Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Membahas Alat Analisis Teknis Yang Digunakan Trader Forex

Membahas Alat Analisis Teknis Yang Digunakan Trader Forex

Trader forex perlu melihat informasi yang tidak bisa diperoleh dari grafik harga biasa. Mereka menggunakan alat analisis teknis untuk mendapatkan wawasan tambahan dan, meskipun referensi ke alat ini terdengar seperti omong kosong bagi yang belum tahu, ini cukup sederhana setelah dijelaskan.

Umumnya, mereka menggunakan statistik, overlay grafik, dan indikator teknis untuk membantu trader forex membuat keputusan trading yang lebih baik. Beberapa alat yang dijelaskan di bawah ini khusus untuk trading forex, sementara yang lain umum untuk semua pasar dan dapat disesuaikan untuk trading mata uang.

 

Session Highlighter

Pasar forex buka 24 jam sehari pada hari kerja, karena selalu ada pasar utama yang buka di suatu tempat di dunia. Setiap hari kerja kecuali hari libur lokal, Eropa buka, diikuti oleh New York, lalu Sydney, dan kemudian Tokyo. London buka lagi sebelum Tokyo tutup. Banyak pasar kecil buka dan tutup sepanjang hari dan malam.

Semua pasar global ini memiliki ukuran yang berbeda-beda, baik dari segi jumlah transaksi mata uang dan berapa banyak trader mata uang yang mereka miliki. Itu berarti setiap sesi di setiap pasar memiliki karakteristik yang berbeda dalam “pasangan” mata uangnya, atau perbandingan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang lain.

Misalnya, pasangan mata uang EUR/USD paling aktif selama sesi London dan New York, karena mata uang ini terkait dengan Eropa dan AS. Namun USD/JPY melihat aksi yang stabil sepanjang hari, karena trader di Tokyo, London, dan AS semua secara aktif memperdagangkan pasangan ini.

Banyak trader forex merasa bahwa memisahkan berbagai sesi pada grafik cukup berguna. Session highlighter menunjukkan price action yang terjadi selama berbagai sesi, per menit atau per jam.

Tips: Session highlighter bisa diintegrasikan ke dalam platform trading forex.

Session highlighter secara otomatis menggambar garis vertikal pada grafik harga saat sesi utama dibuka atau ditutup. Atau, trader bisa menggunakan warna untuk menyoroti berbagai sesi trading secara visual.

Baca juga: Lima Titik Kritis Analisis Teknis

 

Alat Volatilitas Forex

Alat volatilitas forex menunjukkan seberapa banyak pasangan mata uang biasanya bergerak. Misalnya, seorang trader mungkin ingin melihat pergerakan harian rata-rata selama 30 hari. Alat ini bisa menunjukkan seberapa banyak pasangan biasanya bergerak setiap jam dalam sehari, seberapa volatilitasnya pada hari tertentu dalam seminggu, dan bagaimana volatilitasnya berubah dari waktu ke waktu.

Alat-alat ini memberikan wawasan tentang apa yang bisa diharapkan pada hari tertentu atau pada jam tertentu. Informasi ini membantu trader menilai apakah memiliki peluang bagus untuk mencapai target profit.

Alat volatilitas tidak bisa memberi tahu trader ke arah mana harga akan bergerak, tetapi alat ini menunjukkan seberapa besar harga akan bergerak ke kedua arah.

Alat volatilitas forex bervariasi dalam kompleksitas dan format. Misalnya, seorang trader bisa memilih periode waktu, dan alat tersebut akan menghitung tingkat kepercayaan untuk kemungkinan bahwa harga akan tetap berada dalam kisaran pergerakan tipikal tersebut.

 

Ringkasan Posisi Forex dan Data COT

Beberapa broker forex memberikan ringkasan terkini tentang bagaimana klien mereka diposisikan. Ringkasan posisi bisa mengungkapkan bahwa 60% klien long EUR/USD, sementara 40% klien short.

Perbandingan tunggal seperti ini tidak terlalu berguna, tetapi mengamati bagaimana rasio berubah saat harga bergerak bisa memberi wawasan tentang bagaimana harga bisa bergerak di masa depan. Akhirnya, trader harus keluar dari posisi ini, terlepas dari apakah untung atau rugi. Posisi trader saat ini bisa memprediksi posisi masa depan, dan dengan demikian, pergerakan harga.

Ekstrem dalam pasangan mata uang, seperti long 90%, dapat mengungkapkan bahwa pembalikan tren akan datang. Jika 90% trader melakukan long, itu berarti sebagian besar trader sudah membeli, yang menyisakan sangat sedikit di luar sana untuk terus mendorong harga naik. Ketika tidak ada yang tersisa untuk membeli, harga bergerak ke arah lain.

Dengan beberapa alat ringkasan posisi, trader bisa melihat kembali sejarah untuk melihat rasio posisi mana yang telah mengisyaratkan perubahan arah harga. Jika rasio posisi saat ini mendekati tingkat rasio yang signifikan secara historis, itu bisa menandakan pembalikan harga.

Cara lain untuk melihat ringkasan posisi adalah melalui laporan Commitment of Traders (COT). Myfxbook adalah salah satu sumber yang menyediakan COT sejak tahun 2006, sehingga trader bisa melihat bagaimana berbagai trader diposisikan pada turning point pasar utama. Data ini bisa digunakan untuk mengantisipasi turning point harga di masa mendatang.

 

Alat Korelasi Forex

Beberapa pasangan mata uang cenderung bergerak bersama, sementara yang lain cenderung bergerak ke arah yang berlawanan. Ketika dua pasangan cenderung bergerak sama, itu disebut korelasi positif. Ketika dua pasangan cenderung bergerak berlawanan arah, itu adalah korelasi negatif.

Mengetahui korelasi antara pasangan forex itu penting. Trader seringkali trading dalam berbagai mata uang. Jika pembelian mereka semua memiliki korelasi positif satu sama lain, risikonya berlipat ganda, begitu juga dengan potensi rewardnya. Jika Anda long dalam dua pasang yang berkorelasi negatif, Anda telah melakukan lindung nilai terhadap potensi risiko dan reward.

Note: Pasangan yang bergerak secara independen adalah “tidak berkorelasi.”

Perlu dicatat bahwa korelasi terkait dengan arah, tetapi tidak dengan besarnya pergerakan harga. Dua pasangan mata uang bisa dikorelasikan, tetapi yang satu bisa bergerak lebih banyak dari yang lain. Dengan kata lain, yang bergerak lebih banyak memiliki volatilitas yang lebih besar. Oleh karena itu, studi korelasi juga harus mencakup studi volatilitas.

Banyak sumber online menyediakan tabel korelasi forex gratis. Korelasi berubah dari waktu ke waktu dan dapat diukur pada timeframe yang berbeda. Periksa korelasi secara teratur, dan cari korelasi pada kerangka waktu yang Anda perdagangkan.

Misalnya, jika Anda melakukan day trading pada grafik satu menit, periksa secara teratur korelasi pada timeframe satu menit dan satu jam jika Anda trading lebih dari satu pasangan. Jika swing trading pada grafik harian, periksa korelasi harian secara teratur.

Baca juga: Menggabungkan Analisis Teknis dan Fundamental

 

Indikator Teknis

Ada banyak indikator teknis yang dapat ditambahkan oleh trader forex ke grafik mereka. Indikator yang umum digunakan termasuk MACD, RSI, dan moving average. Ada juga alat yang kurang umum digunakan seperti zigzag, moving average envelopes, dan TTM Trend.

Zigzag

Indikator zigzag menarik garis di atas gelombang harga hanya ketika mereka memenuhi ambang pergerakan minimum tertentu. Dengan hanya menyoroti pergerakan besar, garis-garis ini membantu menyaring suara pergerakan kecil sehingga trader bisa fokus pada pergerakan harga yang lebih besar di mana keuntungan yang lebih besar berada. Zigzag bisa disesuaikan untuk menunjukkan seberapa jauh harga telah bergerak (dalam “pips” atau persentase), yang pada gilirannya bisa menyoroti kecenderungan dalam price action.

Misalnya, persentase retracement zigzag bisa menunjukkan bahwa mata uang yang biasanya menelusuri kembali sekitar 55% dari trend trading pada pullback sebelum bergerak ke arah tren lagi. Seorang trader yang memperhatikan kecenderungan seperti itu—dan ketika tren tersebut ditembus—bisa meningkatkan waktu dan lokasi masuk dan keluar.

Moving Average Envelopes

Moving average envelopes terdiri dari tiga garis yang ditarik langsung di atas price action. Garis tengah adalah moving average, dan yang lainnya ditarik di atas dan di bawah moving average pada jarak yang sama yang dipilih oleh trader. Misalnya, seorang trader bisa menggunakan moving average 20 hari sebagai garis tengah dan menarik garis atas dan bawah 5% dari garis tengah.

Ketika envelope dikalibrasi ke pasangan tertentu, itu dapat memberikan wawasan tentang perubahan tren potensial dan apakah tren kuat atau lemah. Ketika harga melayang di dekat band atas, itu menyoroti uptrend. Saat menembus batas, itu bisa menandakan level overbought atau oversold yang mendahului perubahan tren. Moving average di tengah sering kali dapat dikalibrasi untuk bertindak sebagai area support atau resistance—ini adalah titik kasar di mana harga sering terhenti.

TTM Trend

Indikator teknis lainnya, TTM Trend, mengubah warna batang harga pada grafik berdasarkan apakah momentum jangka pendek naik atau turun. Alat ini bisa digunakan bersama dengan strategi mengikuti tren lainnya untuk menangkap pergerakan harga yang besar.

Misalnya, jika trennya naik, tetap dalam long trade saat bar-nya berwarna biru. Saat tren turun, tetap dalam short trade saat bar berwarna merah.

 

Kesimpulan

Ketika kebanyakan orang mendengar “analisis teknis”, mereka biasanya memikirkan indikator teknis seperti MACD atau RSI. Namun, analisis teknis juga tentang mengekstraksi informasi dari formasi harga, statistik, dan informasi lainnya.

Alat teknis seperti yang dijelaskan di sini bisa digabungkan untuk membuat keputusan trading yang lebih baik dan lebih terinformasi. Tidak ada yang harus menggunakan semuanya. Taruhan terbaik Anda adalah meninjau alat dan berlatih trading di akun demo. Anda akan menemukan alat yang Anda butuhkan dan membuang yang menurut Anda tidak berguna.

 

Sumber: thebalance.com

Broker News

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda