Limit Order vs Stop Order – Apa Perbedaannya?

Limit Order vs Stop Order – Apa Perbedaannya?

Dalam artikel ini, kita akan menjawab pertanyaan berikut:

  • Apa itu limit order?
  • Apa itu stop order?
  • Kapan Anda menggunakannya?

 

Apa itu limit order dan stop order?

Limit order menginstruksikan broker Anda untuk menjual atau membeli di harga spesifik atau lebih baik. Stop order hanya akan dieksekusi setelah harga pasar bergerak melebihi harga yang ditentukan, alias “stop price.”

Mengetahui jenis order mana yang akan digunakan sangatlah penting karena ketika Anda mencoba masuk atau keluar trading dan Anda menggunakan order yang salah, Anda akan kehilangan uang.

 

Kapan Menggunakan Limit Order

Anda akan menggunakan limit order jika Anda ingin MEMBELI saham di harga spesifik atau lebih baik.

Contoh: Misalkan Anda ingin membeli Apple (AAPL), dan Anda tidak ingin membayar lebih dari $250 untuk saham tersebut.

Dalam kasus ini, Anda menentukan BUY AAPL at $250 LIMIT.

Broker Anda hanya akan mengeksekusi order ini untuk Anda jika harga AAPL di bawah $250. Ini artiya Anda akan membeli saham tersebut dengan harga $250 atau lebih baik.

 

Kapan Menggunakan Stop Order

Anda akan mengggunakan stop order jika Anda ingin MEMBELI saham setelah saham tersebut DI ATAS harga tertentu.

Contoh: Misalkan Anda ingin membeli Apple (AAPL) ketika harganya bergerak lebih tinggi dari $250.

Dalam kasus ini, Anda menentukan BUY AAPL at $259 STOP.

Broker Anda hanya akan mengeksekusi order ini jika AAPL bergerak di atas $250. Ini artinya Anda akan membeli saham tersebut dengan harga $250 atau lebih.

Baca juga: Mengenal Stop-Limit Order

 

Apa Perbedaan Antara Limit Order dan Stop Order?

Mari gunakan contoh dari atas:

Misalkan Anda ingin membeli AAPL ketika harganya bergerak di atas $250. Jadi Anda menginstruksikan broker Anda untuk BUY AAPL at $250 STOP.

Jika AAPL dibuka pada $240 keesokan paginya, order Anda tidak akan dieksekusi. Ia akan bertahan di pasar hingga AAPL bergerak di atas $250. Segera setelah itu terjadi, stop order Anda akan menjadi MARKET ORDER dan Anda akan mendapatkan harga yang tersedia berikutnya, yaitu $250 atau lebih.

Jika Anda menginstruksikan broker Anda untuk BUY AAPL at $250 LIMIT, maka Anda mengatakan kepada broker Anda untuk membeli AAPL selama harganya di $250 atau lebih rendah.

Jadi jika AAPL dibuka pada $240 keesokan paginya, order Anda akan segera dieksekusi, karena harga saat ini di bawah $250 seperti yang Anda tentukan.

Order Anda akan diisi dengan $240 karena lebih baik dari $250.

Apakah ini masuk akal?

 

Menggunakan Limit dan Stop Order Ketika Menjual Saham

Jika Anda berencana menjual saham, semuanya “dibalik.”

Berikut adalah contoh:

Jika Anda ingin menjual Apple pata $250 atau lebih baik, maka Anda akan menginstruksikan broker Anda untuk SELL AAPL at $250 LIMIT.

Tetapi karena Anda menjual, “lebih baik” berarti harga yang lebih tinggi dari $250.

Dalam kasus ini, order Anda akan dieksekusi segera ketika harga AAPL bergerak di atas $250 karena Anda sekarang menjual di “$250 atau lebih baik.”

Jika Anda menginstruksikan broker Anda untuk SELL AAPL at $250 STOP, maka order Anda akan dieksekusi segera ketika AAPL bergerak di bawah $250.

Seperti yang Anda lihat, banyak hal bisa dengan mudah menjadi membingungkan, jadi izinkan saya memberi Anda jalan pintas:

 

Cara Menggunakan Limit Order vs. Stop Order

Inilah cara saya trading secara pribadi:

Untuk entry order saya, saya menggunakan Stop Order

Inilah alasannya:

Di pasar yang sedang naik daun, saya ingin MEMBELI segera setelah saham bergerak di atas level tertentu. Karena saya ingin memastikan bahwa uptrend terus berlanjut.

Dalam pasar yang sedang turun, saya ingin MENJUAL segera setelah saham bergerak di bawah level tertentu.

Dan itulah mengapa saya menggunakan STOP order untuk entry saya.

 

Untuk stop loss saya, saya menggunakan Stop Order

Namanya sudah mengatakan: Stop Loss = Stop Order.

Inilah alasannya: Ketika saya membeli saham, dan sahamnya turun, saya ingin keluar secara otomatis begitu saham mencapai level yang telah ditentukan.

Sebagai contoh, jika saya membeli AAPL dengan harga $250, saya ingin MENJUAL saham saat turun menjadi $240.

Itulah mengapa saya akan menginstruksikan broker saya untuk SELL APPL at $240 STOP.

 

Untuk target profit saya, saya menggunakan Limit Order

Inilah alasannya:

Ketika saya membeli saham, saya ingin menjualnya segera setelah mencapai level yang telah ditentukan sebelumnya. Dan sebagai aturan praktis, saya suka menghasilkan uang dua kali lebih banyak dari yang saya pertaruhkan.

 

Contoh

  • Misalkan SAYA MEMBELI AAPL dengan harga $250.
  • Katakanlah saya ingin mengambil risiko $10 per saham, artinya stop loss saya adalah $240.
  • Jika saya mengambil risiko $10, saya ingin menghasilkan $20 per saham, jadi target profit saya adalah $270.

Jika saya ingin MENJUAL AAPL segera setelah harga bergerak di atas $270, saya akan menginstruksikan broker saya untuk SELL APPL at $270 LIMIT.

Apakah ini membantu?

 

Apa itu Market Order?

Jika Anda tidak menentukan bahwa Anda menggunakan STOP order atau LIMIT order, broker Anda akan berasumsi bahwa Anda ingin membeli (atau menjual) dengan harga pasar.

Ini disebut MARKET order.

Saat menggunakan market order, Anda menginstruksikan broker Anda untuk MEMBELI (atau menjual) saham dengan harga berapa pun yang diperdagangkan saat ini.

Ini seperti menulis cek kosong.

Dan saya tidak suka menulis cek kosong.

 

Kapan Anda pernah menggunakan market order?

Bagi saya pribadi, market order adalah yang disebut “oh sh*t order.”

Ini yang saya maksud:

Katakanlah Anda ingin membeli 100 saham Apple, tetapi secara tidak sengaja, Anda membeli 1.000 saham Apple (itu akan menjadi momen “oh sh*t”.)

Saat Anda menyadari bahwa Anda membuat kesalahan, JUAL. Gunakan MARKET order dan jual dengan harga berapa pun, karena percayalah: biasanya hanya akan semakin buruk.

Contoh lain: Misalkan Anda ingin membeli Apple segera setelah harganya DI ATAS $250, tetapi Anda menggunakan order yang salah dan membelinya saat harganya masih di bawah $250. Begitu Anda menyadari bahwa Anda membuat kesalahan, gunakan MARKET order dan keluarlah!

 

Baca juga: Mengatur Stop & Limit Order Saat Trading Mata Uang

 

Ini sesuatu yang perlu diingat:

Jika Anda membuat kesalahan, likuidasi!

Tuliskan ini. Anda akan membutuhkannya.

Sekarang Anda tahu kapan harus menggunakan market order: Ini adalah “oops” order.

Selain ini, saya pribadi tidak akan pernah menggunakannya karena ini seperti menulis cek kosong kepada broker Anda.

Jika Anda memberi tahu broker Anda untuk membeli Apple, dan Anda tidak menentukan harga dan jenis order, itu berarti membeli Apple dengan harga berapa pun yang tersedia saat ini.

 

Ringkasan: Limit Order vs. Stop Order

Saya suka pasar datang kepada saya. Saya tidak suka mengejar pasar.

Itulah mengapa saya menggunakan STOP order untuk masuk ke suatu posisi.

Dan saya menggunakan STOP order untuk stop loss saya sehingga saya dapat membatasi risiko saya.

Saya menggunakan LIMIT order untuk take profit sehingga broker saya secara otomatis menjual posisi saya begitu saya mencapai target profit saya.

Dengan menggunakan limit order dan stop order dengan cara ini, saya dapat mengotomatiskan trading saya dan tidak harus duduk di depan komputer sepanjang hari.

 

Sumber: fxstreet.com

Broker News

Kemenkeu Waspadai Kenaikan Harga Pangan Akibat Perang Rusia – Ukraina

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis pemulihan ekonomi tetap berlanjut di awal tahun...

Emas Mulai Rebound, Kekhawatiran Rusia-Ukraina Muncul Kembali yang Membuat Aset Safe Haven Menjadi Favorit para Investor

Harga emas naik pada hari Senin karena pertempuran di Ukraina mendorong permintaan untuk...

Emas Tetap Bernilai Apapun Fundamentalnya

Pendapat Analist Personal Pada kuartal pertama tahun ini, yaitu tanggal 8 Maret 2022,...

Market Alert! Posisi saham AS mungkin telah mencapai level tertinggi tahun ini

Tanggal 17 Maret (WIB) pukul 01:00 WIB dini hari, FOMC AS menaikkan suku bunga acuan...

Panduan Investasi yang Harus Anda baca

Mau berinvestasi tapi gak tahu jurusnya? Mulai belajar, tapi belum nemu platform yang...

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda

Popular Post this month

Broker Forex Terbaik Di Indonesia Tahun 2016

Di era internet saat ini, banyak sekali broker menyediakan fasilitas trading forex online yang...

Cara Bermain Forex untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, trading forex makin sering disebut-sebut sebagai cara mudah dan cepat untuk...

Pengertian Apa Itu Forex Trading

Apa Itu Forex? Forex, atau Foreign Exchange, adalah pasar tak terpusat dimana mata uang dunia...

Gaya Trading Forex

Gaya Trading Forex   Trading Dalam Waktu Singkat (Scalping Trade) Scalping bertujuan...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...