Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Indikator Leading vs Indikator Lagging: Yang Mana yang Harus Digunakan Untuk Trading?

Indikator Leading vs Indikator Lagging: Yang Mana yang Harus Digunakan Untuk Trading?

Indikator lagging (terbelakang) mampu memberikan sinyal masuk dan keluar menggunakan data pada harga lama, sementara itu indikator leading (terdepan) mampu memberikan indikasi pergerakan harga kedepannya kepada trader, selain itu indikator leading juga menggunakan data harga lama. Yang mana yang harus dipilih trader saat menghadapi dilema antara indikator leading dan indikator lagging? Setelah anda paham akan kelebihan dan keterbatasan dari masing-masing indikator, maka jawabannya adalah tergantung pilihan tiap individunya.

 

APA PERBEDAAN ANTARA INDIKATOR LAGGING DAN LEADING?

Indikator Lagging

Indikator lagging merupakan peralatan yang digunakan oleh para trader untuk menganalisis pasar dengan menggunakan rata-rata data terhadap aksi harga sebelumnya. Seperti namanya, indikator lagging, sudah tertinggal dalam pasar. Maka dari itu, banyak trader mampu menyaksikan pergerakannya sebelum mendapat konfirmasi dari indikatornya – maknanya para trader bisa kehilangan beberapa pips di saat awal pergerakan. Banyak trader yang menganggap jika pips yang hilang tersebut merupakan biaya untuk memastikan apakah langkahnya mampu mengumpulkan momentum. Tetapi orang lain akan memandangnya sebagai peluang yang hilang karena trader tersebut lupa masuk untuk melakukan trade saat pergerakannya dimulai.

Indikator umum lagging meliputi:

  • Moving Average Convergence Divergence (MACD)
  • Simple Moving Averages (SMA)
  • Oscillator Stokastik
  • Relative Strength Index (RSI)

 

Indikator Leading

Indikator leading merupakan suatu indikator teknis yang menggunakan data harga lama untuk memperkirakan pergerakan harga kedepannya pada pasar. Indikator leading memberikan izin kepada trader untuk mengantisipasi pergerakan harga kedepannya, maka dari itu para trader dapat memasuki trade saat pergerakannya dimulai. Kelemahan dari indikator leading yaitu jika para trader mengantisipasi pergerakannya lebih dulu sebelum harganya benar-benar bergerak yang mana akan mengakibatkan pergerakan pasar ke arah yang berlawanan. Selain itu, sering terjadi false breakout atau reversal sinyal trend yang akan menjadi retracement kecil.

Indikator umum leading meliputi:

Baca juga: 3 Indikator Terbaik untuk Melakukan Day Trading

 

Keuntungan dan Keterbatasan dari Indikator Leading dan Lagging

Tabel berikut ini telah menyajikan keuntungan dan keterbatasan dari tiap indikator untuk membantu anda akan persoalan ‘leading vs lagging’.

Batasan Tindakan harga yang diperkirakan tidak dijamin. Trader perlu menerapkan pengetahuannya sendiri tentang indikator ini di setiap situasi. Trader mengorbankan potensi pip sambil menunggu konfirmasi dari indikator lagging

Indikator utama seringkali lebih berwawasan dalam teknik analisis teknis lanjutan, seperti Teori Gelombang Elliott, yang mungkin menakutkan bagi pedagang baru Indikator tertinggal tidak memiliki konsep level kunci oleh karena itu, pedagang perlu menyadari hal ini

 

PERLUKAH ANDA MENGGUNAKAN INDIKATOR LEADING ATAU LAGGING?

Tidak ada indikator yang benar-benar sempurna. Pada hakikatnya, indikator akan membantu trader mencari kemungkinan dari hasil daripada hal-hal yang sudah pasti. Semuanya memang kembali pada trader masing-masing, mereka bebas untuk melakukan analisis secara menyeluruh dengan tujuan untuk menyusun pelung keuntungan mereka.

Untuk gambaran lebih lanjut, llihatlah contoh indikator leading dan indikator lagging pada EUR/USD di bawah ini, indikator leading ini nampaknya memberikan sinyal yang lebih bagus. Ingatlah bahwa indikator lagging sama pentingnya dan ini benar-benar untuk demonstrasi.

Pasar langsung menjual secara agresif sebelum menyelidiki kembali level signifikas 61,8%. Dengan menggunakan suatu rata-rata pergerakan sederhana (21, 55, 200), jelas terlihat bahwa garis birunya (21) bergerak lebih cepat belum melintas di bawah garis hitam (55) yang bergerak lebih lambat, maka dari itu indikator lagging tersebut belum juga memberikan sinyal pendeknya.

Bagaimanapun, trader akan melihat jika pasar gagal menembus dan bertahan di atas rata-rata pergerakan 200 harinya setelah melakukan analisis lebih lanjut. 200 SMA dikenal sebagai indikator yang cukup bagus terhadap trend jangka pendek dan contohnya adalah bertindak sebagai resistance. Support tersebut merupakan bias pendek untuk trader yang mengamati pantulan level yang lebih rendah dari 61,8%.

Trader akan cenderung menyukai indikator leading apabila mereka mencari sinyal cepat, tetapi juga mampu mengurangi pengaturan periode waktu pada indikator lagging untuk membuatnya lebih responsive. Bagaimanapun, apabila pergerakan pasar berlawan arah maka hal ini harus selalu diimplementasikan dengan sebuah stop loss yang ketat.

Trader juga akan cenderung menyukai indikator lagging apabila mereka mencari tingkat kepercayaan yang tinggi. Trader tersebut seringkali melakukan trade selama jangka waktu yang lama untuk memanfaatkan momentum yang berkenlanjutan sambil mengimplementasikan manajemen risiko setelah memasuki level masuk yang tertunda.

Baca juga: Akankah Terlalu Banyak Informasi Merusak Trading Anda?

 

FAQ

Jika indikator leading memberikan sinyal pergerakan yang diusulkan lebih ceoat? Apakah itu berarti mereka lebih unggul ketimbang indikator lagging?

Mudah sekali masuk ke dalam jebakannya karena hal ini telah menjadi kebiasaan trader untuk memanfaatkan segera pergerakan besar saat mereka muncul. Trader perlu mengerti bahwa saat indikator leading tengah mengidentifikasi kemungkinan area pergerakan harga kedepannya, itu berarti mereka tidak bisa dianggap sebagai hal yang sudah pasti. Analisis lebih lanjut untuk trend, sentimen dan momentum dapat membantu mengonfirmasi atau membatalkan trade.

Kombinasi rata-rata pergerakan apa yang memberikan hasil terbaik?

Untuk yang terakhir, saya ulangi, hal ini kembali pada pilihan masing-masing. Rata-rata pergerakan paling terkenal termasuk 20, 20, 200, dan 200 – yang mana bisa diubah, dengan menggunakan angka Fibonacci akan menjadi 21, 55, 100, dan 200. Periode MA 21 bisa digunakan dengan MA 55 agar lebih cepat, lebih sering banyak sinyal sementara angka 100 dan 200 digunakan untuk menilai trend pasar.

 

 

Sumber: dailyfx.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda