Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Level Fibonacci dalam Analisis Teknis

Level Fibonacci dalam Analisis Teknis

Setiap trader teknis mendengar angka Fibonacci. Di satu sisi, tidak mungkin untuk tidak melakukannya. Teori trading yang paling terkenal menggunakan rasio ini.

Sebelum ada komputer pribadi (PC), trader teknis melacak pergerakan keamanan pada selembar kertas. Bahkan kemudian, level Fibonacci memainkan peran penting.

Hari ini, platform trading apapun menawarkan alat Fibonacci spesial. Ada beberapa alat Fibonacci yang terpisah untuk digunakan, seperti Fibonacci retracement, ekspansi, arcs, fan, zona waktu, dan begitu seterusnya.

Faktanya, untuk tujuan trading, itu sangat bergantung pada apa pengaturan teknis anda. Beberapa mungkin hanya menggunakan Fibonacci retracement, lainnya akan mendasarkan entri mereka pada zona waktu, dan begitu seterusnya.

Tidak penting teori trading, urutan Fibonacci itu sama. Dari alat yang disebutkan di atas, level Fibonacci retracement dan Fibonacci ekspansi adalah yang paling terkenal.

Trader menggunakan alat analisis teknis untuk menemukan tempat untuk membeli atau menjual pasangan mata uang. Lebih terlihat pengaturannya, lebih banyak kemungkinan trader akan menggunakannya lagi. Baik pasangan mata uang yang berbeda atau kerangka waktu yang berbeda.

Namun, diversifikasi juga penting. Sebagai contoh, jika anda membuka grafik dan menggambarkan sepuluh perbedaan alat Fibonacci retracement pada layar, hasilnya tak berguna.

Ide untuk mengkombinasikan kekuatan dari rasio Fibonacci dengan alat analisis teknis lainnya. Atau, dengan teori trading lainnya. Atau keduanya!. Lebih banyak alasan atau argumen untuk trade.

 

Level Fibonacci yang Paling Penting

Itu semua dimulai dengan rasio emas. Itulah 61.8% level retracement. Pergerakan apapun, swing atau dip, akan melihat beberapa aktivitas “tidak biasa” di sekitar level 61.8%.

Lihat saja pasangan mata uang yang anda inginkan. Ambil satu dari dashboard forex. Selanjutnya, tarik Fibonacci retracement. Akhirnya, temukan level 61.8%.

Jika pasar bisa menelusuri kembali itu, itu akan membutuhkan waktu yang lama untuk menembusnya dari pertama kali. Semua orang menggunakan Fibonacci yang berfokus di level 61.8%.

Trader Gelombang Elliot menggunakan rasio emas untuk memburu gelombang yang kuat pada pergerakan yang impulsif. Gelombang ke-3.

Untuk ini, mereka menunggu struktur lima-gelombang untuk melengkapi. Selanjutnya, mereka menunggu pullback di area 61.8% dan kemudian memasuki trade.

Sebagai target, mereka menggunakan ekstensi Fibonacci 161.8% dari struktur lima-gelombang sebelumnya. Lagi-lagi tanpa level Fibonacci, analisis teknis tidak akan ada.

Pada grafik di atas, karena mengacu pada level saat ini, USDJPY melonjak langsung dari area 61.8%. lagi-lagi, bulls mengenai rasio emas.

Asumsi pertama adalah bahwa gelombang ke-3 pada pergerakan yang impulsif akan mengikuti. Karena para trader tidak mengetahui fakta jika gelombang ke-2 berakhir di sini, mereka mencari kemungkinan dari gelombang ke-2 untuk membentuk koreksi yang berjalan.

Hanya ketika pergerakan harga terlalu tinggi dan strukturnya terungkap, mereka akan mengetahui perhitungan yang benar. Namun, rasio emas memberikan lonjakan yang bagus untuk trader jangka pendek hingga menengah. Di samping rasio emas dan level yang diturunkan itu, level lainnya memiliki arti penting pada teori trading yang berbeda.

  • 6%, 38.2%, 123.66%, 138.2%, 161.8% dan 261.8% pada Teori Gelombang Elliot;
  • 2% dan 78.6% pada trading harmonik.

Baca juga: Konfluensi Fibonacci pada Pasangan FX

 

Bagaimana Menggambarkan Alat Fibonacci Retracement

Salah satu masalah utama yang dihadapi bukanlah mengetahui bagaimana menarik alat Fibonacci retracement. Ini penting karena:

Penting: penggunaan utama dari level Fibonacci adalah untuk menemukan level support dan resistance.

Kuncinya datang dari pendekatan teknis yang digunakan. Lihat grafik sebelumnya. Alat Fibonacci tidak ditarik dari atas ke bawah. Namun, area 61.8% terbukti benar. Bagaimana bisa?

Jawabannya berasal dari aturan Teori Gelombang Elliot: menarik level Fibonacci dari awal suatu gerakan sampai akhirnya.

Namun, ada tangkapan. Akhir dari gelombang tidak selalu titik terendah dan tertinggi. Karenanya, level Fibonacci yang diturunkan berbeda.

Contoh serupa datang dari grafik harian EURUSD. Catat bahwa grafik ini diperbesar, sehingga kerangka waktu sebenarnya bahkan lebih besar.

Penurunan yang anda lihat di sisi kiri itu dimulai dari level 1.40. ECB (Bank Sentral Eropa) hanya mengumumkan itu akan memotong suku bunga untuk memerangi inflasi.

Dengan demikian, bears Euro menghabisakan mata uang utama dalam kegilaan. Untuk alasan apapun, setelah penurunan hampir empat-ribu pip, pasangan itu melonjak.

Bagaimana kita tau lonjakan itu nyata? Itu mencapai level 23.6%.Dan, itu ditolak.

Ini memvalidasi cara untuk menarik alat Fibonacci. Namun, setelah penolakan pertama, harga mencoba lagi untuk level 23.6%.

Seperti aturan praktis, semakin sering mengujinya, semakin besar kemungkinan ia akan menembusnya.

Catatan samping: Jangan gunakan level apapun lebih dari dua kali untuk trade di arah yang sama.

Selanjutnya, para trader fokus menemukan petunjuk lainnya untuk membantu dengan arah baru. Dalam kasus ini, EURUSD membentuk posisi bawah ganda yang mungkin dan sekarang menembus level 23.6% retracement.

 

Mencari Area Pertemuan

Pada grafik sebelumnya, langkah terukur posisi bawah ganda itu menunjuk ke 50% level retracement. Jelas sekali, sampai saat itu, 38.2% mungkin bertindak sama dengan yang 23.6% lakukan.

Area pertemuan memiliki dua arti. Salah satunya untuk menemukan level Fibonacci yang berbeda untuk membentuk di sekitar tempat yang sama. Semua orang mengetahui itu.

Namun, satu lainnya untuk mencari pasangan mata uang lain untuk menunjuk ke skenario/arah yang sama. Dalam melakukan itu, para trader menyukai pergantian antara faktor-faktor konfirmasi.

Di atas adalah grafik harian AUDUSD. Momen Gubernur Steven mengatakan dolar Australia bernilai terlalu tinggi terhadap mata uang Amerika, pasangan AUDUSD jatuh.

Menggunakan logika yang sama seperti kasus EURUSD, pasangan itu menemukan posisi bawah dan melompat ke level 23.6%. Namun, dalam melakukan itu, itu membentuk pola head dan shoulders.

Itulah pola alternasi dalam pola: posisi bawah ganda di kasus pertama, head dan shoulders pada yang kedua. Itu seperti pasar berteriak di depan anda bahwa kedua pasangan ingin bergerak ke level Fibonacci berikutnya.

Baca juga: Fibonacci untuk Pendekatan Trader Multi-Pasar

 

Kesimpulan

Contoh yang digunakan disini memiliki tujuan untuk menunjukkan beberapa cara untuk menggunakan alat Fibonacci. Karena alat retracement merupakan salah satu yang digunakan pada sebagian besar teori dan konsep trading, kita berfokus pada itu.

Namun, terutama pada Teori Gelombang Elliot, suatu hal pergi dari yang sederhana ke yang rumit dalam sekejap mata. Retracement yang kompleks dan level ekspansi mengkonfirmasi suatu pola atau tidak.

Mereka hanya datang untuk mengkonfirmasi pentingnya urutan Fibonacci pada analisis teknis.

Materi ini ditulis untuk tujuan pendidikan saja.  Tidak berarti apa pun dari isinya merekomendasikan, menganjurkan, atau mendorong pembelian, penjualan, atau kepemilikan instrumen keuangan apa pun. Trading dan Investasi melibatkan risiko tingkat tinggi.  Penulis mengungkapkan pendapat pribadi dan tidak akan bertanggung jawab apa pun atas tindakan pembaca.  Penulis mungkin memiliki atau tidak memiliki posisi dalam Instrumen Keuangan yang dibahas dalam buletin ini.  Hasil di masa mendatang bisa sangat berbeda dari opini yang dikemukakan di sini.  Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

 

 

Sumber: fxstreet.com