Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Lima Titik Kritis Analisis Teknis

Lima Titik Kritis Analisis Teknis

Analisis teknis merupakan alat yang berharga bagi para trader, itulah mengapa alat ini disediakan di semua platform. Cara analisis teknis ini dilakukan yakni sama seperti seseorang yang mungkin akan menyusun garis trend, level support atau resistance, dan indikator teknis untuk menyuusn strateginya. Yang perlu diingat ketika merumuskan strategi berdasarkan analisis teknis yakni bahwa tidak ada trik sulap atau indikator yang mampu memastikan keberlangsungan profitabilitas. Apa yang akan dibutuhkan trader yaitu memiliki framework yang perlu diingat saat membuat strategi berdasarkan analisis teknis.

Pada artikel ini, kami akan membuat framework berdasarkan lima poin.

  1. Waktu memiliki lebih dari satu kerangka

Ketika membuat model analisis teknis, untuk trading jangka pendek yang menyangkut beberapa menit sampai beberapa jam mempertahankan posisi trading, tampaknya masuk akal untuk fokus menganalisis rangkaian waktu yang berkaitan dengan time frame dalam sehari. Namun, analisis teknis berdasarkan analisis rangkaian waktu tidak independen karena pada dasarnya rangkaian waktu jangka pendek merupakan bagian dari rangkaian waktu yang lebih besar dan oleh karena itu saling berkaitan erat.

Hal ini menunjukkan bahwa ketika kita belajar dan membuat model berdasakran horizon waktu hari, kita perlu menjauh dari time frame ini dan juga fokus pada hal-hal seperti apa yang terjadi pada harga dan trend instrumen keuangan yang kita pelajari dalam tiga hari terakhir, satu minggu terakhir, dan mungkin satu bulan terakhir

Dengan cara ini, kita akan menarik informasi berharga untuk melihat gambaran besarnya, menilai trend jangka pendek dengan lebih baik, dan poin-poin penting perubahan trend serta level support atau resistance.

Misalnya, jika kita telah menerima sinyal dari moving average dalam rangkaian waktu grafik per jam, sinyal ini sangat kuat ketika moving average yang sama memberikan sinyal yang sesuai dalam rangkaian waktu grafik harian. Nyatanya, jika sinyal per jam sama seperti sinyal harian, maka indikasinya yaitu cukup aman. Jika tidak, maka indikasinya yaitu tidak aman.

Kesimpulannya, jika anda ingin trade untuk jangka pendek, tingkatkan waktu analisis, yang berarti anda harus mempelajari grafik produk finansial yang ingin anda trade dalam jangka waktu yang lebih lama. Kemudian, kurangi time frame ke periode waktu awal untuk melanjutkan trade jangka pendek.

Baca juga: Level Fibonacci dalam Analisis Teknis

 

  1. Garis support dan resistance adalah area dan bukan titik tipis garis

Ketika menganalisis garis support dan resistance dalam grafik, hal yang tepat dilakukan yaitu menganggapnya sebagai area umum yang diminati untuk menjual atau membeli, sehingga memungkinkan untuk melakukan trade di sana. Yang terpenting yaitu melihatnya sebagai area, dan bukan titik tipis garis, yang menunjukkan harga individual absolut. Pertimbangkan bahwa garis trend yang serupa dengan milik anda telah dirancang oleh trader lain yang akan meletakkan order jual dan beli dalam kisaran harga yang tidak sesuai dengan garis anda sendiri. Jadi mereka dapat membeli di area support yang nantinya ditentukan oleh zona harga di dekat garis, support, atau resistance anda.

Oleh karena itu, ketika merancang garis support atau resistance, anda harus fleksibel ketika harga produk finansial menembus garis. Tetapkan margin harga, dan/atau margin waktu dengan membuat filter konfirmasi untuk menghindari penembusan palsu tehadap level support dan resistance.

Benar apabila level support dikaitkan dengan perintah stop loss, dengan menetapkan margin harga atau waktu untuk mengonfirmasi penembusan harga terhadap haris support, kemungkinan akan mencatat kerurgian yang lebih besar. Namun, di sisi lain, anda akan menghindari exit yang tidak berguna dari posisi anda yang mungkin menjadi sangat menguntungkan setelah penembusan harga palsu.

Demikian pula, jika berada dalam posisi beli, level resistance memberikan sinyal beli, dengan menetapkan margin konfirmasi dalam harga dan waktu, kemungkinan besar anda akan mendapatkan posisi ini pada harga yang lebih tinggi. Di sisi lain, filter harga dan waktu ini akan membuat sinyal yang lebih bisa diandalkan, oleh karena itu akan meningkatkan peluang posisi menjadi menguntungkan.

 

  1. Tidak mengambil posisi trading di pasar juga merupakan posisi trading

Ada banyak trader yang mempelajari grafik instrumen keuangan seperti mata uang atau komoditas yang menyukai dan merasa aman dengannya, mencoba mencari trade karena mereka percaya bahwa mereka belum menemukan trade ini.

Pada dasarnya mereka memaksa trade dengan mencari rasio reward-risk yang baik untuk setiap grafik yang mereka analisis. Namun, kenyataannya agak berbeda. Lebih baik tidak melakukan trade dan tidak mencoba menghasilkan uang ketika memaksakan trade, hal ini karena kemungkinan besar anda akan kehilangan uang dari trade ini.

Anda tidak perlu berada dalam pasar terus-terusan. Juga tidak menolak tanpa alasan. Sederhananya, ketika anda tidak memiliki posisi trading, anda perlu tahu mengapa anda tidak memiliki posisi trading. Jika anda paham apa alasannya, maka pada kenyataannya anda memiliki posisi trading.

Dengan kata lain, jika anda tidak melihat potensi trade yang bagus dan cocok dengan kriteria anda untuk menemukan trade, hindari saja dan lanjutkan sampai anda menemukan trade yang sesuai dengan kriteria anda.

 

  1. Indikator teknis melengkapi model analisis teknis

Penggunaan indikator teknis tidak bisa menjadi kriteria utama untuk membeli atau menjual produk finansial. Indikator teknis merupakan alat yang berharga, tetapi mereka harus digunakan terutama untuk mengonfirmasi penilaian yang kita buat.

Dalam analisis teknis, tujuan utamanya adalah mengembangkan kemampuan menganalisis grafik, sehingga trader dapat melakukan trade berdasakran pergerakan harga produk finansial.

Intinya, hal terpenting bagi trader adalah mampu menganalisis graifk tanpa menggunakan indikator teknis. Setelah itu, berdasarkan analisis harga, menerima beberapa sinyal beli atau jual yang jelas, kemudian mencari apakah sinyal tersebut dikonfirmasi oleh indikator teknis. Dengan cara ini, seorang trader dapat memanfaatkan penuh potensi dari indikator teknis ketika ia membedakan indikator mana yang benar-benar memuaskannya. Dengan begitu, ia akan memahami pentingnya setiap indikator agar tidak salah mengartikannya.

Keismpulannya, ketika merancang model analisis teknis, trader harus fokus pada formasi harga produk finansial, dan segera setelah mereka menerima sinyal dari formasi-formasi ini, gunakan indikator teknis untuk mengonfirmasi sinyal dan meningkatkan model mereka.

Baca juga: Dasar-dasar Analisis Teknis

 

  1. Hindari pendekatan satu dimensi

Setiap model dapat menawarkan kinerja yang sangat baik jika puas dengan kondisi pasar. Misalnya, model analisis teknis yang mencari trend produk finansial berkinerja sangat baik ketika ada trend pasar untuk produk tersebut. Namun, ketika tidak ada trend produk tersebut dalam pasar, kinerja mereka tidak bagus karena dalam kasus ini memberikan sinyal palsu untuk membeli atau menjual produk tersebut. Jadi dalam kasus ini, trader harus memiliki template kotak peralatannya yang berkinerja baik ketika pasar bergerak secara horizontal.

Oleh karena itu, ketidakmampuan model untuk bekerja dengan baik di kondisi tertentu pasar sedangkan di periode sebelumnya berkinerja baik tidak membuatnya sia-sia, itu hanya menunjukkan bahwa perlu mencari dan menggunakan model teknik lain yang akan memenuhi kondisi pasar yang berbeda. Kesimpulannya, trader perlu menggunakan model analisis teknis yang berbeda, masing-masing ditunjukkan oleh kondisi pasar. Mereka hanya perlu memilikinya dan menggunakannya sebagaimana mestinya.

Setelah trader membuat framework dari lima poin di atas, akan sulit untuk gagal ketika menggunakan strategi analisis teknis. Yang perlu mereka lakukan hanyalah tidak menyimpang dari poin-point tersebut.

 

 

Sumber: fxstreet.com

Broker News

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda