Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Mengenal Swing Trading

Mengenal Swing Trading

Swing trading telah digambarkan sebagai satu jenis trading fundamental di mana posisinya akan ditahan lebih dari sehari. Sebagian besar fundamentalis merupakan swing trader karena perubahan dalam fundamental perusahaan yang umumnya membutuhkan beberapa hari atau bahkan seminggu untuk menghasilkan pergerakan harga yang cukup untuk memberikan keuntungan yang wajar.

Namun, gambaran swing trading ini berupa penyederhanaan. Nyatanya, swing trading berada di tengah kontinum antara day trading dengan trend trading. Seorang day trader akan menahan saham di manapun dari beberapa detik hingga beberapa jam, tetapi tidak pernah lebih dari sehari. Sementara itu untuk trend trader akan memeriksa trend fundamental jangka panjang saha atau indeks dan dapat menahan selama beberapa minggu atau bulan. Swing trader akan menahan saham tertentu selama jangka waktu tertentu, biasanya beberapa hari hingga dua atau tiga minggu, berada di antara titik ekstrem tersebut, dan mereka akan melakukan trade saham dengan osilasi intra-minggu atau intra-bulan antara optimisme dan pesimisme.

 

KUNCI PENTING

  • Sebagian besar fundamentalis merupakan swing trader karena perubahan dalam fundamental perusahaan yang umumnya membutuhkan waktu beberapa hari atau bahkan seminggu untuk menghasilkan pergerakan harga yang cukup sehingga memberikan keuntungan yang wajar.
  • Swing trading berada di tengah kontinum antara day trading dengan trend trading.
  • Kunci sukses swing trading yang pertama yaitu pilih saham yang tepat.

 

Saham yang Tepat untuk Swing Trading

Kunci sukses swing trading yang pertama yaitu memilih saham yang tepat. Kandidat yang terbaik adalah saham dengan kapitalisasi yang besar, yang berada di antara saham yang paling aktif ditrade pada bursa utama. Pada pasar yang aktif, saham-saham ini akan mengalami swing antara ekstrem tinggi dan rendah yang didefinisikan secara luas, dan swing trader akan mengendarai arus pada satu arah untuk beberapa hari atau minggu hanya untuk berpindah ke sisi yang berlawanan dari trade ketika saham berbalik arah.

Baca juga: Swing Trading dengan Bantuan Bollinger band dan ADX

 

Pasar yang Tepat

Salah satu dari dua pasar yang ekstrem, lingkungan pasar bear atau pasar bull yang mengamuk, swing trading ternyata menjadi tantangan yang agak berbeda dibandingkan pada saat di pasar antara dua titik ekstrem ini. Pada titik ekstrem ini, bahkan pada saham yang paling aktif pun tidak akan menunjukkan osilasi atas bawah yang sama seperti ketika indeksnya relatif stabil dalam beberapa minggu atau bulan. Pada pasar bear atau bull, momentum biasanya akan membawa saham untuk periode waktu yang lama dan hanya pada satu arah, maka dari itu terkonfirmasi bahwa strategi terbaiknya yaitu trade dengan jangka waktu panjang pada trend yang terarah.

Maka dari itu, swing trader adalah posisi yang terbaik ketika pasar sedang tidak terarah – ketika indeksnya naik selama beberapa hari, maka akan ada penurunan dalam beberapa hari ke depan, hanya untuk mengulangi pola umum yang sama lagi dan lagi. Beberapa bulan mungkin akan terlewat dengan saham dan indeks utama kira-kira yang letaknya sama seperti level asli mereka, tetapi swing trader memiliki banyak peluang untuk menangkap pergerakan naik dan turun jangka pendek (terkadang dalam sebuah saluran).

Tentu saja, permasalahan dengan swing trading dan trend trading jangka panjang yaitu keberhasilan ditentukan dengan mengidentifikasi dengan benar jenis pasar yang dialami saat ini. Trend trading adalah strategi yang ideal untuk pasar bull di pertengahan akhir 1990-an, sementara swing trading mungkin akan menjadi terbaik untuk tahun 2000 dan 2001.

 

Menggunakan Exponential Moving Average

Simple moving averages (SMAs) memberikan level support dan resistance serta pola bullish dan bearish. Level support dan resistance dapat menandakan apakah akan membeli saham. Pola persilangan bullish dan bearish menandakan tiitk harga di mana anda harus masuk dan keluar dari saham.

Exponential moving average (EMA) merupakan variasi dari SMA yang lebih menekankan pada titik data terakhir. EMA memberikan trader sinyal trend yang jelas serta titik masuk dan keluar dengan lebih cepat dibandingkan simple moving average. EMA crossover dapat digunakan pada swing trading untuk menetukan waktu titik masuk dan keluar.

Sistem dasar EMA crossover dapat digunakan dengan fokus pada jangka waktu sembilan-, 13-, dan 50- EMA. Bullish crossover muncul ketika harga melintas di atas moving average ini setelah berada di bawah. Hal ini menandakan bahwa pembalikan (reversal) mungkin terjadi dan uptrend dimulai. Ketika jangka waktu sembilan- EMA melintas di atas jangka waktu 13- EMA, ini menandakan entri yang panjang. Namun, jangka wkatu 13- EMA harus berada di atas jangka waktu 50- EMA atau melintas di atasnya.

Di sisi lain, bearish crossover muncul ketika harga sekuritas jatuh di bawah EMA ini. Hal ini menandakan adanya pembalikan trend yang potensial dan dapat digunakan untuk menentukan waktu keluar dari posisi jangka panjang. Namun, jangka waktu 13- EMA harus berada di bawah jangka waktu 50- EMA atau melintas di bawahnya.

 

Baseline

Banyak penelitian mengenai data riwayat membuktikan bahwa pada pasar yang kondusif untuk swing trading, saham yang lukuid cenderung melakukan trade di atas dan di bawah nilai baseline, yang digambarkan pada grafik dengan EM). Dalam bukunya, “Come Into My Trading Room: A Complete Guide to Trading” (2002), Dr. Alexander Elder menggunakan pemahamanannya mengenai perilaku saham di atas dan di bawah baseline untuk menggambarkan strategi swing trader mengenai “beli normal jual mania” atau “jual normal dan menutup depresi.” Setelah swing trader menggunakan EMA untuk mengidentifikasi baseline yang khas pada grafik saham, mereka mengambil posisi jangka panjang pada baseline ketika saham bergerak ke atas dan menjual pada baseline ketika saham sedang menurun.

Jadi, swing trader tidak ingin melakukan home run dengan satu trade – mereka tidak khawatir dengan waktu yang tepat untuk membeli saham di bagian bawahnya dan menjual saham di bagian atasnya (atau sebaliknya). Pada lingkungan trading yang sempurna, mereka menunggu saham untuk mencapai baseline dan mengonfirmasi arahnya sebelum mereka menciptakan pergerakannya. Ceritanya akan terus lebih rumit ketika uptrend atau downtrend yang lebih kuat dimainkan: paradoksnya, trader mungkin mengambil jangka panjang ketika saham turun di bawah EMA-nya dan menunggu saham kembali naik pada uptrend, atau mereka mungkin menjual saham yang telah menusuk di atas EMA dan menunggunya jatuh jika trend jangka panjangnya turun.

Baca juga: Swing Trading vs. Scalping

 

Ambil Keuntungan

Dalam menentukan waktu mengambil keuntungan, swing trader seringkali ingin keluar daei trade sedekat mungkin dengan garis saluran atas atau bawah tanpa perlu terlalu tepat, yang menyebabkan risiko hilangnya peluang terbaik. Pada pasar yang kuat, ketika saham menunjukkan trend yang terarah kuat, trader dapat menunggu garis salurannya dicapai sebelum mengambil keuntungan, tetapi pada pasar yang lebih lemah, mereka dapat mengambil keuntungannya sebelum garisnya tercapai (jika arahnya berubah dan garisnya tidak menyentuh swing tertentu).

 

Garis Besar

Swing trading sebenarnya merupakan salah satu gaya trading terbaik untuk trader pemula untuk membuat kaki mereka basah, tetapi masih menawarkan keuntungan yang cukup potensial untuk trader menengah dan lanjut. Swing trader menerima imbalan yang cukup pada trade mereka setelah beberapa hari untuk membuat mereka tetap termotivasi, tetapi posisi jangka panjang dan pendek mereka selama beberapa hari memiliki drasi yang tidak menyebabkan gangguan.

Sebaliknya, trend trading menawarkan keuntungan yang lebih besar jika trader mampu menangkap trend pasar utama selama beberapa minggu atau bulan, tetapi hanya beberapa trade dengan disiplin yang cukup menahan posisi jangka panjang tanpa mendapatkan gangguan. Di sisi lain, trading lusinan saham per hari (day trading) ternyata mungkin terlalu rumit bagi beberapa orang, membuat swing trading sempurna di antara yang ekstrem.

 

 

Sumber: investopedia.com