Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Cara Mengelola Rasa Takut dan Serakah dalam Trading

Cara Mengelola Rasa Takut dan Serakah dalam Trading.

 

MENGELOLA RASA TAKUT DAN SERAKAH KETIKA TRADING: POIN UTAMA PEMBICARAAN

  • Rasa takut dan serakah adalah dua pendorong yang mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari.
  • Pengaruh-pengaruh tersebut terbawa ke trading dan dapat membuat kerugian
  • Traders dapat menghapus pendorong tersebut dengan melihat gambaran besar dan rencana kedepannya

Rasa takut dan serakah sering diidentifikasi sebagai pendorong utama pasar keuangan. Ini merupakan menjelasakan penyederhanaan berlebihan, namun rasa takut dan serakah memainkan aturan penting dalam psikologi trading. Memahami kapan harus merangkul atau menjinakkan emosi tersebut dapat membuktikan perbedaan antara keberhasilan trade dan karir trading jangka pendek.

Tetap membaca untuk mempelajari lebih lanjut tentang rasa takut dan serakah dalam trading, termasuk ketika emosi tersebut kemungkinan muncul keluar dan bagaimana yang terbaik untuk mengendalikan mereka.

Baca juga: JOMO adalah FOMO Baru: Trading dengan Kegembiraan dari Kehilangan

 

FAKTA MENGENAI RASA TAKUT DAN SERAKAH KETIKA TRADING

‘Takut dan serakah’ dapat menjadi sesuatu yang biasa diantara para trader dan dapat menjadi lebih berbahaya jika tidak dikelola dengan baik. Rasa takut sering kali diamati sebagai keengganan untuk memasuki suatu trade atau menutup trade sebelum waktunya. Serakah di sisi lain memanifestasi ketika trader menambahkan lebih banyak modal untuk memenangkan trades atau pengaruh yang berlebihan dengan tujuan untuk keuntungan dari pergerakan yang kecil dalam pasar. Ada banyak sekali jejak asli dari dua pendorong tersebut, tapi kami menganalisis secara logika keserakahan dan rasa takut keduanya berasal dari bawaan naluri manusia dalam bertahan.

 

Apa itu rasa takut?

Kita tahu bahwa rasa takut agak terkait dengan naluri melawan atau lari yang ada dalam setiap orang dari kita. Itu merupakan apa yang kita rasakan ketika kita mendeteksi suatu ancaman. Trader mengalami rasa takut ketika posisi bergerak berlawanan mereka karena sikap ini mengancam akun trading.

Melihat posisi yang bergerak berlawanan anda menimbulkan rasa takut akan kenyataan kerugian itu dan trader cenderung bertahan pada posisi kerugian lebih lama dari seharusnya mereka. Faktanya, ini ditemukan sebagai kesalahan nomor satu yang diperbuat trader ketika DailyFX meneliti lebih dari 30 juta trade langsung untuk menggali sifat-sifat traders yang berhasil.

Skenario kedua dimana rasa takut cenderung untuk mendapatkan trader yang lebih baik adalah hal yang tepat sebelum memasuki pasar. Meskipun titik analisis menuju kepada masukan yang kuat, trader mungkin mendapati diri mereka terjebak oleh rasa takut rugi dan berakhir dengan berjalan menjauh dari trade yang dipikirkan dengan baik.

Rasa takut sering hadir ketika pasar telah jatuh dan trader enggan membeli di dasar. Dalam skenario ini trader sering memutuskan tidak memasuki trade untuk keluar dari rasa takut bahwa pasar akan turun lebih jauh dan kehilangan peluang naik lebih tinggi.

 

Apa itu serakah?

Serakah sangat berbeda dengan takut tapi dapat dengan mudah memasuki lahan trader karena lebih banyak kesulitan jika tidak dikelola dengan tepat. Itu cenderung muncul ketika trader memutuskan untuk mengambil keuntungan dari memenangkan trade dengan mengeluarkan lebih banyak uang untuk trade yang sama, dengan harapan bahwa pasar akan terus bergerak pada kebaikan trader.

Serakah dapat juga keluar ketika trader mengalami kerugian trade dan memutuskan untuk ‘melipatgandakan’, dengan harapan bahwa membuang lebih banyak uang dalam permasalahan akan membantu posisi naik dengan positif. Dari sudut pandang pengelolaan resiko hal ini sangat berisiko jika pasar terus bergerak berlawanan dengan trader dan dapat dengan cepatnya naik kedalam margin call.

Keserakahan telah muncul berkali-kali pada pasar keuangan. Di saat seperti itu selama gelembung dot-com dimana individual semakin banyak membeli saham internet dan nilai mereka sangat meningkat sebelum itu semua menjadi runtuh. Contoh lebih lanjut baru-baru ini adalah bitcoin; para investor menumpuk mata uang berpikir itu dapat meningkatkkan nilai sebelum itu menjadi runtuh juga.

Baca juga: Bagaimana Menangani FOMO agar Menjadi Trader yang Lebih Baik

 

BAGAIMANA MENGELOLA KESERAKAHAN DAN RASA TAKUT UNTUK MENJADI TRADER YANG SUKSES

Ada beberapa cara untuk mengambil kendali emosi anda dan memastikan rasa takut dan keserakahan tidak mempengaruhi keputusan trading anda atau keseluruhan keberhasilan.

1) Mempunyai Rencana Trading

Trader harus mempunyai rencana trading di tempat untuk menghindari impuls emosional lain yang menyimpang dari rencana. Beberapa contoh dari ini termasuk: rata-rata yang berlebihan, menghapus pemberhentian di posisi kerugian, melipatgandakan pada posisi kerugian.

2) Memperkecil Ukuran Trade

“ Salah satu cara untuk menurunkan efek emosional dari trade anda adalag menurunkan ukuran trade anda” – James Stanley, Strategist Keuangan DFX

Ini merupakan satu dari banyak poin yang baik yang dibuat dalam artikel kami yang berfokus pada mengelola emosi dari trading.

Selanjutnya, artikel ini terus menyatakan bahwa menempatkan trade yang besar pada akun demo tidak akan menghasilkan lost sleep apapun, karena tidak ada risiko keuangan yang nyata. Namun, trader pasti akan mengalami stress setelah menyaksikan penurunan harga pada trade langsung yang besar. Stress seperti itu memiliki potensi untuk mengarah kepada keputusan yang buruk yang mungkin berdampak akun trading negatif, jadi itu krusial untuk menjaga hal ini dalam pengawasan.

3) Menjaga Jurnal Trading

Para traders juga perlu untuk bertanggung jawab kepada diri mereka sendiri ketika trading. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah untuk membuat jurnal trading. Jurnal trading membantu trader untuk mencatat trades mereka dan membuat catatan apa yang bekerja dan memperbaiki strategi yang tidak bekerja dengan baik. Itu penting untuk menghilangkan semua emosi ketika mengevaluasi hasil trades anda dan memangkas strategi yang tidak berhasil.

Jika anda adalah seorang trader mata uang, bacalah pedoman kami untuk menjaga jurnal trading forex.

4) Belajar Dari yang Lain

Di DailyFX kami pergi untuk menemukan apa yang bekerja bagi para trader di masa lalu jadi yang lainnya dapat mendapatkan manfaat dari sifat-sifat itu di masa depan. Hasil dari ini adalah Sifat-sifat penelitian Trader yang sukses.

Penelitian ini menunjukkan bahwa emosi memainkan bagian yang signifikan dalam trading, karena itu rata-rata telah ditemukan, para trader kehilangan uang meskipun ada lebih banyak trade yang menang daripada trade yang rugi. Ini karena kerugian trade melebihi trade yang menang seperti trader bertahan agar lebih merugi ketika pasar berjalan berlawanan dengan mereka kemudian mereka dapat menerima jika pasar bergerak ke arah traders.

Traders dapat melihat untuk mengatasi rasa takut dan keserakahan dalam trading dengan melembagakan tesis dari penelitian ini, dinyatakan oleh David Rodriguez sebagai :

‘Para trader benar lebih dari 50%  dari waktu tapi kehilangan lebih banyak uang pada trade yang rugi kemudian mereka menang pada trade yang menang. Trader sebaiknya menggunakan pemberhentian dan batasan untuk menjalankan rasio resiko/imbalan 1:1 atau lebih tinggi.’

 

Sumber: dailyfx.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda