Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Menggunakan Analisa Sentimen Untuk Memeriksa Saham

Menggunakan Analisa Sentimen Untuk Memeriksa Saham

Sentimen trader dapat digunakan sebagai indikator pelawan di pasar keuangan. Trading dengan sentimen juga dapat membantu investor dalam menentukan bias arah dan bahkan mungkin menemukan tren potensial di pasar.

Artikel ini akan memberikan sebuah penjelasan mengenai analisis sentimen saham, contoh dari indikator sentimen, dan cara analisis ini diterapkan ketika menganalisis saham.

 

ANALISIS SAHAM DALAM PASAR SAHAM

Analisis sentimen saham dapat untuk menentukan opini investor mengenai saham atau aset tertentu. Sentimen terkadang dapat menjadi tanda dari aksi harga kedepannya. Hal ini juga menjadi suatu contoh mengenai cara psikologi trading dapat memengaruhi pasar, dapat membantu sebagai alat prediksi untuk menentukan kemungkinan perubahan harga aset tertentu untuk kedepannya.

Ada berbagai faktor yang memengaruhi sentimen saham, di antaranya berita (terkait ekonomi, politik, dan industri) dan media sosial. Faktor-faktor ini memengaruhi volatilitas pasar saham, volume trading, dan pendapatan pasar yang membuat mereka dapat memengaruhi sentimen pasar juga.

Baca juga: Cara Memilih Saham

 

SENTIMEN MEMBANTU TRADER MENGANTISIPASI PERUBAHAN HARGA SAHAM

Jika hanya sentimen saham, maka tidak selalu bisa memprediksi perubahan harga pasar. Namun, ketika digabungkan dengan alat-alat seperti analisis teknis, maka anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik untuk menentukan skenario yang mungkin.

Pada saat volatilitasnya tinggi, harga saham cenderung jauh lebih rentan terhadap perubahan yang cepat. Peristiwa emosional dan informasional tertentu seperti komen negatif di Twitter/media sosial dan berita dapat menimbulkan ketakutan di pasar dan mendorong para investor untuk melakukan penjualan terhadap saham atau perusahaan tertentu dengan berlebihan. Sebaliknya, hal seperti ini juga bisa terjadi ketika berita positif dikeluarkan, yang dapat diartikan sebagai optimisme dan mungkin dapat menaikkan harga saham tertentu. Rasa takut atau gembira awal itu akan menyebabkan gerakan yang terlalu besar dalam pasar yang dapat menimbulkan kondisi overbought atau oversold dalam sekejap.

Misalnya, pada Februari 2018, seorang influencer media sosial, Kylie Jenner, mengeluarkan kicauan berikut:

Tidak mengejutkan bila kemunculan kicauan ini dengan jumlah pengikut yang lebih dari 39 juta memberikan dampak besar bagi harga saham SNAP, perusahaan induk Snapchat. Harga saham berkurang 7% dalam sehari dan SNAP mengalami kerugian kira-kira $1,3 miliar pada nilai pasar.

Saat faktor teknisnya mencapai pembacaan yang ekstrem, trader mulai dapat melihat pembalikan yang lebih mungkin. Hal yang sama juga dapat dirasakan ketika sentimennya berada pada level yang ekstrem. Contohnya, jika 90% klien retail membeli saham atau pasar tertentu, hal ini berpotensi dianggap sebagai sinyal bearish.

 

MENGGUNAKAN INDIKATOR SENTIMEN PADA SAHAM TRADE

Indikator sentimen biasanya digunakan untuk menentukan apakah pasar “bullish” atau “bearish”. Saat investor mengira bahwa harga saham akan naik, mereka mungkin akan membeli saham dan jika investor yang melakukannya cukup banyak – maka sentimen dapat dianggap sebagai bullish. Demikian pula, saat investor pikir harga saham dapat menurun dan mereka pun melakukan hal yang sama dengan menjual saham, maka sentimennya mungkin dianggap sebagai bearish.

Indikator sentimen yang paling umum, yaitu:

  1. Rasio Put/Call
  2. Indeks Volatilitas
  3. Sentimen Klien

 

  • Rasio Put/Call

Untuk memahami rasio put/call, seseorang perlu memahami apa itu opsi. Suatu opsi saham akan memberikan hak kepada trader, tetapi bukan obligasi, melainkan untuk membeli atau menjual saham pada harga yang telah disepakati (kesepakatan harga) di tanggal tertentu nantinya. Opsi sering digunakan para investor untuk melakukan lindung nilai atau mengurasi eksposur risiko dari portofolionya.

Ada dua jenis opsi, opsi call dan opsi put. Opsi call merupakan sebuah opsi untuk membeli sekuritas pada harga yang sebelumnya telah ditentukan (kesepakatan harga) pada tanggal yang yang sebelumnya telah ditentukan (kedaluwarsa). Sebaliknya, opsi put merupakan sebuah opsi untuk menjual pada harga yang sebelumnya telah ditentukan pada tanggal yang sebelumnya juga telah ditentukan. Investor yang bullish dalam saham mungkin akan memutuskan untuk membeli opsi call untuk mengambil keuntungan harga yang lebih tinggi yang telah mereka harapkan, sedangkan investor yang bearish mungkin memutuskan untuk membeli opsi put, sehingga ketika harga sahamnya turun, nantinya mereka dapat menjual saham dengan kesepakatan harga opsi yang lebih tinggi.

Rasio put/call mengacu pada volume opsi put atas opsi call pada sekuritas tertentu. Hasil dari rasio put/call dapat digunakan untuk mengukur sentimen saham tertentu. Misalnya, jika 9.000 trader membeli opsi call Apple Inc dan 1.000 trader membeli opsi put pada sesi trading yang sama, maka sentiennya akan dianggap sebagai bullish karena tampaknya sebagian besar investor mengharapkan kenaikan harga Apple.

 

  • Indeks Volatilitas

Indeks Volatilitas CBOE (VIX) menandakan ekspektasi pasar terhadap volatilitas tersirat – atau mengantisipasi fluktuasi harga – pada S&P 500 selama 30 hari. Tidak seperti rasio put/call yang telah dijelaskan di atas, VIX justru berpandangan ke depan.

VIX cenderung naik ketika trader berharap harga sahamnya turun dan akan turun ketika trader berharap harganya naik. Dengan kata lain, seringkali terdapat korelasi negatif antara VIX dan indeks saham acuan AS.

Opsi put cenderung memiliki bobot yang lebih tinggi dibandingkan opsi call karena para investor yang sering menggunakan opsi sebagai alat lindung nilai untuk melindungi portofolio mereka dari potensi perubahan harga saham. Saat permintaan terhadao opsi out naik, hal ini dapat menyebabkan VIX mengalami kenaikan, itulah salah satu alasan mengapa banyak orang yang menyebutnya sebagai ‘pengukur ketakutan’.

 

  • Sentimen Klien 

Data sentimen klien diturunkan dari trader retail dan menunjukkan persentase yang panjang atau pendek sebuah aset pada waktu tertentu. Data ini dapat mengindikasi ketika penentuan posisi mendekati akhir yang relatifnya ekstrem terhadap harga aset yang dimaksud. Inilah bagian dari bagaimana analisis sentimen dianggap sebagai indikator pelawan.

DailyFX memberikan data sentimen klien berdasarkan trade klien retail IG secara langsung untuk forex, komoditas, cryptocurrency, dan indeks saham utama. Namun, analisis sentimen saham juga tersedia untuk saham individual di platform IG.

 

PELAJARAN PENTING: ANALISIS SENTIMEN SAHAM

  • Sentimen trader dapat digunakan untuk menentukan tren yang tersembunyi dalam pasar saham.
  • Sentimen klien dapat menguntungkan ketika digabungkan dengan alat analitis lainnya.
  • Sentimen dapat mengindikasi ketika penentuan posisi mendekati akhir yang relatifnya ekstrem terhadap harga.
  • IG Client Sentiment (IGCS) menunjukkan seberapa banyak yang akan melakukan long atau short, persentase yang berubah dari waku ke waktu, dan apakah sinyal pasar bullish atau bearish.

Baca juga: Haruskah Saya Investasi di Saham atau Trading CFD?

 

BACAAN LEBIH LANJUT MENGENAI TRADING DENGAN SENTIMEN PASAR

  • Lebih banyak informasi mengenai IG Client Sentiment, baca artikel kami mengenai trading menggunakan sentimen.
  • Temukan cara membaca sentimen ‘risk-on’ dan ‘risk-off’.
  • Pelajari bagaimana analisis sentimen dapat digunakan untuk forex trade.

 

FAQ SENTIMEN PASAR SAHAM

Apa maksud menjadi bullish atau bearish dalam pasar saham?

Saham yang menjadi bullish berarti trader berharap harganya naik. Sebaliknya, jika seorang investor berpikir saham akan turun, maka mereka dianggap sebagai bearish.

Apa dampak sentimen negatif pada saham?

Dampak sentimen negatif dapat menyebabkan banyaknya trader yang memutuskan untuk menjual saham. Saat sentimen negatif, maka ada kemungkinan bahwa investor tersebut pesimis mengenai nilai saham dan hal ini dapat menyebabkan oversold, yang berarti potensi pembalikan titiknya muncul dari kondisi oversold, dengan demikian akan menyebabkan potensi implementasi perlawanan analisis sentimen.

 

 

Sumber: dailyfx.com