Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Bagaimana Leverage Bekerja dalam Pasar Forex

Bagaimana Leverage Bekerja dalam Pasar Forex

Leverage adalah menggunakan uang yang dipinjam (disebut modal) untuk berinvestasi pada mata uang, saham, atau sekuritas. Konsep leverage sangat umum dalam trading forex. Dengan meminjam uang dari broker, investor bisa trade posisi yang lebih besar pada mata uang. Akibatnya, leverage memperbesar pengembalian dari pergerakan yang menguntungkan dalam nilai tukar mata uang. Namun, leverage adalah double-edged sword yang berarti itu juga bisa memperbesar kerugian. Sangat penting bahwa trader forex mempelajari bagaimana untuk mengelola leverage dan menerapkan strategi manajemen risiko untuk mengurangi kerugian forex.

 

KUNCI PENTING

  • Leverage, yang mana menggunakan uang yang dipinjam untuk investasi, sangat umum dalam trading forex.
  • Dengan meminjam uang dari broker, investor bisa trade posisi yang lebih besar pada suatu mata uang.
  • Namun, leverage adalah double-edged sword yang berarti itu juga bisa memperbesar kerugian.
  • Banyak broker mensyaratkan persentase trade untuk disimpan secara tunai sebagai jaminan, dan persyaratan itu bisa lebih tinggi untuk mata uang tertentu.

Baca juga: Menyulap Otak Anda Dengan Keputusan Manajemen Trading Forex yang Lebih Baik

 

Memahami Leverage dalam Pasar Forex

Pasar forex merupakan yang terbesar di dunia dengan lebih dari $5 triliun nilai pertukaran mata uang yang terjadi setiap hari. Trading forex melibatkan pembelian dan penjualan nilai tukar mata uang dengan tujuan agar nilai tukar akan bergerak sesuai keinginan trader. Nilai mata uang forex dikutip atau ditampilkan sebagai harga penawaran dan permintaan dengan broker. Jika seorang investor ingin go long atau membeli mata uang, mereka akan mengutip harga permintaan, dan ketika mereka ingin menjual mata uang, mereka akan mengutip harga penawaran.

Contohnya, seorang investor mungkin membeli euro versus dolar AS (EUR/USD), dengan harapan bahwa nilai tukar akan naik. Trader tersebut akan membeli EUR/USD di harga permintaan $1.10. Asumsikan nilai bergerak sesuai keinginan, trader akan melepas posisinya beberapa jam kemudian dengan menjual kembali jumlah EUR/USD yang sama ke broker menggunakan harga penawaran. Perbedaan antara nilai tukar beli dan jual akan menunjukkan keuntungan (atau kerugian) pada trade.

Para investor menggunakan leverage untuk menambah profit dari trading forex. Pasar forex menawarkan salah satu dari jumlah leverage tertinggi yang tersedia untuk investor. Leverage pada dasarnya pinjaman yang diberikan kepada investor dari broker. Akun forex trader didirikan untuk memungkinkan trading pada margin atau dana pinjaman. Beberapa broker mungkin membatasi jumlah leverage yang digunakan di awal dengan trader baru. Dalam sebagian besar kasus, trader dapat menyesuaikan jumlah atau ukuran trade berdasarkan leverage yang mereka inginkan. Namun, broker akan mensyaratkan persentase dari jumlah nosional trade yang akan disimpan di akun sebagai uang tunai, yang disebut margin awal.

 

Leverage Forex dan Ukuran Trade

Margin awal yang dibutuhkan oleh setiap broker bisa bervariasi, tergantung pada ukuran trade. Jika seorang investor membeli EUR/USD senilai $100.000, mereka mungkin diminta untuk menyimpan $1.000 di akun sebagai margin. Dalam kata lain, persyaratan margin adalah 1% atau ($1.000 / $100.000).

Rasio leverage menunjukkan berapa besar ukuran trade diperbesar sebagai hasil dari margin yang dipegang oleh broker. Gunakan contoh margin awal di atas, rasio leverage untuk trade akan sama dengan 100:1 ($100.000 / $1.000). Dengan kata lain, untuk deposit $1.000, investor dapat trade $100.000 dalam pasangan mata uang tertentu.

Di bawah ini contoh persyaratan margin dan rasio leverage yang sesuai.

Persyaratan Margin dan Rasio Leverage

Persyaratan Margin Rasio Leverage
2% 50:1
1% 100:1
.5% 200:1

Rasio leverage yang setara sebagai hasil dari persyaratan margin.

Seperti yang dapat kita lihat dari table diatas, persyaratan margin yang lebih rendah, semakin besar jumlah leverage yang dapat digunakan pada setiap trade. Namun, broker mungkin mensyaratkan persyaratan margin yang lebih tinggi, tergantung pada mata uang tertentu yang ditrade. Sebagai contoh, nilai tukar untuk pound Inggris versus Yen Jepang dapat sedikit volatil, artinya itu bisa berfluktuasi dengan liar yang mengarah ke swing yang besar pada nilai tersebut. Broker mungkin ingin lebih banyak uang yang dipegang sebagai jaminan (yaitu 5%) untuk mata uang yang lebih fluktuatif dan selama periode trading yang fluktuatif.

 

Jenis-jenis Rasio Leverage

Seorang broker bisa mensyaratkan persyaratan margin yang berbeda bagi trade yang lebih besar versus trade yang lebih kecil. Seperti yang diuraikan dalam tabel di atas, rasio 100:1 berarti bahwa trader harus memiliki setidaknya 1/100 = 1% dari total nilai trade sebagai jaminan di akun trading.

Trading standar dilakukan pada 100.000 unit mata uang, jadi untuk trade dengan ukuran ini, leverage yang diberikan mungkin 50:1 atau 100:1. Rasio leverage yang lebih tinggi, seperti 200:1, biasanya digunakan untuk posisi $50,000 atau kurang. Banyak broker memperbolehkan investor untuk mengeksekusi trade yang lebih kecil, seperti $10.000 hingga $50.000 di mana marginnya mungkin lebih rendah. Namun, akun baru mungkin tidak memenuhi syarat untuk leverage 200:1.

Cukup umum bagi seorang broker untuk memperbolehkan leverage 50:1 untuk trade $50.000. Rasio leverage 50:1 berarti bahwa persyaratan margin minimum untuk trader adalah 1/50 = 2%. Jadi, trade $50,000 akan memerlukan $1,000 sebagai jaminan. Harap diingat bahwa persyaratan margin akan berfluktuasi, tergantung pada leverage yang digunakan untuk mata uang tersebut dan apa yang dibutuhkan oleh broker. Beberapa broker memerlukan persyaratan margin 10-15% untuk mata uang pasar berkembang seperti peso Meksiko. Namun, leverage yang dibolehkan mungkin hanya 20:1, meskipun jumlah jaminan meningkat.

Penting: Broker forex harus mengelola risiko mereka dan dengan demikian, dapat meningkatkan persyaratan margin trader atau mengurangi rasio leverage dan akhirnya, ukuran posisi.

Leverage pada pasar forex cenderung lebih besar secara signifikan daripada leverage 2:1 biasanya diberikan pada ekuitas dan leverage 15:1 yang diberikan pada pasar future. Meskipun leverage 100:1 mungkin tampaknya sangat berisiko, risikonya jauh lebih kecil jika Anda mempertimbangkan bahwa harga mata uang biasanya berubah kurang dari 1% selama trading intraday (trading dalam satu hari). Jika mata uang berfluktuasi sebanyak ekuitas, broker tidak akan dapat memberikan leverage sebanyak itu.

Baca juga: 3 Metode Manajemen Keuangan Dasar untuk Trading Forex

 

Risiko Leverage

Meskipun kemampuan untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan dengan menggunakan leverage yang substansial, leverage juga dapat merugikan investor. Contohnya, jika mata uang yang mendasari salah satu dari trade anda yang bergerak berlawanan dengan apa yang Anda yakini akan terjadi, leverage akan sangat memperbesar potensi kerugian. Untuk menghindari malapetaka, trader forex biasanya menerapkan gaya trading yang ketat yang meliputi: pengunaan stop-loss order untuk mengendalikan potensi kerugian. Stop-loss adalah trade order dengan broker untuk keluar dari posisi di level harga tertentu. Dalam cara ini, trader dapat menutup kerugian pada trade.

 

 

Sumber: investopedia.com

Broker News

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda