Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Melakukan Trading dengan Trendline yang Rusak Tanpa Bangkrut

Melakukan Trading dengan Trendline yang Rusak Tanpa Bangkrut

Merancang keamanan trendline ke dalam grafik merupakan salah satu cara paling mudah bagi trader teknis mendapatkan ide cepat trend aset atau arah. Di waktu yang sama, trendline dapat muncul dalam berbagai bentuk, selain itu panjang dan signifikasi mereka juga dapat bervariasi. Pada artikel ini, kita akan melihat penembusan trendline 11 bulan dan membahas strategi sederhana stop loss yang dapat digunakan ketika trading sinyal teknis berdasarkan penembusan support/resistance.

 

Trendline yang Rusak

Harga yang bergerak melalui trendline yang teridentifikasi merupakan salah satu sinyal pembalikan trend (trend reversal) yang paling umum, dan seperti yang bisa anda lihat dalam Gambar 1 di bawah, hal ini terjadi pada grafik saham NVR Inc. (NVR). Penurunan di bawah trendline ini kemungkinan menjadi sinyal pertama pembalikan trend, penting untuk memperhatikan volume karena volume yang rendah dapat menunjukkan bahwa penembusan trendline tidak signifikan secara teknis.

 

KUNCI PENTING

  • Trendline yang rusak merupakan sinyal teknis yang dapat memicu perubahan trend yang ada di tangan.
  • Jika volume rendah (bukan volume tinggi) menyertai penembusan trendline, sinyalnya tidak begitu kuat atau meyakinkan.
  • Wajar bila menunggu satu atau dua hari untuk yakin bahwa penembusan trendline sah.
  • Setelah posisi dibuka, manajemen risiko – dalam bentuk stop loss order atau trailing stop – dapat membantu melindungi keuntungan setelah penembusan trendline.

Volume rendah kadang menjadi satu perhatian bagi trader teknis karena dapat menunjukkan bahwa bear tidak begitu tertarik mendorong harganya turun dengan tajam seperti yang seringkali diperkirakan. Mengingat volume rendah dan kurangnya volatilitas, gerakan terbaik kadang adalah menunggu beberapa hari untuk mengonfirmasi bahwa bull tidak akan mampu mengirimkan harga sahamnya kembali ke atas trendline.

Pada kasus NVR, harga mulai bergerak turun, dan dengan ini datang konfirmasi teknis bahwa penembusannya benar. Bull berusaha mundur dengan mendorong harga ke level resistance yang baru terbentu, tetapi ini upaya ini disambut dengan banjiran penjual. Pengujian ulang resistance, juga dikenal dengan throwback, merupakan kejadian yang umum dalam trading, dan pergerakan naik yang gagal biasanay merupakan konfirmasi terakhir yang dibutuhkan oleh trader yang ingin mendapat keuntungan dari pullback.

Ketika debu mereda menjelang akhir Juli, volatilitas tetap tinggi, dan volume trading lebih tinggi dibanding level rata-rata. Saham NVR melayang di sekitar $600, jatuh dari level tertinggi pertengahan bulan $723.

Penembusan di bawah trendline merupakan indikasi yang bagus dari momentum downward yang akan datang dan terbukti menjadi strategi yang menguntungkan untuk mereka yang mengetahui apa yang mereka cari.

Baca juga: Empat Cara Untuk Mendeteksi Trend Pada Pasangan Mata Uang Forex

 

Tak Bertuan

Sinyal saham yang jelas menembus melalui trendline merupakan langkah pertama untuk membuat trade menguntungkan. Namun, aksi mengambil keuntungan ini tidak cukup mudah. Tugas tader menjadi jauh lebih sulit ketika saham trading di tengah-tengah level support dan resistance yang berpengaruh karena dari perspektif teknis, saham dapat bergerak ke mana pun. Pertanyaan dalam pikiran trader muncul dengan cepat: “Haruskah saya mengambil profit ketika momentum downward berhenti?” dan “Apakah ini hanya periode konsolidasi sebelum bear terus menekan saham lebih rendah?”

Seperti yang bisa anda lihat dari grafik di bawah, NVR melakukan trend lebih rendah untuk beberapa bulan ke depan, berakhir mendekati $560. Penting untuk disebutkan bahwa persentase keuntungan ekstra dari $600 sampai $550 muncul dengan biaya yang jauh lebih tinggi karena trader sadar menanggung risiko melepaskan keuntungan yang sehat jika saham tersebut dapat menemukan beberapa kekuatan yang tidak terduga.

Perhatikan bagaimana saham pada Gambar 2 ditrade di tengah level terendah Mei dan level tertinggi Maret, menempatkan NVR di tengah kisaran dan membuat trader tidak yakin atas arah kedepannya. Selain itu, penurunan volume kembali menunjukkan bahwa trader kehilangan minat. Jika trader tidak memiliki target yang tepat, mungkin baiknya tutup beberapa atau semua posisi di persimpangan seperti ini dan mencari trade dengan probabilitas sukses yang lebih tinggi.

Baca juga: Cara Menemukan dan Trading Downtrend di Pasar Apapun

 

Strategi Mengelola Stop Loss

Ada juga strategy yang bisa trader pertimbangkan ketika menggunakan trendline sebagai basis trade. Swing high/ swing low sebelumnya merupakan indikator potensi area yang bagus yang dapat memengaruhi momentum saham. Ada level di mana harga berbalik di masa lalu, dan trader seringkali akan mencari situasi ini untuk terjadi lagi.

Seperti yang bisa anda lihat pada Gambar 3, banyak level support/resistance yang dapat diidentifikasi selama naik turunnya trend dan salah satu strateginya adalah menetapkan stop loss order di atas level resistance sebelumnya (pada kasus posisi short) dan mengikuti stop order di belakang harga ketika menembus di bawah level harga rendah. Perlu diingat bahwa trader akan lebih memperhatikan level yang telah diuji beberapa kali (garis merah) karena pengaruh historisnya.

Pada kasus ini, trader dengan level risiko yang tinggi atau orang-orang dengan lapisan investasi jangka panjang mungkin lebih senang untuk mengikuti stop order di atas resistance yang ditemuan dua level di atas harga terkini. Ini memungkinkan keamanan yang diberikan akan memiliki lebih banyak ruang untuk berfluktuasi dan digunakan untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan downward yang berkepanjangan. Penting untuk dicatat bahwa versi strategi ini akan menyebabkan kerugian yang lebih besar jika harga stop tercapai, tetapi juga dapat menyebabkan keuntungan yang lebih besar.

 

Garis Bawah

Harga yang turun di bawah trendline sering digunakan oleh trader sebagai sinyal pembalikan trend terkini. Gerakan yang jelas di bawah trendline seringkali menjadi indikator yang bagus untuk menentukan harga masuk yang strategis. Kadang hanya dibutuhkan implementasi strategi manajemen risiko yang sederhana untuk melindungi keuntungan yang diboleh dari penyerapan momentum yang menyertasi penembusan melalui trendline.

 

 

Sumber: investopedia.com

Broker News

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda