Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Apa yang Menyebabkan Krisis Mata Uang?

Apa yang Menyebabkan Krisis Mata Uang?

Ungkapan “krisis mata uang” seringkali dilontarkan, dan sayangnya tidak selalu dengan cara yang benar. Namun, ada beberapa hal seperti krisis mata uang, dan dalam artikel ini saya akan memberi anda suatu gambaran mengenai apa itu krisis mata uang sebenarnya.

Krisis mata uang pada dasarnya merupakan situasi dimana spekulator yang mendorong nilai mata uang, menyebabkan depresiasi mendadak dan drastis. Ketika ini terjadi, seluruh perekonomian merasakan akibat dari jenis perubahan yang mendadak ini, dan itu dapat menyebabkan masalah keuangan yang besar. Krisis mata uang dapat terjadi karena beberapa alasan, seperti keputusan yang dibuat dalam kebijakan moneter. Krisis mata uang juga memiliki latar belakang politik. Salah satu contoh politik yang menyebabkan krisis mata uang baru-baru ini adalah kasus krisis lira Turki, yang telah merugi lebih dari sepertiga nilainya dalam beberapa bulan terakhir karena perubahan politik dan hilangnya kepercayaan pada bank sentral Turki.

Hal ini jelas memiliki konsekuensi yang berpengaruh besar bagi populasi umum. Meskipun jenis situasi ini ekstrim, itu terjadi dari waktu ke waktu.

Baca juga: Pasangan Mata Uang Mana yang Harus Saya Perdagangkan?

 

Anatomi krisis mata uang

Krisis mata uang bisa terjadi karena beberapa faktor yang berbeda. Biasanya, ini berasal dari beberapa jenis situasi politik, ancaman ekonomi, atau bahkan mungkin kesalahan yang dilakukan oleh bank sentral lokal. Disamping itu, peperangan juga bisa ikut berperan. Terlepas dari alasannya, hasil akhirnya selalu sama: yaitu mata uang kehilangan jumlah nilainya secara masif dalam waktu yang sangat singkat. Ini menciptakan ketidakstabilan yang  ekstrim pada nilai tukar, dan inflansi bagi penduduk lokal. Ini berati bahwa jumlah pembelian mata uang yang sama lebih sedikit dari sebelumnya. Karena kasus tersebut, dan jika negatifitas di sekitar mata uang tidak berubah, itu menjadi siklus yang memberi umpan sendiri.

Ketika hal ini terjadi, ini sangat menyulitkan perekonomian negara untuk membiayai pengeluaran modalnya. Untuk melawan ini, bank sentral akan menaikkan suku bunga untuk mengimbangi tekanan downward yang telah ditempatkan para spekulator pada mata uang. Teori yang berlaku bahwa jika suku bunga lebih tinggi, itulah reward untuk para trader karena memegang mata uang tersebut, mendorong nilainya lebih tinggi. Untuk menaikkan suku bunga, bank sentral akan menjual cadangan devisanya, yang akan menyusutkan pasokan uang dari negara mereka sendiri dan membuat aliran modal. Itu juga akan menahan pembayaran yang diterima dalam mata uang domestik untuk meningkatkan permintaan terhadap mata uang tersebut. Sayangnya, banyak bank sentral kecil di seluruh dunia telah mempelajari bahwa mengandalkan mata uang miliknya sendiri hampir tidak mungkin dalam jangka panjang karena terbatasnya cadangan devisa yang mereka miliki. Di samping itu, anda juga memiliki masalah ekonomi yang bermacam-macam yang bisa datang ke dalam skenario tersebut.

Devaluasi juga bisa disebabkan oleh bank sentral. Baru-baru ini, Venezuela telah melakukan ini dengan hanya menghapus beberapa angka nol dari bolivar. Bank sentral pada dasarnya telah meningkatkan nilai tukar tetap, yang pada akhirnya harus membuat barang-barang domestik relatif murah daripada barang-barang asing. Namun, Venezuela menemukan dirinya dalam situasi yang tidak bisa dipertahankan, dengan inflansi yang mungkin bergerak setinggi 1,000,000% dalam teori, meningkatkan permintaan lokal terhadap produk lokal adalah harapan orang-orang yang akan terjadi ketika metode ini diterapkan.

Defisit keuangan yang besar juga dapat menciptakan krisis mata uang, meskipun ironisnya, Amerika Serikat tidak terlihat memiliki masalah ini. Mungkin karena itulah greenback merupakan devisa mata uang dunia. Dan lagi, ada banyak negara kecil di seluruh dunia yang telah terpukul dalam situasi ini. Biasanya, pencetakan uang yang berlebihan adalah penyebabnya. Namun, lebih dari sekali kekacauan politik menjadi penyebabnya. Jika suatu negara terlihat siap untuk jatuh, mata uangnya bisa sedikit berubah menjadi spiral kematian.

Baca juga: Bagaimana melakukan Short Forex: Penjelasan Mata Uang Short Selling

 

Mata uang yang dapat dikonversi

Suatu negara memerlukan mata uang yang dapat dikonversi untuk menghindari potensi krisis mata uang, dan ini biasanya dikelola dengan kebijakan cerdas bank sentral yang menjaga pencetakan uang dalam jumlah yang minimal. Namun, ada beberapa pengecualian penting – Amerika Serikat akan menjadi contoh utama. Meskipun dalam teorinya itu akan terlihat bahwa memiliki nilai tukar yang tetap bisa mencegah krisis mata uang, suku bunga yang berfluktuasi sering kali lebih berhasil bagi mata uang, karena itu memperbolehkan pasar untuk menetapkan nilainya. Beberapa bank sentral di seluruh dunia telah mencoba untuk mempertahankan standar mata uang terhadap para spekulator, yang pada akhirnya hanya gagal  setelah menghabiskan milyaran.

Krisis mata uang menghancurkan perekonomian lokal manapun. Namun, trader forex memiliki keuntungan karena bisa mendapatkan profit dari jenis pergerakan ini, seringkali cukup lebih cepat daripada yang mereka antisipasi. Saya ingat pernah kekurangan pasangan USD/JPY pada tahun 2007 ketika bagian pertama krisis perumahan di Amerika Seikat dimulai. Karena uang mengalir kepada keamanan relatif yen Jepang. Saya menyerah dengan ratusan pips sebelum saya tahu apa yang telah terjadi.

Jelas, itu berhasil pada kedua arah. Spekulator akan sering berderet sebelumnya untuk mengantisipasi potensi devaluasi mata uang. Sebagai contoh, Bank Nasional Swiss telah mematok Swiss franc di €1.20 untuk waktu yang lama. Para spekulator dengan mudahnya membeli pasangan mata uang setiap kali ia menutup level itu, karena mereka tahu bahwa SNB telah mengandalkannya. Namun, suatu hari mereka tiba-tiba menjauh, dan hal selanjutnya yang anda tahu dasarnya telah jatuh. Beberapa orang yang terhapus pada proses, sebagai kurangnya dukungan yang tiba-tiba membuat pasar melemah. Faktanya, ketika pergerakan ini telah terjadi pada bulan Januari 2015, butuh waktu tiga tahun hanya untuk kembali ke wilayah umum yang sama dimana kita jatuh. Devaluasi mata uang dan krisis mata uang dapat menjadi brutal dan sangat tiba-tiba. Namun, jika anda berada di sisi trade yang tepat seperti itu, itu bisa membuat tahun keseluruhan anda.

Di akhir hari ini, krisis mata uang bisa diprediksi dalam beberapa situasi, dan meskipun itu  bisa menyebabkan masalah yang serius di dunia nyata, mereka juga bisa menciptakan kesempatan yang bagus bagi Forex trader. Berhati-hatilah pada potensi kerugiannya juga, seperti yang terjadi pada krisis SNB, dan oleh karena itu rencanakan trade dan strategi anda.

 

Sumber: dailyforex.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda