Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Mengendalikan Kerugian Trading: Apa yang Perlu Dilakukan Ketika Trading Berbalik Melawan Anda

Mengendalikan Kerugian Trading: Apa yang Perlu Dilakukan Ketika Trading Berbalik Melawan Anda – Pt 1

Mengendalikan Kerugian Trading

Hal yang perlu dilakukan dalam mengendalikan kerugian trading ketika trading berbalik melawan anda. Apakah anda mengkhawatirkan kerugian trading?

Rugi merupakan suatu bagian dari bisnis kami sebagai trader dan tiap trader perlu mempelajari cara mengelola atau mengendalikan kerugian trade.

Sekarang, saya tengah berada dalam posisi rugi. Sebetulnya saya berada dalam beberapa posisi rugi, tetapi salah satu dari kerugian itu membuat saya sakit kepala.

Jadi pada artikel ini, saya akan menunjukkan cara mengendalikan trade kepada anda.

Pada pasar yang gila-gilaan ini selama bulan Maret dan April, saya telah berhasil menjual put options. Begitulah cara saya menghasilkan 43% penghasilan dari akun saya dalam kurun waktu 5 minggu.

Saat menjual put options, permasalahnnya ada pada kapankah waktunya terjadi, bukan pada anda yang mengalami kerugian.

Anda lihat, saya telah meraih 16 kemenangan trade berturut-turut dan tidal mengalami satupun kerugian. Namun sekarang, salah satu trade saya mengalami masalah.

Sekarang saya ingin menunjukkan apa yang telah saya lakukan pada anda, trade yang telah saya masuki, dan cara saya merencanakan pengelolaan terhadap kerugian trade ini.

Baca juga: 18 Hal yang Saya Pelajari dalam 10 Tahun Trading Forex

 

Mengendalikan Kerugian Tarde: Contoh Hertz

Trade yang dimaksud adalah trade pada Hertz, biar saya tunjukkan rupa tepatnya pada anda.

Inilah Hertz. Beberapa hari lalu, singkatnya sebelum Hertz menurun, saya telah menjual 3,50 put degan harga $0,35 dan saya menjualnya sebanyak 25.

Pada tiap put options, broker akan mendepositokan uangnya sebesar $35 dalam akun saya dan karena saya melakukan trading pada 25 opstions, maka itulah total dari $875.

Selama Hertz tetap berada di atas garis biru tersebut, yaitu berarti $3,50 dalam dua minggu ke depan, maka saya mampu menjaga $875 tersebut.

Namun, apabila Hertz berada di bawah 3,50 pada tanggal 15 Mei ketika option kedaluwarsa, maka saya harus membeli 100 saham Hertz dengan harga $3,50.

Karena saya melakukan trading pada 25 options, maka akan menjadi 2.500 saham.

Di situlah anda melihatnya. Sekarang, posisinya berada di bawah $1,875.

Saya menjualnya seharga $0,35 dan melakukan trade sebanyak 25, dan anda dapat melihatnya sebanyak 25 options. Sekarang, options tersebut akan melakukan trading dengan harga $1,10 , $1,10 dibanding $1,15.

Hal ini berarti sekarang saya tengah menghadapi rugi sebesar $75 tiap option. Dan karena saya menjual 25 options, maka kerugiannya menjadi $1,875.

Sekarang, untuk saya, hal itu bukan merupakan permasalahan besar. Setelah semuanya, seperti yang anda lihat, inilah akun seharga $35.000 yang kerugian tradenya saya kelola.

Jadi penurunan sebesar $1,800, 1,875 aganknya menjadi jumlah yang kecil untuk ukuran pada akun ini.

Namun, mari bicarakan situasi ini.

 

Ada Apa dengan Hertz

Anda lihat, inilah yang terjadi dengan Hertz.

Hertz baru saja jatuh sesaat setelah saya masuk ke dalam tradenya.

Hertz telah melewatkan  pembayaran dan mereka hanya memiliki waktu hingga Senin tanggal 4 Mei untuk bernegosiasi dengan kreditur serta memperoleh persetujuan.

Jika mereka tidak memperoleh persetujuannya, mereka telah berkata bahwa mereka mungkin akan mengajukan kebangkrutan minggu depan.

Sekarang, dari perspektif pribadi saya, para kreditur akan bodoh apabila mendorong mereka untuk bangkrut karena jaminannya Hertz adalah mobil.

Dan sekarang, pasar mobil bekas berada dalam tempat sampah. Maksud saya, kita tengah dihadapi oleh situasi pandemi, kan? Tidak ada yang akan membeli mobil baru.

Jadi tidak ada permintaan pada mobil baru dan dealer juga menjual inventaris mereka untuk mengurangi biaya inventaris.

Jadi apabila kreditur mengambil semua mobil Hertz dan melakukan cuci gudang, mungkin mereka hanya mendapatkan sen dolar. Namun, itu adalah keputusan mereka, bukan saya.

 

Mengendalikan Kerugian Trade: Dua Kemungkinan Skenario

Inilah dua kemungkinan skenario yang dapat terjadi hari Senin.

Skenario pertama: Hertz dan para kreditur memperoleh persetujuan dan saham bukti harga saham melonjak.

Sekarang, pada kasus ini, kita dapat mencoba keluar dan impas dengan kerugian yang kecil atau mungkin dengan keuntungan.

Skenario dua: tidak ada persetujuan dan Hertz akan mengajukan kebangkrutan minggu depan.

Jelas sekali, hal ini dapat menurunkan harga saham.

Saya percaya kemungkinan bangkrut telah diperhitungkan pada harga saat ini. inilah mengapa dilakukan trading dengan harga $3,50.

Bagaimanapun, inilah dua skenario untuk mengendalikan kerugan tradenya. Dan dua seknario ini yang memberikan kita beberapa options.

 

Apa Options Kami

Options pertama: kita dapat keluar dari trade saat ini dan saya akan kehilangan $75 pada tiap option trade.

Untuk trader yang cenderung panik dan terobsesi pada trade, hal ini mungkin menjadi pilihan yang bagus untuk mereka ketika mengendalikan kerugian trade.

Kemudian mereka dapat tidur kembali di malam hari dan tidak perlu mengkhawatirkan tradenya. Namun, itu bukan saya, saya bukanlah trader yang panik.

Options kedua: saya dapat menunggu hingga kita mendapatkan kabar di hari Senin atau Selasa mengenai kemungkinan penyelesaian atau sesuatu yang terjadi pada kreditur.

Sekarang, saya akan mengimpaskan trade tersebut dengan harga saham $3,15 dan inilah alasannya.

Kesepakatan harganya sebesar $3,50 dan ketika kita menjual option, kita telah menerima premium sebesar $0,35. Kita telah menerimanya, dan sudah berada di akun kita.

Dan apabila kita mengurangi $0,35 dari $3,50, maka kita akan sampai pada angka $3,15. Selama harganya tetap berada di atas $3,15, maka kita baik-baik saja.

Kita memiliki buffer seharga $0,35, maka dari itu kerugian yang nyata kami akan menjadi perbedaan antara $3,15 dan apapun harga Hertz yang melakukan trading tanggal 15 Mei.

Contohnya, tanggal 15, Hertz melakukan trading sebesar $2,50.

Dalam kasus mengendalikan kerugian trade, kita akan kehilangan antara $3,15 dan $2,50. Jadi kita akan mengalami kerugian sebesar $0,65 tiap option.

Sekarang, options akan muncul dalam ratusan paket, seperti yang anda tahu, hal ini berarti kita akan mengalami kerugian sebesar $56 tiap option.

Namun anda melihatnya, itu semua kurang dibandingkan menjual option pada hari itu dengan kerugian sebesar $75. Hal ini akan terjadi apabila kita menjualnya pada hari itu juga.

Sekali lagi, selama Hertz bertahan di atas $2,50 hingga 15 Mei, maka kita akan baik-baik saja.

 

Perbedaan Penting Antara Penjualan Sekarang atau Minggu Depan

Ketika mengendalikan kerugian trade, ada beberapa perbedaan antara penjualan hari ini atau menunggu hingga minggu depan.

Pertama, ketika menjual hari ini, maka saya akan mengalami kerugian sebesar $75 tiap option.

Namun, bisa jadi saya akan keluar pada harga terburuk.

Inilah mengapa penting sekali bahwa saya sedia membeli saham pada harga yang disepakati yang option itulah saya jual. Pada kasus saya, harganya sebesar $3,50.

Kedua.

Ketika menunggu hingga minggu depan, ada kemungkinan bahwa Hertz akan mundur dan saya dapat keluar dengan kerugian yang lebih sedikit dan mencapai impas atau mungkin keuntungan.

Jadi anda hanya akan melihat apabila sahamnya berada lebih rendah dbandingkan $2,50 tanggal 15 Mei, saya akan  mengalami kerugian lebih dari $75. Inilah kerugian yang akan terjadi apabila saya dilikuidasi hari ini.

Dan inilah alasannya, maksud saya, yang telah kita bicarakan, bukan? Kita tahu bahwa poin impasnya berada pada $3,15.

Ini berarti kita akan mengalami kerugian pada jumlah yang sama apabila menjualnya hari ini atau saham trading pada $2,45 tanggal 15 Mei, dua minggu dari sekarang.

Walaupun ada kemungkinan bahwa saham mampu berada lebih rendah dari $2,50 tanggal 15 Mei, saya percaya ada kemungkinan sahamnya kembali melonjak, meskipun hanya sehari saja.

Hal ini berdasarkan rumor atau diambil alih berita.

Apabila melonjak barang sehari saja, kita dapat keluar dari option dengan harga yang lebih baik dibandingkan sekarang.

Baca juga: Rekap Webinar: Cara Trading Breakout

 

Skenario Paling Memiliki Kemungkinan

Pertanyaan utamanya yaitu seknario mana yang lebih mungkin untuk mengendalikan kerugian trade dari dua skenario tersebut?

Skenario pertama: apakah kemungkinan besar saham akan turun menjadi $2,40 atau $2,50 sekarang ini? dan tidak pernah melakukan trade di atas $2,50 lago sampai 15 Mei?

Skenario dua: saham akan melonjak berdasarkan beberapa rumor perihal penyelamatanatau pengambilalihan.

Dan lonjakannya bisa sangat cepat, mungkin pada level $4 atau $5, kita bisa keluar dari titik impasnya atau untungnya.

Untuk saya pribadi, skenario kedua, bahwa kita memiliki lompatan cepat tersebut akan lebih mungkin.

Saat menjual option, penting sekali untuk memiliki rencana dan yang paling penting yaitu tetaplah tenang.

Karena apabila anda panik, maka anda bisa keluar dari posisi dengan waktu yang terburuk dan mengalami kerugian yang besar.

 

Sumber: fxstreet.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda