Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Empat Cara Untuk Mendeteksi Trend Pada Pasangan Mata Uang Forex

Empat Cara Untuk Mendeteksi Trend Pada Pasangan Mata Uang Forex

Bagaimana mengidentifikasi sebuah trend

Trend Pada Pasangan Mata Uang Forex – ada pepatah lama mengatakan “Trend adalah teman anda, sampai akhir saat itu menikung”.

Dalam trend, pergerakan dari satu harga ke lainnya mengarah ke profit dan kerugian bagi trader. Secara umum, ada empat faktor signifikan yang dapat memicu trend-trend ini. ini termasuk pasokan dan permintaan, perubahan kebijakan pemerintah, spekulasi dan ekspektasi, dan transaksi internasional.

Katakanlah kita telah membangun sebuah tepi yang melibatkan perhatian pada ekonomi dan politik di negara X dan kita telah membentuk opini pada arah masa depan mata uang negara X.

Untuk melakukan ini, kita mungkin akan memiliki pemahamana dari keempat faktor-faktor di atas, dan sekarang kita ingin memanfaatkan perubahan atas apa yang kita pikirkan akan terjadi. Kita bisa melakukan ini baik pada swing trade atau basis jangka panjang.

Lalu bagaimana, kita menempatkan trend pada grafik?

Artikel ini adalah pos tamu pendidikan, yang ditulis oleh Tim Thomas dari Tim Thomas Co, Mempelajari Swing Trade untuk Kebebasan Harta dan Finansial

 

Teknik-Teknik Teratas Untuk Mendeteksi Trend di Pasar Forex

Pedoman ini akan menjelaskan cara yang berbeda untuk mendeteksi trend pada pasangan mata uang forex. Anda dapat menerapkan metode saya untuk pasar-pasar lainnya, tapi untuk sekarang, mari focus pada pasar forex. Ingatlah proses ini harus menjadi bagian dari strategi yang lebih besar seperti pola grafik forex swing trading tapi apapun strategi anda, itu harus diuji ulang dan menunjukkan janji.

Baac juga: Keuntungan Menempuh Cara Main Forex Lewat Android

 

Simak pedomannya di bawah ini.

Menempatkan Posisi Tinggi dan Posisi Rendah

Metode pertama bertujuan untuk membantu anda mengidentifikasi trend dengan mata telanjang anda. Kita bisa menempatkan uptrend di grafik dengan “posisi tinggi yang lebih tinggi” dan “posisi rendah yang lebih tinggi”. Jika kita bearish mengenai mata uang, kita dapat melihat downtrend dengan “posisi tinggi yang lebih rendah” dan “posisi rendah yang lebih tinggi”.

Di bawah ini adalah contoh uptrend seperti yang terlihat dengan mata telanjang. Grafik ini adalah pasangan mata uang EUR/USD di grafik harian. Perhatikan bahwa grafik memiliki posisi tinggi yang lebih tinggi dan posisi rendah yang lebih tinggi.

Uptrend EURUSD

Contoh berikutnya adalah downtrend, ini adalah grafik harian dari GBPUSD. Lagi-lagi, kita hanya mengamati grafik, perhatikan posisi tinggi yang lebih rendah dan posisi rendah yang lebih tinggi.

Downtrend GBPUSD

Poin utama:

Menempatkan posisi tinggi dan posisi rendah adalah Langkah pertama untuk belajar bagaimana menemukan trend. Saya telah menempatkannya di daftar teratas karena itu tidak memerlukan indikator. Ini adalah contoh price action murni.

Prosesnya sangat mudah untuk dipahami dan digunakan. Namun, ini bukanlah yang terbaik (atau bahkan hanya) metode yang harus kita gunakan Ketika menempatkan trend.

 

Menggunakan ADX untuk mengidentifikasi sebuah trend

Average Directional Index (ADX) adalah indikator momentum yang digunakan untuk menentukan kekuatan trend. Dikembangkan oleh Welles Wilder, ini mengindentifikasi bahwa trend yang kuat ada jika nilainya di atas 25. Jika nilai ADX di bawah 20, itu berarti trend itu lemah, atau tidak ada trend sama sekali.

Dua indicator terpisah membentuk ADX. Ini adalah Indikator Arah Positif (+DI) dan Indikator Arah Negatif (-DI).

Persilangan dari dua indicator ini dapat mengidentifikasikan sinyal untuk membuka trade, jika +DI melewati di atas -DI, dan ADX  di atas 25, ini adalah sinyal untuk memasuki long trade; ini mengindikasi bahwa trend upward pada harga kemungkinan akan terjadi.

Di sisi lain, jika +DI melewati +DI dan ADX di atas 25, ini adalah sinyal untuk menjual.

Perhatikan contoh di bawah ini dari USDJPY pada grafik 30-menit.

Ini memiliki ADX 14 periode dan dua garis pada grafik di 20 dan 25. Garis hijau mengacu pada ADX itu sendiri. Garis biru da garis merah masing-masing mengacu pada +DI dan -DI. Kita memasuki posisi pendek setelah -DI melewati di atas +DI dan ADX di atas 25.

USDJPY ADX Initial Short

Dua panah merah di atas grafik mengindikasi permulaan dari trade. Dalam kasus ini, kita adalah posisi pendek USDJPY, selama hari-hari berikutnya, kita dapat melihat trend pada grafik 30-menit ini berlanjut selama empat hari berikutnya.

Kelanjutan ADX USDJPY

Poin Utama:

Sementara ADX adalah cara yang bagus untuk mengukur “kekuatan” dari trend, kita juga  dapat menggunakannya untuk mendeteksi tahap awal pergerakan. Kita dapat mengimplementasikan ini dengan menggunakan lintasan +DI dan -DI.

Selain itu, sementara itu mungkin untuk menggunakan ADX sebagai indicator tunggal untuk trading, kita juga dapat mengkombinasikannya dengan indicator-indikator lain seperti Moving Average (MA). Anda bahkan dapat menentukan pola price action untuk mendeteksi pembalikan. Ini akan memungkinkan Anda untuk menangkap pergerakan awal untuk trade probabilitas tinggi. Seperti semua strategi yang disajikan disini, ini perlu diuji ulang untuk menguji potensi profitabilitasnya.

 

Menggunakan Single Moving Average

Trend mengikuti strategi menggunakan MAs untuk melihat pergerakan harga yang signifikan. Cara termudah untuk menggunakan MAs adalah untuk plot satu contoh indikator ini pada grafik.

Secara ummum, Ketika harga bertahan di atas MA, pasangan mata uang ini dalam sebuah uptrend. Sebaliknya, jika harga tetap di bawah MA, instrument dalam downtrend.

Di bawah ini adalah sebuah contoh menempatkan trend menggunakan 200-periode MA. Grafik menunjukkan GBPCHF dalam kerangka waktu harian.

Uptrend GBPCHF Menggunakan Moving Average

Perhatikan bahwa sebelum trend muncul, GBPCHF memasuki masa konsolidasi. Di area ini harga bergerak di atas dan di bawah 200- day MA Kembali dan keluar. Di bagian akhir grafik, Anda akan melihat bahwa itu akan menguji MA periode 200 karena menjadi level support.

Gambar di bawah ini menunjukkan kelanjutan trend. GBPCHF membentuk double top dan akhirnya berkonsolidasi sebelum pembalikan.

Pembalikan Uptrend GBPCHF Menggunakan Moving Average

Poin utama:

MAs adalah indikator tertinggal. Mereka menghitung “setelah fakta” yaitu mereka selalu mengikuti harga itu sendiri. Serupa dengan ADX, anda dapat menggunakan MAs dalam konjungsi dengan indicator lain atau dengan strategi price action untuk menangkap gerakan awal.

 

Menggunakan Multiple Moving Average

Multiple MAs yang berbaris dengan cara yang benar adalah konfirmasi yang lebih menentukan dari tren yang ada. Pada sebuah uptrend, harga harus di atas MA. Selain itu, periode MA yang lebih singkat harus di atas periode MA yang lebih lama.

Invers juga benar. Pada downtrend, harga harus di bawah MA, dan MA dengan periode yang lebih pendek harus berlokasi di bawah ini dengan periode yang lebih lama.

Perhatikan contoh di bawah ini. ini adalah grafik GBPJPY berdasarkan pada timeframe 4-jam.

Kita bisa melihat tiga perbedaan MAs – garis merah, hijau, biru yang merepresentasikan 50, 100, dan 200-periode. Lihat bagaimana MAs berbaris atau berkelompok di dekat satu sama lain. Anda akan memperhatikan itu di awal bagian grafik di mana konsolidasi terjadi.

Downtrend GBPJPY Menggunakan Multiple Moving Average

Setelah MAs berbaris dengan cara yang benar, downtrend muncul. Dalam kasus ini, 50-periode MA (merah) di bawah 100-periode MA (hijau). Keduanya terletak di bawah MA periode 200 (biru). Ditambah, harga ini di bawah ketiga MAs.

Pada grafik di bawah ini, anda dapat melihat kelanjutan trend ini. porsi menengah dari grafik, anda dapat melihat bahwa MAs diuji sebagai level resistance. Di bagian akhir grafik, kita bisa melihat konsolidasi lain sebelum berbalik kembali.

Kelanjutan Downtrend GBPJPY

Poin utama:

Menggunakan multiple MAs bisa menjadi indikasi trend yang lebih kuat dibandingkan dengan single MA. Karena anda harus menunggu semua MA berbaris dengan cara yang benar, ada risiko tren dapat bergabung terlambat.

Baca juga: Bagaimana Cara Main Forex dan Membangun Pola Pikir FX

 

Rekapitulasi: Mendeteksi Trend Pada Pasangan Mata Uang Forex

  1. Menempatkan Posisi Tinggi dan Rendah
  2. Menggunakan ADX
  3. Menggunakan Single Moving Average
  4. Menggunakan Multiple Moving Average

Trend trading adalah strategi trading yang baik digunakan, penelitian membuktikan bahwa digunakan dengan cara yang benar, bisa sangat menguntungkan. Untuk trader forex, awal identifikasi trend menggunakan satu atau kombinasi diatas bisa menjadi strategi itu sendiri atau bagian dari strategi yang lebih luas seperti swing trading.

Meskipun di atas berguna untuk menempatkan trend, industry bergerak ke arah algoritma trading – trading dengan computer. Mendefinisikan trend menurut interpretasi anda dan mentranslasi itu ke dalam Bahasa pemrograman dapat menghapus subjektivitas yang datang dengan melakukan sesuatu ‘oleh mata’. Ini juga dapat membantu mengembangkan proses yang konsisten. Juga, jangan lupa untuk melakukan backtest dan forward test strategi Anda pada banyak data.

 

 

Sumber: the5ers.com

Broker News

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda