Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Apakah Volume di Pasar Forex Berguna

Apakah Volume di Pasar Forex Berguna

Sebagai trader, kita selalu mencari data yang berguna yang mampu memberikan kita keunggulan ekstra. Bahkan hal itu lebih besar untuk trader yang fokusnya pada harga/teknis dimana semua yang kita punya adalah pembukaan, titik tinggi, titik rendah, dan penutupan pasar (atau tick data, tetapi biasanya akan berakhir dalam beberapa transformasi yang mirip seperti data OHLC). Tentu saja ada ribuan indikator, tetapi ini semua hanya transformasi data harga tersebut.

Sekarang ini, banyak sekali volume pasar yang dapat menjadi kegunaan ekstra untuk itu. Kita tahu apabila ada trading yang berat selama beberapa waktu atau tidak memberikan informasi yang berguna. Hal ini bisa digunakan sebagai suatu penyaring untuk sinyal trade yang mencari volume yang kuat contohnya pada breakout. Namun, ada juga sepasang volume berdasarkan indikator yang menggabungkan volume dengan cara yang bermanfaat.

Pada pasar future, ketika anda melihat volume yang benar-benar anda lihat berapa banyak kontrak yang telah ditrade pada bursa selama periode waktu tersebut. Anda akan melihat semuanya dari seluruh anggota pasar di pasar

Pada pasar future, sebenarnya anda benar-benar melihat berapa banyak kontrak yang sudah melalui trade di bursa dalam periode waktu tersebut ketika anda melihat volume. Anda akan melihat semuanya dari seluruh pelaku pasar di dalam pasar tersebut, hal ini karena hanya ada satu bursa.

Baca juga: Apa Metode Terbaik Untuk Analisis Trading Forex?

Namun, trading forex bersifat desentralisasi, seperti trading OTC. Tidak ada satupun tempat yang terlihat untuk mengamati volume pasangan mata uang yang sebenarnya. Itulah mengapa hal ini sering dianggap bahwa volume yang disediakan oleh broker anda sangat tidak berguna. Semua yang akan anda lihat adalah volume trading yang terjadi pada broker anda, baik di antara klien dan penyedia likuiditas dalam ECN atau apabila anda melakukan trading pada pembentuk pasar antara broker anda serta kliennya. Namun, trader retail tidak akan menggerakkan pasar karena volumenya yang sepenuhnya tidak memiliki arti dalam pasar yang besar.

Tentu saja, trader institusional yang bertanggung jawab pada volume yang penting sekali untuk tidak melakukan trade pada broker retail. Mereka berada pada Reuter, EBS, atau hanya melakukan trading secara langsung dengan bank/institusi lainnya. Jadi, bila anda melihat volume yang terjadi pada broker retail anda, hal itu berarti informasi yang tidak berguna, kan? Itulah yang saya pikirkan juga sehingga saya tidak pernah mengambil pusing mengenai volume FX.

Hingga saat ini, ketika data volume CLS FX telah tersedia untuk kostumer retail di Quandl. CLS mengerjakan layanan penyelesaian FX paling besar di dunia, maka dari itu mereka memiliki informasi yang kita cari. Volume trading Forex institusional, volume yang sebetulnya berperan penting dan menggerakkan pasar. CLS melakukan pekerjaan yang hebat di sini sekarang dan seperti biasa mudah sekali menggunakan data melalui Quandl. Jadi, apabila anda mampu membelinya, menurut saya data tersebut merupakan data volume forex terbaik yang bisa anda dapatkan dan juga harganya sangat sepadan.

Jadi setelah data volume aslinya tersedia, tentu saja saya sangat senang dan penasaran. Mungkin inilah waktunya untuk melihat data volume lainnya dalam pasar Forex. Bagaimanakah cara membandingkan data volume CLS dengan data broker yang berbeda? Apa yang sebenanrya anda lihat dari broker anda? dan bagaimana cara membandingkannya dengan kontrak Future?

Dua broker yang menawarkan data volume dan saya telah memiliki API yang dikoneksikan yaitu Oanda dan Dukascopy. Jadi, saya telah menginstal datanya, menyatukan keduanya pada periode waktu harian yang sama dan membandingkannya. Hal yang mengejutkan saya pertama kali adalah mereka hampir identic (90% berhubungan). Jadi, saya memutuskan untuk lebih jauh mempelajari tentang data tersebut dan menemukan bahwa apa yang mereka sediakan sebenarnya adalah data “volume tick”. Hal ini berarti kapanpun muncul kutipan baru dari sumber yang mereka gunakan (mungkin saja Oanda menggunakan Reuter dan menyajikan data lainnya yang sama, Dukascopy barangkali menawarkan trading ECN menggunakan kutipan dari tiap penyedia likuiditasnya) yang akan membuat volume bergerak lebih tinggi. Hal itu tentu saja meningkatkan kemungkinan data volume mereka dengan kuat yang sebenarnya berguna. Hal ini berarti apa yang kita lihat bukanlah sesuatu yang tengah terjadi diantara mereka dan kliennya, tetapi pada sumber data kutipannya. Ada benarnya bahwa hal itu informatif.

Namun, benarkah? Sebagai trader, kita tidak pernah memiliki keinginan untuk mengandalkan asumsi, kita menginginkan angka aslinya yang membuktikan gagasan kita itu benar atau salah. Jadi, mari cari tahu! Langkah pertama untuk mendapatkan salah satu sampel data CLS secara gratis sudah tersedia di Quandl. Saya memilih data harian GBP/JPY dan membandingkannya dengand data volume tick Quanda.

Pertama-tama, angka absolut aslinya tentu saja sangat berbeda. Apabila itu yang anda butuhkan, maka hanya CLS solusinya. Namun sebagai trader, apa yang biasanya kita inginkan adalah “apakah volume hari ini berada di atas atau di bawah rata-rata?” atau “apakah beberapa deviasi standar untuk volume hari ini berada di atas atau di bawah rata-rata?” dan seterusnya. Untuk ini, kita akan baik-baik saja selama datanya benar pada basis yang ternormalisasi.

Inilah grafik volume GBP/JPY dari CLS dan Oanda yang direncanakan pada dua sumbu Y (CLS kiri dan Oanda kanan):

Jadi sekali lagi, benar bila angka absolutnya sangat berbeda, tetapi relatifnya adalah mencari kenaikan/penurunan volume dan sebagian besar lonjakannya terlihat cukup mirip.

Baca juga: Bagaimana Cara Trading Forex Dipunguti Pajak

Melihat data yang sama menunjukkan persennya berubah tiap harinya membuat hal ini menjadi lebih jelas:

Ada perbedaannya sekarang, tetapi seperti yang anda bisa lihat, mereka sangat berkorelasi. Yang menuntun saya untuk membuat kesimpulan bahwa data broker FX mungkin saja ada gunanya.

Gagasan saya selanjutnya yaitu membandingkan salah satu pasar spot forex dengan pasar future. Saya memilih spot FX AUD/USD, sekali lagi dengan menggunakan data Oanda dan Australian Dollar Future (6A) yang telah melalui trade pada CME.

Sekali lagi, secara relatif melihat persen volume yang berubah dari hari ke hari sampai kami mendapatkan konfirmasi lain:

 

Sumber: fxstreet.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda