Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Haruskah Anda Trading Saham atau Forex?

Haruskah Anda Trading Saham atau Forex?

Tujuan trading (apapun jenis tradingnya) adalah untuk menghasilkan uang sebanyak mungkin. Saat mencari aset untuk trading, sering kali sebagian besar trader tidak terlalu memikirkan di mana mereka akan memiliki peluang terbaik untuk mendapat keuntungan. Mereka tidak mengevaluasi dengan cukup apakah trading saham atau trading Forex adalah pilihan yang lebih baik, mereka cenderung membuat keputusan secara acak, dan kemudian mengejarnya. Namun, sebaiknya sesekali berpikir apakah trading saham atau Forex lebih cocok untuk style investasi dan tujuan finansial Anda – dan mungkin menyesuaikan trading Anda.

Baca juga: Cara untuk Menggunakan Moving average Eksponensial dalam Trading Forex

 

Mengapa Trading Forex Daripada Saham?

Ada dua cara trading saham. Anda dapat membeli atau menjual saham aktual di broker saham, atau Anda dapat trading CFD (contracts for difference) berdasarkan saham dasar yang cenderung menjadi opsi yang ditawarkan oleh broker Forex dan CFD ritel.

Jika Anda tidak memiliki setidaknya $10.000 untuk deposit, maka akan masuk akal secara ekonomi untuk trading saham menggunakan CFD. Namun, total spread plus komisi yang dibebankan pada trading Forex jauh lebih rendah daripada trading yang setara dalam CFD saham individu. Saat saya meneliti topik ini, saya memeriksa spread yang diiklankan di broker Forex ritel yang terkenal untuk EUR/USD dan CFD berdasarkan Glencore PLC, perusahaan yang dikutip secara publik dalam FTSE 100. Spread untuk EUR/USD mewakili sekitar 0,02% dari nilai instrumen, sedangkan spread untuk Glencore mewakili 0,23% nilainya. Itu adalah perbedaan yang besar.

Ada juga pertanyaan tentang “overnight financing” di broker Forex non-Islam atau broker CFD. Biasanya, bunga yang dibebankan dalam memegang pasangan Forex dalam semalam mungkin berjumlah sekitar 3% dari nilai posisi jika ditahan dalam periode satu tahun. Dengan saham, bunga yang dikenakan biasanya sedikit lebih tinggi.

Terakhir, penting untuk dipertimbangkan jika Anda memegang CFD berdasarkan saham, Anda biasanya tidak akan menerima pembayaran dividen yang mungkin dilakukan jika Anda mengambil posisi saham yang sama dengan broker saham.

Tidak diragukan bahwa biaya trading saham CFD dengan broker ritel jauh lebih tinggi daripada biaya yang terlibat dalam trading Forex.

 

Forex vs. Saham

Masuk akal untuk trading sesuatu yang harganya akan sangat berfluktuasi. Lagi pula, Anda ingin harga sesuatu bergerak secara signifikan agar mendapat profit dengan membeli dan menjualnya! Cara termudah untuk menghasilkan uang adalah trading sesuatu ketika harga langsung naik atau turun, meskipun tentu saja jarang sesederhana itu.

Dalam hal ini, trading saham biasanya menawarkan peluang yang jauh lebih baik daripada pasangan mata uang utama Forex, tidak peduli seberapa baik Anda memahami dasar-dasar trading Forex. Untuk membuktikannya, saya menyajikan tabel yang menunjukan pergerakan nilai persentase absolut tahunan maksimum dalam pasangan mata uang EUR/USD dan index saham terbesar di dunia, Indeks S&P 500:

Kita dapat melihat bahwa selama satu dekade terakhir, dalam rata-rata, Indeks Saham S&P 500 telah bergerak hampir dua kali lipat kisaran dari pasangan EUR/USD. Selain itu, saham individu dapat bergerak lebih dari indeksnya. Jadi jelas bahwa lebih banyak profit yang bisa dihasilkan saat Anda trading saham daripada trading Forex, setidaknya dalam basis “unleveraged”.

 

Leverage

Berapa banyak leverage yang dapat dan harus digunakan adalah pertanyaan yang sangat penting bagi retail trader. Mari mulai dengan melihat trading saham, ambil contoh Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Jika Anda membeli saham real dari broker berlisensi, leverage maksismum Anda di penghujung hari Anda membeli saham tersebut adalah 2:1. Anda harus menanggung setidaknya setengah dari biaya. Jika Anda short selling saham, aturannya berkisar dari 3:1 hingga 1:1 tergantung pada harga saham. Anda akan membayar (pada saat penulisan ini) sesuatu seperti tingkat bunga tahunan sebesar 8% pada leverage, yang berarti bahwa saham harus bergerak setidaknya 8% nilainya per tahun agar leverage menjadi berharga.

Tentu saja, broker ritel yang menawarkan CFD yang didasarkan pada harga saham jauh lebih murah hati dengan leverage, tetapi umunya leverage yang mereka tawarkan dalam trading Forex bahkan jauh lebih murah. Biasanya, broker Forex mungkin menawarkan leverage maksimum 100:1 pada pasangan mata uang Forex, tetapi hanya 20:1 pada saham individu. Ini berarti Anda berpotensi mendapat profit lima kali lebih banyak pada pergerakan Forex daripada di pergerakan saham.

 

Perbedaan Antara Pasar Forex dan Saham

Jika Anda ingin hold trading dalam waktu yang lama, membeli saham yang dipilih secara khusus yang sejalan dengan awal dari bull market yang kuat mungkin adalah profit terbaik yang bisa Anda dapat. Namun, jika Anda hanya sanggup membayar broker CFD ritel, biaya hold posisi untuk jangka panjang kemungkinan bisa dipertimbangkan, dan jika Anda over-leveraged, pergerakan berlawanan yang kuat – yang umum dalam saham – bisa jadi menakutkan (dan mahal).

Forex cenderung sedikit volatil, dan sedikit dimanipulasi oleh algoritma trading dengan frekuensi tinggi. Karena biaya trading yang seringkali lebih rendah dan leverage yang lebih tinggi, jika Anda ingin melakukan day-trading, lebih mudah untuk melakukan day trading Forex daripada saham. Harus juga dipertimbangkan bahwa tidak ada posisi “short” dalam Forex, dan posisi short dalam saham bisa jadi tunduk pada batasan. Pasar Forex buka 24 jam per hari dalam pekan, tidak seperti pasar saham, dan broker sering kali menutup pasar saham mereka yang berarti Anda terjebak di posisi tanpa stop loss yang efektif dalam semalam di setiap malam, jika Anda memegang posisi selama itu.

Baca juga: Saham FAANG: Long, Short atau Netral

 

Kesimpulan

Jika Anda memiliki banyak uang, misalnya sejumlah besar 5-digit dalam Dolar AS, dan Anda memiliki horizon waktu yang panjang, Anda mungkin bisa menghasilkan profit maksimal dengan membeli saham real melalui broker saham yang bisa Anda temukan di bull market yang kuat. Pada tingkat ini, komisi/spread jauh lebih masuk akal karena itu merupakan jumlah dolar yang tetap.

Jika akun Anda jauh lebih kecil dan Anda ingin trading dalam kerangka-waktu yang lebih pendek atau hanya ingin day trading, maka Anda mungkin akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk trading Forex melalui broker yang bisa Anda temukan di ulasan regulated forex broker. Namun, jika Anda telah melakukan riset dan lebih suka saham tertentu di bull market, Anda mungkin bisa mendapat benefit dari short-term holding saham-saham ini, tetapi Anda harus sangat berhati-hati dalam total exposure Anda.

 

Sumber: dailyforex.com 

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda