Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Apa Itu Tembaga, Sebuah Panduan untuk Pasar Tembaga

Apa Itu Tembaga, Sebuah Panduan untuk Pasar Tembaga

Tembaga merupakan salah satu logam paling serbaguna dan banyak digunakan di dunia, ia juga merupakan aset yang banyak ditrade dalam pasar komoditas utama. Dalam artikel ini, kita akan mencari apa itu tembaga dan sejarahnya serta apa yang memengaruhi harga tembaga dan tips untuk trading dengan tembaga.

 

APA ITU TEMBAGA

Tembaga digunakan untuk berbagai penerapan dari pupuk sampai perhiasan dan rumah tangga. Sebuah konduktor panas dan mengandung listrik yang kuat dan lentur, yang membuatnya menjadi komponen penting dalam peralatan listrik seperti kabel dan motor, dan dalam konstruksi pipa dan tabung. Tembaga juga digunakan dalam logam campuran seperti kuningan dan perunggu, di mana ia memiliki penerapan lebih lanjut seperti ritsleting, katup, dan ornamen.

Baca juga: Trading Tembaga: Tips dan Strategi Trading Tembaga

 

SEJARAH TEMBAGA

Sejarah tembaga dimulai dari sekitar 10.000 tahun, pada masa zaman perunggu, tembaga merupakan logam pertama yang melebur. Pada masa ini, ketika sistem trading komersil berlangsung berdasarkan barter, nilai tembaga diukur dengan nilai makanan, minuman anggur, hewan ternak, dan logam alternatif.

Tembaga sudah lama digunakan bersamaan dengan emas dan perak untuk dijadikan koin sejak zaman Romawi, tetapi nilai rendah yang melekat pada tembaga membuatnya tidak pernah dianggap sebagai standar moneter.

Maju pada abad ke-20, tembaga telah digunakan di seluruh dunia dalam berbagai sektor. Hasilnya, harag tembaga menjadi semakin berkaitan dengan penerapan industrinya dalam sektor yang telah disebut di atas.

Ledakan komoditas di tahun 2000-an membuat harga tembaga melonjak secara dramatis, dari sekitar $1/lb pada awal 2004 hingga $4/lb dari bulan Mei 2006. Grafik di bawah menggambarkannya, pergerakan harga yang besar lainnya selama tahun-tahun berikutnya, dan alasan pergantiannya.

HARGA EMAS (PERTENGAHAN 2013 HINGGA 2019)

 

SIAPA PENGHASIL TEMBAGA TERBESAR

Penghasil tembaga dengan volume terbesar berdasarkan negaranya yaitu Chili, Peru, dan Cina. Chili memang bertanggung jawab untuk lebih dari dua kali lipat produksi produsen terbesar berikutnya, sedangkan Peru yang sebelumnya memproduksi 5,8 juta metrik ton tahun 2018 dibandingkan dengan Peru sebanyak 2,4 juta. Sepuluh produsen teratas, diiringi produksi mereka tahun 2018 dalam metrik ton yaitu sebagai berikut:

Chili – 5,8 juta

Peru – 2,4 juta

Cina – 1,6 juta

Amerika Serikat – 1,2 juta

DR Kongo – 1,2 juta

Australia – 0,95 juta

Zambia – 0,87 juta

Indonesia – 0,78 juta

Meksiko – 0,76 juta

Rusia – 0,71 juta

Sumber, Statista 2018

Berdasarkan perusahaannya, pada tahun 2019, pemain terbesar dalam pasar tembaga adalah Coldeco Chili, Freeport-McMoRan di Amerika, dan pertambangan raksasa Inggris-Austrlia yaitu BHP Billiton.

 

APA YANG MEMENGARUHI HARGA TEMBAGA

Harga tembaga dipengaruhi oleh beberapa faktor berdasarkan pertimbangan penawaran dan permintaan, serta pandangan terhadap logam alternatif.

Penawaran (pemasok)

Harga dapat dipengaruhi oleh geopolitik dan bencana alam yang secara perlahan memperlambat hasil pertambangan, seperti mogok pekerja dan gempa bumi.

Permintaan

Permintaan didorong oleh negara pengimpor netto yang mengimpor lebih banyak tembaga (atau barang dan jasa lainnya) dibandingkan ekspor mereka. selama 100 tahun terakhir, permintaan terhadap tembaga mengalami peningkatan hampir 20 kali lipat karena negara berkembang yang menggunakannya untuk memperluas infrastruktur mereka dan meningkatkan ekonomi mereka.

Selain itu, harga tembaga juga dikaitkan dengan pasar perumahan domestik, karena industri bangunan rumah yang menggunkan logam dalam jumlah yang banyak. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi pasar perumahan seringkali memengaruhi harga tembaga seperti gaji non-pertanian, nilai hipotek, dan GDP.

Logam Alternatif

Terakhir, substitusi logam alternatif juga dapat memengaruhi harga tembaga. Jika harga tembaga meningkat terlalu besar, pembeli akan mencari alternatif yang lebih murah dan permintaan akan menurun. Misalnya, pada pertengahan tahun 2000-an, meningkatnya harga tembaga menyebabkan peningkatan dalam penggunaan alumunium pada kabel dan produksi mobil.

Baca juga: Trading Rasio Emas-Perak: Tips dan Strategi

 

BAGAIMANA TRADE DENGAN TEMBAGA

Tembaga dapat ditrade dalam berbagai cara, dari future dan option tembaga dalam pasar komoditas hingga dengan exchange-traded funds (ETFs). Apabila diizinkan, spread betting dan CFD trading juga dapat digunakan untuk berspekulasi apakah harga tembaga akan naik atau turun. Baca lebih lanjut mengenai cara trade dengan tembaga dan temukan strategi analisis teknis yang dapat membantu anda untuk trade dengan komoditas ini dengan lebih konsisten.

Alasan untuk trade dengan tembaga

Alasan untuk trade dengan tembaga sedikit berbeda dengan emas dan perak. Meskipun tembaga terkanal di kalangan trader dan memiliki berbagai kegunaan, tetapi tembaga memiliki pasokan yang berlimpah. Jadi, meskipun emas dan perak memiliki nilai yang melekat, harga tembaga justru saling berkaitan dengan kegunaannya.

Harga tembaga dapat dilihat sebagai ukuran kesehatan ekonomi, itulah mengapa tembaga telah memperoleh reputasi dengan gelar Ph.D. dalam ekonomi, dan julukan “Doktor Tembaga. Maka dari itu, trader memiliki peluang untuk mengambil posisi pada tembaga berdasarkan pandangan mereka terhadap pertumbuhan dunia dan GDP.

Namun, berspekulasi terhadap harga tembaga juga memiliki risiko, ekonomi seperti mengalami perlambatan pasar. Trader komoditas juga perlu mempertimbangkannya, pasokan tembaga juga terbatas seperti semua logam lainnya – diyakini bahwa cadangan dunia bisa saja habis dala 60 – 70 tahun ke depas.

 

 

Sumber: dailyfx.com