Channeling: Memetakan Jalan Menuju Kesuksesan

Channeling: Memetakan Jalan Menuju Kesuksesan

Channel merupakan pola grafik yang kuat namun sering diabaikan, yang menggabungkan beberapa analisis teknis untuk memberi poin potensial bagi trader untuk masuk dan keluar perdagangan serta pengendalian risiko. Langkah pertama adalah mempelajari cara mengidentifikasi channel, selanjutnya menentukan di mana dan kapan harus memasuki perdagangan, di mana menempatkan stop-loss order, dan di mana bisa take profit.

 

Kunci Penting

  • Channel bisa digambar pada grafik untuk membantu melihat uptrend dan downtrend dalam saham, komoditas, ETF, atau pasangan forex.
  • Trader juga menggunakan channel untuk mengidentifikasi titik beli dan jual potensial, serta menetapkan target harga dan titik stop-loss.
  • Ascending channel miring ke atas selama uptrend dan descending channel miring ke bawah saat downtrend.
  • Indikator teknis lainnya, seperti volume, dapat meningkatkan sinyal yang dihasilkan dari channel.
  • Berapa lama channel bertahan akan membantu menentukan kekuatan yang mendasari tren.

 

Karakteristik Channel

Dalam konteks analisis teknis, channel terjadi ketika harga aset bergerak di antara dua garis tren paralel. Garis tren atas menghubungkan harga swing high, sedangkan garis tren bawah menghubungkan posisi swing low. Channel bisa miring ke atas, ke bawah, atau ke samping pada grafik.

Jika harga menembus channel ke atas, pergerakan tersebut dapat mengindikasikan bahwa harga akan naik lebih lanjut. Misalnya, grafik di bawah ini menunjukkan channel dan breakout di saham Hyatt Hotels Corporation (H). Jika harga menembus di bawah bagian channel, di sisi lain, penurunan menunjukkan bahwa lebih banyak penjualan mungkin akan terjadi.

Gambar oleh Sabrina Jiang © Investopedia 2021

Teknik trading channel seringkali bekerja dengan baik pada saham dengan jumlah volatilitas medium, yang bisa menjadi penting saat menentukan jumlah profit yang memungkinkan dalam suatu perdagangan. Misalnya, jika volatilitas rendah, maka channel tidak akan terlalu besar, yang berarti potensi profit lebih kecil. Channel yang lebih besar biasanya terkait dengan lebih banyak volatilitas, yang berarti potensi profit lebih besar.

Baca juga: Menggunakan Grafik Renko dalam Trading Anda

 

Jenis-jenis Channel

Sebuah channel terdiri dari setidaknya empat titik kontak karena kita membutuhkan setidaknya dua nilai rendah dan dua nilai tertinggi untuk menghubungkan satu sama lain. Umumnya, ada tiga jenis:

  1. Channel yang miring ke atas disebut ascending channel.
  2. Channel yang miring ke bawah disebut descending channel. Ascending dan descending channel juga disebut sebagai trend channel karena harga bergerak lebih dominan dalam satu arah.
  3. Channel di mana garis trennya horizontal disebut horizontal channel, trading range, atau rectangle.
Gambar oleh Julie Bang © Investopedia 2020

 

Buy atau Short Channel

Channel terkadang dapat memberikan buy point dan sell point dan ada beberapa aturan untuk memasuki posisi long atau short

  • Saat harga menyentuh bagian atas channel, jual posisi long dan/atau ambil posisi short.
  • Saat harga berada di tengah channel, jangan lakukan apa pun, atau hold trading.
  • Saat harga menyentuh bagian bawah channel, tutup posisi short dan/atau ambil posisi long.

Ada dua pengecualian untuk aturan ini:

  1. Jika harga menembus bagian atas atau bawah channel, maka channel tersebut tidak lagi utuh. Jangan memulai trading lagi sampai channel baru berkembang.
  2. Jika harga mengambang di antara channel untuk jangka waktu yang lama, channel baru yang lebih sempit dapat dibuat. Pada titik ini, masuk atau keluar di dekat ujung channel yang lebih sempit.

Selama channel naik, fokuslah untuk membeli di dekat bagian bawah channel dan keluar di dekat bagian atas. Waspadalah terhadap shorting karena trennya naik. Misalnya, ascending channel digambarkan di bawah dalam saham NVIDIA Corporation (NVDA).

Gambar oleh Sabrina Jiang © Investopedia 2021

 

Selama descending channel, fokuslah untuk shorting di dekat bagian atas channel dan keluar di dekat bagian bawah. Berhati-hatilah untuk memulai posisi buy di descending channel karena trennya turun.

Bentuk lain dari analisis teknis terkadang digunakan untuk meningkatkan akurasi sinyal dari channel dan memverifikasi kekuatan keseluruhan dari pergerakan naik atau turun. Beberapa tools lain untuk digunakan saat trading channel meliputi:

  • Moving average convergence divergence (MACD) akan sering berada di dekat nol selama horizontal channel. Garis MACD yang melintasi garis sinyal juga dapat menunjukkan potensi long trade di dekat bagian bawah channel atau short trade di dekat bagian atas channel.
  • Stochastic crossover juga mungkin menandakan kesempatan membeli di dekat bagian bawah channel atau kesempatan menjual di dekat bagian atas channel.
  • Volume juga dapat membantu dalam trading channel. Volume sering lebih rendah di channel, terutama di dekat bagian tengah channel. Breakout sering dikaitkan dengan volume tinggi. Jika volume tidak naik saat breakout, ada kemungkinan besar channel akan lanjut.

 

Menentukan Level Stop-Loss dan Take-Profit

Channel dapat menyediakan kemampuan manajemen uang “built-in” dalam bentuk level stop-loss dan take-profit. Berikut adalah aturan dasar untuk menentukan poin-poin ini:

  • Jika Anda telah membeli di bagian bawah channel, keluar dan take profit di bagian atas channel, tetapi juga tetapkan stop-loss order sedikit di bawah bagian bawah channel, memungkinkan ruang untuk volatilitas reguler.
  • Jika Anda mengambil posisi short di bagian atas channel, keluar dan take profit di bagian bawah channel. Juga, tetapkan stop-loss order sedikit di atas bagian atas channel, memungkinkan ruang untuk volatilitas reguler. Berikut adalah descending channel dalam BCE Inc. (BCE) dengan stop-loss dan exit poin potensial.
Gambar oleh Sabrina Jiang ©Investopedia 2021

 

Menentukan Reliabilitas Perdagangan

Channel memberikan kemampuan untuk menentukan kemungkinan sukses dengan trading. Hal ini dilakukan melalui konfirmasi. Konfirmasi mewakili berapa kali harga telah rebound dari atas atau bawah channel. Ini adalah tingkat konfirmasi yang penting untuk diingat:

  • 1-2: channel lemah (tidak bisa diperdagangkan)
  • 3-4: channel memadai (bisa diperdagangkan)
  • 5-6: channel kuat (bisa diandalkan)
  • 6+: channel sangat kuat (lebih bisa diandalkan)

Baca juga: Mengapa profesi Trading adalah Salah Satu Profesi yang Paling Menantang

 

Memperkirakan Panjangnya Perdagangan

Jumlah waktu yang dibutuhkan perdagangan untuk mencapai selling point dari buy point juga bisa dihitung menggunakan channel. Hal ini dilakukan dengan mencatat jumlah waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perdagangan di masa lalu, kemudian rata-rata jumlah waktu untuk masa depan. Perkiraan ini didasarkan pada asumsi bahwa pergerakan harga kira-kira sama dalam hal waktu dan harga. Namun, itu hanya perkiraan dan mungkin tidak selalu akurat.

Penting: channel trading bisa terlihat berbeda tergantung pada timeframe yang dipilih. Misalnya, channel di grafik mingguan mungkin tidak terlihat di grafik harian.

 

Kesimpulan

Channel menyediakan satu cara untuk membeli dan menjual saat harga bergerak di antara garis tren. Dengan “membungkus” pergerakan harga ekuitas dengan dua garis paralel, sinya beli dan jual, serta level stop-loss dan target, dapat diperkirakan. Berapa lama channel bertahan dapat membantu menentukan kekuatan channel. Jumlah waktu yang biasanya dibutuhkan harga untuk bergerak dari tinggi ke rendah (atau rendah ke tinggi) memberikan perkiraan berapa lama perdagangan berlangsung.

 

 

Sumber: investopedia.com

Broker News

Kemenkeu Waspadai Kenaikan Harga Pangan Akibat Perang Rusia – Ukraina

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis pemulihan ekonomi tetap berlanjut di awal tahun...

Emas Mulai Rebound, Kekhawatiran Rusia-Ukraina Muncul Kembali yang Membuat Aset Safe Haven Menjadi Favorit para Investor

Harga emas naik pada hari Senin karena pertempuran di Ukraina mendorong permintaan untuk...

Emas Tetap Bernilai Apapun Fundamentalnya

Pendapat Analist Personal Pada kuartal pertama tahun ini, yaitu tanggal 8 Maret 2022,...

Market Alert! Posisi saham AS mungkin telah mencapai level tertinggi tahun ini

Tanggal 17 Maret (WIB) pukul 01:00 WIB dini hari, FOMC AS menaikkan suku bunga acuan...

Panduan Investasi yang Harus Anda baca

Mau berinvestasi tapi gak tahu jurusnya? Mulai belajar, tapi belum nemu platform yang...

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda

Popular Post this month

Broker Forex Terbaik Di Indonesia Tahun 2016

Di era internet saat ini, banyak sekali broker menyediakan fasilitas trading forex online yang...

Cara Bermain Forex untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, trading forex makin sering disebut-sebut sebagai cara mudah dan cepat untuk...

Pengertian Apa Itu Forex Trading

Apa Itu Forex? Forex, atau Foreign Exchange, adalah pasar tak terpusat dimana mata uang dunia...

Gaya Trading Forex

Gaya Trading Forex   Trading Dalam Waktu Singkat (Scalping Trade) Scalping bertujuan...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...