Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Cara Melakukan Short Selling Saham Ketika Trading di Kondisi Pasar yang Menurun

Cara Melakukan Short Selling Saham Ketika Trading di Kondisi Pasar yang Menurun

 

Melakukan shorting stock berarti menjual saham pinjaman dengan mengantisipasi untuk kembali melakukan pembelian terhadap saham yang sama dengan harga tertentu yang bernilai lebih rendah dan mengantongi selisihnya. Short selling merupakan bagian dari rencana trader aktif yang bersifat normal karena mampu memberikan keuntungan kepada trader dari pasar yang memiliki pergerakan bagus dan pasar yang bergerak turun. Artikel ini akan menggunakan beberapa contoh untuk menjelaskan definisi short selling, mengapa short selling penting, dan daftar mengenai hal-hal penting yang perlu dipertimbangkan ketika melakukan short selling saham.

 

DEFINISI SHORT SELLING DAN ALASAN MELAKUKANNYA

Short selling merupakan suatu proses meminjam saham melalui broker, menjual saham tersebut dengan harga pasar terkini, dan kemudian membeli saham itu kembali dengan harga yang lebih rendah agar bisa mengembalikan saham tersebut kepada broker.

Mengapa short stock? Jawaban untuk pertanyaan ini sangat berlapis-lapis, tetapi umumnya, shorting stock memberikan sebuah peluang menurunnya harga saham pada trade.

Bagi beberapa orang, short selling agak terlihat tidak baik, hal ini karena pada dasarnya anda berpikir bahwa harga saham suatu perusahaan akan jatuh yang akan membuat pemotongan harga dalam skala besar yang memengaruhi proses pada banyak rumah tangga. Bagi beberapa orang yang lain, short selling menunjukkan sebuah peluang untuk berspekulasi mengenai saham yang dinilai terlalu tinggi atau untuk memberikan keuntungan dari penjualan berskala besar suatu perusahaan yang tidak mengindahkan moral.

Saat ini, selain trader retail, ada banyak hedge fund yang mapan yang berfokus pada short selling atau melakukan ‘shorting’ pada berbagai perusahaan. Beberapa short seller (penjual) mengeluarkan penelitiannya mengenai perusahaan yang diduga telah melaporkan angka palsunya dalam publikasi laporan perusahaan atau di mana pun yang terdapat cukup bukti mengenai korupsi pada praktik bisnis.

Sebelum menyelam ke dalam dunia short selling, kami merekomendasikan anda sebuah ulasan mengenai dasar-dasar pasar saham.

Baca juga: PENGERTIAN SAHAM DIVIDEN & CARA KERJANYA

 

HAL-HAL YANG TERCAKUP SHORTING STOCK

Tahap ini mungkin berguna untuk membedakan antara short selling saham pada pasar yang mendasarinya (non-leverage) dan melakukan shorting (menjual atau mengambil posisi jangka pendek) melalui broker yang menawarkan leverage.

Pendekatan tradisional ini telah ditetapkan di atas, yaitu short seller (penjual) akan meminjam saham dari broker, menjual saham tersebut, dan kemudian membeli kembali saham dengan harga yang sudah dipotong untuk mengembalikannya pada broker.

Namun, kemunculan trading leverage telah menyederhanakan proses ini pada titik di mana shorting stock hanyalah satu persoalan tentang mengeklik tombol ‘jual’ untuk saham yang diinginkan di platform online.

Melakukan shorting stock dengan cara ini meliputi:

  1. Broker yang teratur: penting untuk melakukan trade dengan broker teratur yang menawarkan sedikit leverage atau tanpa leverage.
  2. Likuiditas/Pinjam: untuk melakukan short stock, broker perlu memiliki cukup ‘pinajaman’. Pinjam mengacu untuk memiliki kumpulan penyedia likuiditas yang bersedia meminjamkan saham yang diperlukan oleh broker untuk persyaratan hedge internalnya. Apabila tidak ada pinjaman, broker tidak bisa lagi memberikan fasilitas short selling dan akan menonaktifkan fungsi short selling hingga ada cukup pinjaman untuk dikembalikan ke pasar. Saham yang lebih likuid cenderung memberikan pinjaman yang lebih besar dibandingkan saham yang tidak likuid.
  3. Menentukan parameter risiko: ketika terdapat cukup pinjaman, lakukan analisis yang diperlukan, tentukan stop dan limit, kemudian tekan tombol ‘jual’ di platform online tersebut.

 

CARA MELAKUKAN SHORT SELL SAHAM

Langkah-langkah berikut ini bisa diikuti ketika melakukan shorting stock:

  1. Seleksi pasar yang diinginkan
  2. Konfirmasi pasar dengan trend yang menurun
  3. Tentukan stop loss dan limit (rasio risiko penghargaan)
  4. Masuki trade jangka pendek
  5. Trade akan selesai setelah stop atau limitnya tercapai

Trader bisa menggunakan 200 day moving average atau menggunakan trendline untuk mengevaluasi apakah sahamnya berada dalam ruang lingkup trend.

Proses short selling bisa dibentuk lebih jelas dengan menggunakan angka asli dalam bentuk contoh yang praktis.

 

CONTOH SHORT SELLING

Katakanlah bahwa seorang short seller ingin menjual 10 saham Apple Inc karena ia yakin bahwa harga saham akan menurun dalam waktu dekat. Apabila harga Apple sebesar $20 dan persyaratan margin sebesar 50%, hal ini memiliki arti bahwa trader akan mengendalikan saham Apple sebesar $200 ($20 x 10 saham) saat hanya menetapkan $1000 ($200 x 0,5) sebagai margin.

Short seller akan mentapkan target pada harga $17 dan stop pada $21 dengan menetapkan rasio risiko penghargaan 1:3. Apabila harga mencapai target, maka short seller bisa mendapatkan hampir $300 ($30 x 10 saham), dengan dikurangi biaya dan komisi pembayaran.

Nilai nominal trade = $2000

Margin = 50% ($1000)

Pendapatan setelah mengambil keuntungan = $300 ($30 x 10 saham)

Potensi rugi = $100 ($10 x 10 saham)

Contoh ini juga memberikan skenario yang ideal, tetapi pasar keuangan seringkali tak bisa diprediksi dan tidak bergerak sesuai yang disajikan di sini. Karena alasan inilah trader perlu mengadopsi praktik manajemen risiko yang baik dari awal.

RISIKO KETIKA MELAKUKAN SHORT SELLING SAHAM

Saat mempelajari cara melakukan short selling, penting sekali untuk mengingat hal-hal berikut:

  • Potensi rugi yang tak berakhir – posisi jangka pendek tanpa stop, secara teoritis memiliki potensi rugi yang tak berakhir. Tidak ada batasan harga suatu saham bisa naik yang selanjutnya harus digarisbawahi betapa pentingnya stop.
  • Tekanan singkat – tekanan singkat akan muncul ketika trader jangka pendek menyaksikan hargannya naik (kontras terhadap apa yang diharapkan) dan menyebabkan kerugian yang nantinya akan mendorong trader untuk membeli (untuk melakukan penutupan trade) dengan harga yang lebih tinggi dan kemudian rugi. Harga akan memperoleh lebih banyak kenaikan momentum karena lebih banyak short seller (penjual) yang membeli untuk menutup posisi mereka.

Di bawah ini merupakan contoh dari tekanan singkat dengan menggunakan US 500 (S&P 500)

  • Saham yang tak bisa dipinjam – pada pasar yang mengalami penurunan, bahkan pada saham yang paling likuid pun tidak dapat dipinjam, maka dari itu untuk mencegah pembukaan tiap posisi jangka pendek yang baru, trader perlu ingat hal ini, tetapi juga tidak boleh membiarkan hal ini mendorongnya untuk masuk terburu-buru.

 

KEY TAKEAWAYS: SHORT SELLING SAHAM

Shorting saham telah jauh lebih mudah dengan kemajuan tekonologi dan menjadi bagian dari keahlian trader. Namun, tidak seperti pasar forex, trader saham dihadapi dengan permasalahan saham yang tidak bisa dipinjam yang melarang tiap-tiap shorting saham (shorting stock). Trader hanya perlu mempertimbangkan memulai trade jangka pendek setelah melakukan analisis teknis atau fundamental yang dibutuhkan sambil mengikuti praktik manajemen risiko yang baik.

Sebagai pengingat, 5 poin penting shorting saham terbaik:

  1. Gunakan broker yang teratur: pertimbangkan untuk menggunakan broker yang teratur dan terkemuka ketika melakukan short selling saham.
  2. Trend: apabila tidak ada downtrend, trader bisa menetapkan pesanan masuk pada tingkat keuntungan jika pasar bisa mencapainya. Saham yang memiliki potensi untuk mengurangi selisih trading – terutama apabila informasi negatif masuk ke kawasan public. Dalam pasar yang memiliki pergerakan cepat, trader bisa kehilangan entri yang menguntungkan ketika berada jauh dari layar trading dan pesanan yang bisa menolong.
  3. Likuiditas/pinjaman: apakah saham trading pada bursa utama dengan sebagian besar saham yang berpindah tangan tiap harinya dikenal sebagai ‘free float’? likuiditas yang lebih besar cenderung diartikan ke dalam banyaknya pinjaman yang tersedia untuk menjual saham.
  4. Biaya pinajaman: selain biaya dana semalam berada pada posiis terbuka yang ditahan semalaman, seringkali terdapat ‘biaya pinjaman’ yang berlaku untuk posisi jangka pendek yang memungkinkan short seller mempraktikannya di pasar. Hal ini selalu menjadi ide yang bagus untuk bertanya perihal biaya seperti tadi dengan broker anda sebelum melakukan trading.
  5. Manajemen risiko: sejak trade jangka pendek memiliki rugi yang tak berakhir secara teoritis dengan keuntungannya yang terbatas (harga hanya bisa turun hingga 0), trader perlu menggunakan stop dan limit untuk memperbaiki pembayaran imbalan riisko penghargaan.

Baca juga: Memahami Saham Defensif

 

FAQ SHORT SELLING SAHAM

Apa saham terbaik untuk short selling?

Saham yang menarik bagi short seller sangat bervariasi berdasarkan industri dan sektor. Maka dari itu, tidak ada satu pun saham yang harus ditargetkan trader untuk trade jangka pendek. Short seller bisa menerapkan angka teknik analisis – terutama yang memiliki sifat fundamental – melihat rasio pendapatan dan hutang terhadap ekuitasnya, tetapi juga melihat aspek bisnis lainnya seperti struktur pengelolaan perusahaan dan kaliber manajemen senior.

Seluruh indeks saham utama bisa dilihat pada halaman indeks saham utama kami.

Berapa lama anda bisa melakukan short stock?

Tidak ada batasan mengenai lamanya waktu trader mampu menahan posisi jangka pnajang. Hal ini karena saham yang dimiliki langsung dan tidak melibatkan pinjaman saham orang lain. Di sisi lain, shorting saham melibatkan pinjaman saham yang bisa ditarik oleh broker kapan pun. Tidak ada ketentuan lamanya waktu yang biasanya dapat dilakukan trader untuk menahan jangka pendek dan hal ini tergantung secara keseluruhan pada kondisi pasar saat itu dan kapan pemilik saham ingin melakukan likuidiasi terhadap saham tersebut.

 

Sumber: dailyfx.com 

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda