Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Cara Menemukan Trend dan Trading Downtrend di Pasar Apapun

Kebanyakan orang mencari investasi yang harganya mengalami kenaikan atau akan mengalami kenaikan. Gaya trading ini berusaha untuk memperoleh keuntungan dari uptrend harga. Namun, uang juga dapat dihasilkan ketika harga asetnya turun yang disebut dengan downtrend. Hal ini dapat diperoleh melalui short-selling. Mampu melihat downtrend yang menghemat uang anda – menunjukkan kepada anda untuk keluar dari aset yang sebelumnya anda beli, jadi semua keuntungan tidak terkikis oleh jatuhnya harga. Kunci Penting
  • Downtrend diartikan dengan lower low dan lower high pada tiap gelombang impuls dan koreksi.
  • Jika anda memperhatikan uptrend yang mulai menetapkan lower low dan lower high, anda mungkin menemukan bentuk downtrend.
  • Downtrend dapat muncul di tiap timeframe, seperti menit, hari, dan tahun.
  • Cara terbaik untuk trade downtrend yaitu dengan mengambil posisi bearish di puncak koreksi, masuk ke posisi tepat ketika lower high baru ditetapkan.

STRUKTUR HARGA DOWNTREND

Jika saham menurun dari $10 sampai $9,50; relinya menjadi $9,75; kemudian turun sampai $9,30; tiap tiga pergerakan tersebut adalah gelombang harga. Untuk lebih mengidentifikasi struktur tren downward, beberapa analis mengelompokkan berbagai pergerakan harga. Misalnya, beberapa orang akan berkata bahwa downtrend terdiri dari dua jenis gelombang harga: impuls dan koreksi. Gelombang impuls bernilai lebih besar: $10 sampai $9,50 dan $9,75 sampai $9,30. Gelombang koreksi bernilai lebih kecil: $9,50 sampai $9,75. Inilah bagaimana trend dibentuk, dan bagaimana harga menghasilkan kemajuan pada satu arah atau lainnya. Jika terdapat gelombang impuls ke bawah yang diikuti oleh gelombang koreksi (lebih kecil) ke atas, maka harga berhasil membuat kemajuan ke arah bawah secara keseluruhan. Downtrend berlanjut selama gelombang impuls muncul ke sisi bawah dan gelombang koreksi yang lebih kecil muncul ke arah atas. Grafik yang terlampir menunjukkan downtrend. Grafik candlestick pasangan forex EURUSD menunjukkan penurunan harga yang bergelombang. Cara lainnya untuk memikirkan downtrend yaitu urutan lower high dan lower low. Bergerak dari kiri ke kanan grafik, gelombang impuls masing-masing mencapai harga yang lebih rendah dibandingkan impuls terakhir, dan harga tertinggi tiap koreksi juga bergerak ke bawah. Baca juag: Haruskah Anda Mempertahankan Posisi Day Trading Overnight?

APA YANG MEMBALIKKAN DOWNTREND

Jika downtrend merupakan deretan lower high dan lower low – atau gelombang impuls ke arah bawah dan gelombang koreksi yang lebih kecil ke arah atas – pembalikannya terjadi ketika kriteria tersebut dilanggar. Jika harganya menghasilkan higher high atau higher low, hal itu menunjukkan bahwa downtrend tengah bermasalah. Mislanya, downtrend yang berada dalam masalah jika gelombang impuls muncul ke arah atas dan diikuti oleh gelombang penurunan yang lebih kecil (higher high, higher low). Trader trend beradaptasi dengan informasi baru ketika tersedia. Harganya mungkin bergerak ke arah downtrend, memberikan sinyal bahwa downtrend tengah bermasalah, tetapi tidak lama kemudian kembali ke downtrend lagi. Atau harganya dapat bergerak secara sideways atau ke arah uptrend. Apa pun risikonya, isolasi ke arah gelombang impuls bergerak memberikan anda arah trend. Jika gelombang impuls naik dan turunnya berukuran sama, maka harga bergerak dalam kisaran (sideaways). Ketika impuls bergerak ke arah bawah, pilih short-selling pada koreksi sisi atas. Ketika impuls bergerak ke atas, pilih beli pada koreksi yang lebih rendah. Baca juga: Menemukan Sistem Trading Forex yang Akurat 100 Persen

TRADING DOWNTREND

Trend, naik dan turun, muncul di semua timeframe dan semua aset. Trade pada grafik jangka pendek (grafik centak dan/atau satu menit) dan/atau pada timeframe jangka panjang (grafik harian, mingguan, bulanan). Konsep trading trend yang sama diterapkan ketika menggunakan grafik satu menit atau grafik mingguan. Jika melihat grafik satu menit, trade diambil untuk menangkap trend kecil yang berlangsung berjam-jam (jarang), menit, atau bahakn detik. Pada grafik harian, trader mencari trade yang dapat bertahan berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Setelah gelombang impuls ke arah bawah muncul (bergerak lebih rendah dan lebih besar dibandingkan gelombang naik sebelumnya), kemungkinan downtrend baru dimulai. Maka dari itu, ketika koreksi ke arah atas berkembang, kemungkinan besar tidak akan bergerak naik ke titik awal gelombang impuls (karena gelombang koreksinya lebih kecil). Rencana short selling selama gelombang koreksi itu, berdasarkan asumsi bahwa harga akan memiliki gelombang impuls yang lebih rendah lainnya. Ada beberapa teknik untuk masuk ke trade selama gelombang koreksi. Level Fibonacci retracement membantu mengisolasi area di mana koreksi dapat berhentik dan berbalik. Metode lainnya yaitu menunggu koreksi berhenti reli, membiarkan harganya bergerak secara sideaways, dan ketika mulai menurun lagi masuk ke short trade. Contoh dari strategi ini disediakan di Bagaimana Cara Melakukan Day Trading Saham. Letakkan stop loss pada tiap trade untuk mengelola risiko dan buat strategi keluar untuk mengambil keuntungan. Selama downtrend, asumsi bahwa harga akan menghasilkan titik rendah baru… sampai hal itu tidak terjadi. Maka dari itu, target untuk keluar dari short trade dengan keuntungan ditempatkan di dekat harga terendah sebelumnya. Pada downtrend yang sangat kuat (gelombang impuls yang besar) target ditempatkan di bawah harga terendah sebelumnya. Pada downtrend yang lemah (gelombang impuls hampir tidak lebih besar dari koreksi) target ditempatkan tepat di atas harga terendah sebelumnya.

PEMBAHASAN TERAKHIR DOWNTREND

Downtrend muncul ketika gelombang yang lebih besar (impuls) muncul ke arah bawah, dan gelombang yang lebih kecil (koreksi) muncul ke arah atas. Selama downtrend, pertimbangkan short-selling selama koreksi – alat teknis dan strategi membantu mengisolasi ketika koreksi mungkin berakhir. Menggunakan stop loss untuk mengendalikan risiko, dan juga merencanakan cara keluar dari trading yang menguntungkan, kemungkinan menggunakan target harga.  

Broker News

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda