluaran fiskal dan mulai tersedianya vaksin, risiko dan ekuitas tetap terdukung, karena memiliki USD. Mengingat posisi USD yang sangat short yang dipegang pasar pada tahun 2021, telah ada pengurangan ukuran antarbank yang layak memperpendek risiko Dolar AS karena arus itu terprediksi pada strategi durasi jangka pendek.

Laporan Komitmen Trader IMM (data seperti tanggal 2 Februari) juga menunjukkan para investor terjebak oleh lonjakan dolar. Secara keseluruhan, USD shorts menurun dari 30% bawah ke 27% dari minat terbuka, kurang lebih selevel seperti turn tahunan. Penjualan bersih EUR non-komersil setara dengan USD 4.5 milyar, dengan mengurangi posisi long dan meningkatkan posisi short. Pemposisian net long USD di 20% dari minat terbuka adalah yang terendah sejak bulan Juli. Pada JPY, posisi long dan short meningkat sehingga posisi bersih hampir tidak berubah. Sejak awal tahun, minat terbuka pada FX telah naik.

 

Euro sebagai pemberi dana

Dengan Eropa yang berkinerja buruk dalam pasar negara maju, Euro sangat dipandang sebagai pemberi dana, mendorong lebih banyak EURUSD dan downside EURCross – terutama terhadap pound.

Ada reaksi kuat pada PDB pada rapat Bank of England minggu lalu, meskipun itu tidak sangat sulit untuk menjelaskannya. Dengungan suku bunga negatif selalu merupakan usaha yang salah arah. MPC akhirnya membuat itu jelas bahwa diskusi internal mereka secara efektif merupakan latihan administratif dengan sedikit atau tanpa implikasi kebijakan.

Selama masih ada prospek yang masuk akal untuk mencapai pemulihan pasca pandemi tahun ini, saya tidak berpikir bank sentral utama apapun akan melihat pelonggaran lebih lanjut. Sebaliknya, akan ada komunikasi yang mendorong untuk menekan kembali tekanan untuk mengetatkan suku bunga tanpa jelas membiarkan jin taper keluar dari botol.

 

Pound terlihat atraktif

Bagi pound, argumen prinsipnya adalah bahwa Inggris akan keluar dari lockdown lebih awal dari EU. Uang riil bisa dikatakan masih kurang diinvestasikan; ada ruang untuk lebih banyak mengejar ketertinggalan melalui jalur pasar saham. Mungkin kita mendapat sedikit pullback sekarang pada EURUSD danEURGBP, tapi melakukan banyak hal yang lebih baik dalam vaksinasi Covid, atau Inggris entah bagaimana terbentur, 0.85 EURGBP bisa terlihat.

Baca juga: Minggu Depan: Spekulasi Saham, Vaksin, Varian COVID Menekan Pasar

 

Pasar Minyak

Minyak mempunyai pekan positif lainnya. WTI di-trade salah satu sisi dari USD57 per barel pada hari Jumat dan menutup minggu ini naik sekitar 9% di tengah support dari OPEC+, stimulus fiskal AS dalam jangkauan dan dolar lebih rendah.

Sebaran, serta langsung, sedang ditunjukkan penguatan yang berlanjut. WTI 21 Des/22 Des menyentuh posisi tinggi dari USD3.42 awal dan sebaran yang sama pada Brent mencapai posisi tinggi USD2.90. mereka mengakhiri tahun ini masing-masing di USD1.44 dan USD0.96.

Kelemahan bensin terefleksi pada retakan, dimana tanggal 21 Maret kembali ke USD12.66.

Penyuling setidaknya mempunyai pilihan untuk beralih ke mnyak pemanas yang telah mendapatkan keuntungan jauh lebih baik. Meskipun ada penurunan yang cukup besar dari posisi tinggi minggu ini di USD15.84, ini tetap menjadi pilihan yang layak, saat ini di USD15.09.

Dengan harga yang mencapai grafik teratas, saya menduga kita akan mulai menari untuk mengikuti irama pasokan yang berbeda saat kami bergegas ke rapat resmi OPEC awal bulan Maret dimana meningkatkan produksi, bukan pengurangan produksi, kemungkinan akan menjadi topik hari ini.

Brent diatas $59/bln dihargai di level optimis dari sedikit kekhawatiran saya – bukan karena saya risau mengenai fundamental minyak, tapi karena bagaimana sentimen mungkin bereaksi terhadap lonjakan di jalan yang tak terelakkan karena pasar bergerak kembali ke keseimbangan dan produksi melandai. Menurut IMM Komitmen Trader, para investor menjual WTI minyak mentah yang diperkuat selama enam minggu berjalan, sehingga saya akan berharap minyak berjangka mengambil risiko dan profit untuk bertumbuh selama beberapa minggu kedepan.

 

 

Sumber: fxstreet.com