Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Cara Trading dengan Melawan Uang yang Lemah

Cara Trading dengan Melawan Uang yang Lemah

Hai di sana!

Stan di sini, hari ini kita akan membahas tentang topik yang sangat spesifik – trading dengan melawan “uang yang lemah”. Ada banyak sekali yang membicarakn “uang pintar”, “pelaku dalam pasar besar”, dan “kekuatan kuat” lain dari pasar, yang akan kita seimbangkan. Namun, situasi tersebut tidak selalu terlihat, kita perlu memantau ketidakseimbangan jangka pendek terhadap price action. Bahkan jika anda ingin mengikuti “uang pintar”, anda masih perlu mengelola risiko anda, menangkap peluang jangka pendek – setidaknya untuk mengidentifikasi saat yang tepat untuk masuk. Itulah yang akan kita bahas pada artikel ini.

 

Bagaimana Pergerakan “Lemah” Dapat Terjadi

Dengan pergerakan “lemah”, saya berasumsi pergerakan yang tidak memperoleh dukungan apa pun dari pasar: baik dari pelaku dalam pasar besar atau dari “orang banyak”. Pergerakan tersebut bisa terlihat dan tampak seperti sesuatu yang berarti, mereka pun dihasilkan oleh mesin trading mekanis. Jika tidak ada trader lain yang siap untuk mendukung permainan, pergerakan “lemah” tersebut akan memiliki peluang yang wajar untuk segera mungkin menghilang. Trader yang pintar mengetahuinya dan menggunakan pergerakan yang telah disebutkan di atas untuk membentuk trade intraday dengan counter-trend jangka pendek dan menggunakan risiko yang sangat terbatas.

Baca juga: “Trading Forex adalah Siapa Saya dan Itu Tidak akan Pernah Berubah” – Wawancara dengan Nenad Kerkez

 

Pembelian/Penjualan Mekanis

Jika anda melihat harga bereaksi tepat pada level tinggi (rendah) hari sebelumnya atau level tinggi (rendah) sesi trading terkini, kemungkinan besar anda akan berurusan dengan “reaksi mekanis”. Dengan kata lain, algortima trading yang cepat dapat dilibatkan dalam aksi tersebut, tetapi tidak mungkin terdapat jejak dari pelaku dengan timeframe besar.

Dugaan anda bahkan mungkin lebih bisa diandalkan jika “pergerakan mekanis” dimulai selama waktu sesi trading yang tidak aktif (contohnya, satu atau dua jam sebelum pembukaan sesi Eropa). Biasanya uang yang besar tidak memperhatikan semacam poin seperti level tinggi dan rendah dari intraday. Ada kemungkinan yang lebih besar yang bisakita amati aktivitas kekuatannya yang lebih kecil. Lebih sering memberikan kita peluang untuk menghadapi pergerakannya dibandingkan tidak, membentuk posisi yang berlawanan arah. Anda memiliki peluang sukses yang lebih besar jika trend menengah (intermediate-term) sebelumnya masih aktif dan menetang pergerakan “mekanis” seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

 

Lokasi Trade dan Perhitungan Risiko

Trading bukan hanya tentang titik masuk, tetapi kita masih perlu tahu bagaimana cara mengidentifikasinya dengan benar. Kapan pergerakan “lemah” ini berakhir? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu ingat bahwa pasar adalah tempat pelelangan: harga akan bergerak hingga pasar memandangnya tinggi (atau rendah) dengan tidak adil – trader mulai menutup posisinya segera setelahnya. Dalam kasus “pelelangan uang yang lemah”, terdapat potensi terhadap pergerakan untuk terus berkurang ketika harga mencapai refrensi berikutnya – biasanya pada level tinggi/rendah intraday atau level tinggi/rendah hari sebelumnya. Bukan berarti harga akan segera berbalik setelah mencapai titik yang telah disebut, tetapi di sana anda dapat membentuk trade counter-trend dengan risiko yang sangat terbatas (seperti yang ditunjukkan di bawah):

Pada contoh kedua, saya telah mengambil level rendah dari sesi AS sehari sebelumnya. Hal ini dilakukan karena level rendah hari sebelumnya cukup jauh dari aksi harga terkini, dan akan membutuhkan lebih dari sekadar dorongan mekanis jangka pendek untuk sampai ke sana. Seberapa luas seharusnya area untuk lokasi trading? Saya biasanya akan mengambil nilai ATR(21) dan menambahkannya pada kedua sisi titik refrensi seperti yang ditunjukkan di bawah:

Dalam kasus ini, stop loss dapat ditempatkan di luar area yang anda bangun dengan bantuan ATR(21). Ukuran lot akan bergantung pada aturan manajemen uang anda dan harus dihitung sebelum anda masuk ke posisi.

Baca juga: Menghilangkan Mitos Seputar Trading Forex

 

Ketika “Uang yang Lemah” Menang

Terkadang bukan hal yang baik untuk berlawanan dengan penjualan atau pembelian mekanis. Mungkin anda sudah menebak bahwa saya tengah membahas perihal menentang trend menengah (intermediate-trend). Jika anda memiliki salah satunya pada grafik, tidak disarankan untuk melawan aktivitas mekanis – trade semacam itu mungkin terlihat mudah, tetapi faktanya tidak. Perhatikan contoh di bawah. Harga menurun sangat cepat dan terlepas dari “ekor penjualan” (selling tail) mekanis, ada lanjutan penting setelahnya. “Uang yang lemah” akan beraksi di bawah perlindungan trend yang kuat (uang yang besar), itulah mengapa tidak baik untuk menentangnya saat itu.

Jadi, berhati-hatilah dan kelola risiko anda! Jika anda memiliki pertanyaan apa pun pada materi yang dipublikasi di sini, jangan ragu untuk mengirimkan saya pesan dari blog saya (bisa diakses dengan link pada akun saya).

Semoga beruntung!

 

 

Sumber: fxstreet.com