Mengurangi ‘Order Slippage’ Saat Trading

Mengurangi ‘Order Slippage’ Saat Trading

Slippage pasti terjadi pada setiap trader, baik ketika trading saham, forex, maupun futures. Slippage adalah hal yang terjadi ketika Anda mendapatkan harga yang berbeda dari yang diharapkan saat masuk atau keluar dari suatu trading.

Jika bid-ask spread dalam saham adalah $49,36 dengan $49,37, dan Anda melakukan market order untuk membeli 500 saham, Anda mungkin mengantisipasi dengan mengisi $49,37. Dalam sepersekian detik yang diperlukan agar order Anda mencapai pertukaran, sesuatu mungkin terjadi atau harga bisa berubah. Harga yang sebenarnya Anda dapatkan mungkin $49,40. Perbedaan $0,03 dengan harga yang Anda harapkan sebesar $49,37 dan harga $49,40 yang sebenarnya Anda dapatkan adalah yang disebut dengan slippage.

Kunci Penting

  • Slippage terjadi ketika Anda melakukan trading dan harga lebih tinggi atau lebih rendah dari yang diharapkan untuk membeli dan menjual.
  • Market order membuat trader mudah terkena slippage karena mereka memungkinkan trading pada harga yang lebih buruk daripada yang diantisipasi.
  • Trader dapat menggunakan limit order dan stop-limit order untuk mencegah trading di atas atau di bawah harga yang ditetapkan dan menghindari slippage.
  • Stop-loss order juga dapat digunakan untuk meminimalisir slippage ketika harga saham bergerak tidak menguntungkan.
  • Penting juga untuk menghindari trading ketika peristiwa berita besar, karna ini bisa menjadi peluang utama untuk slippage.

Baca juga: 4 Strategi Trading Aktif yang Umum

Jenis Order dan Slippage

Slippage terjadi ketika trader menggunakan market order. Market order adalah salah satu jenis order yang digunakan untuk masuki atau keluar posisi (posisi adalah harga jual/beli Anda dan posisi pada suatu aset). Untuk membantu mengeliminasi atau mengurangi slippage, trader menggunakan limit order daripada market order.

Limit order hanya memenuhi harga yang Anda inginkan, atau lebih baik. Tidak seperti market order, ia tidak akan mengisi dengan harga yang lebih buruk. Dengan menggunakan limir order, Anda menghindari slippage. Kekurangan limit order adalah ia hanya bekerja ketika saham mencapai limit yang Anda tetapkan, dan jika ada stok saham pada saat mencapai harga Anda.

Memasuki Posisi

Limit order dan stop-limit order (beda dengan stop-loss) sering digunakan untuk masuk ke suatu posisi. Dengan jenis order ini, jika Anda tidak bisa mendapatkan harga yang diinginkan maka sederhananya Anda tidak perlu trading. Terkadang menggunakan limit order berarti akan kehilangan kesempatan yang menguntungkan, tetapi juga berarti menghindari slippage saat memasuki trading.

Market order memastikan Anda memasuki trading, tetapi ada kemungkinan Anda berakhir dengan slippage dan harga lebih buruk dari yang diharapkan.

Idealnya, rencanakan trading Anda agar Anda bisa menggunakan limit order atau stop-limit order untuk memasuki posisi, mengindari biaya slippage yang tidak perlu. Beberapa strategi membutuhkan market order untuk memasuki trading dalam kondisi pasar yang bergerak cepat. Dalam situasi tersebut, bersiaplah atau perhitungkanlah slippage terjadi.

Keluar Posisi

Jika Anda sudah di dalam trading dengan uang yang dipertaruhkan, Anda memiliki lebih sedikit kendali daripada ketika Anda memasuki trading. Ini artinya Anda mungkin perlu menggunakan market order untuk keluar dari posisi dengan cepat. Limit order juga bisa digunakan untuk keluar dalam kondisi yang lebih menguntungkan.

Sebagai contoh, anggaplah seorang trader membeli saham dengan harga $49,40 dan menempatkan limit order untuk menjual saham tersebut dengan harga $49,80. Limit order hanya menjual saham tersebut ketika seseorang bersedia membayar seharga $49,80. Tidak ada kemungkinan slippage di sini. Penjual mendapatkan $49,80 (atau lebih, jika ada demand).

Ketika mengatur stop-loss (order yang akan mengeluarkan Anda ketika harga bergerak tidak menguntungkan), gunakan market order. Ini akan menjamin keluar dari trading yang merugi, tetapi tidak harus pada harga yang diinginkan.

Menggunakan stop-loss limit order akan menyebabkan order terisi pada harga yang Anda inginkan kecuali harga bergerak berlawanan dengan Anda. Ini artinya kerugian Anda akan terus bertambah jika Anda tidak dapat keluar pada harga yang ditentukan. Inilah mengapa lebih baik menggunakan stop-loss market order untuk memastikan kerugian tidak bertambah besar, meski ini berarti menghadapi slippage.

Saat Slippage Terbesar Terjadi

Slippage terbesar biasanya terjadi di sekitar berita peristiwa besar. Sebagai day trader, hindari trading selama berita peristiwa besar yang dijadwalkan, seperti pengumuman FOMC atau ketika pengumuman pendapatan perusahaan. Ketika pergerakan besar terlihat menarik, masuk dan keluar pada harga yang Anda inginkan mungkin terbukti bermasalah.

Jika Anda sudah berada dalam posisi saat berita rilis, Anda bisa menghadapi slippage yang substansial pada stop-loss Anda, yang membuat Anda menghadapi risiko yang lebih besar dari yang diharapkan. Periksa kalender ekonomi dan kalender pendapatan untuk menghindari trading beberapa menit sebelum atau sesudah pengumuman yang ditandai sebagai berdampak tinggi.

Kelola Risiko Saat Pengumuman

Sebagai day trader, Anda tidak perlu memiliki posisi sebelum pengumuman ini. Mengambil posisi setelahnya akan lebih menguntungkan karena mengurangi slippage. Meskipun dengan tindakan pencegahan ini, Anda mungkin tidak dapat menghindari slippage dengan pengumuman mendadak karena hal itu cenderung menghasilkan slippage yang besar.

Jika Anda tidak trading saat berita peristiwa besar, seringkali slippage yang besar tidak jadi masalah, jadi disarankan menggunakan stop-loss. Jika bencana melanda dan Anda mengalami slippage pada stop-loss Anda, Anda kemungkinan besar akan melihat kerugian yang jauh lebih besar tanpa adanya stop-loss.

Mengelola risiko bukan berarti tidak akan ada risiko. Itu berarti Anda mengurangi risiko sebanyak yang Anda bisa. Jangan biarkan slippage menghalangi Anda untuk mengelola risiko dengan segala cara yang memungkinkan.

Baca juga: Memahami Dasar-Dasar Algorithmic Trading

Slippage Adalah Hal Yang Umum di Seluruh Pasar

Slippage juga cenderung terjadi di pasar yang diperdagangkan tipis. Anda harus memepertimbangkan untuk trading saham, futures dan pasangan forex dengan volume yang cukup untuk mengurangi kemungkinan slippage.

Anda juga bisa trading saham dan futures saat pasar utama AS buka (jika trading di AS). Ide lainnya adalah trading forex saat London dan/atau AS buka, karena ini cenderung menjadi waktu yang paling likuid dan aktif untuk sebagian besar pasangan mata uang.

Anda tidak dapat sepenuhnya menghindari slippage. Anggap saja sebagai biaya variabel dalam menjalankan bisnis. Jika memungkinkan, gunakan limit order untuk mendapatkan posisi yang akan mengurangi peluang Anda untuk biaya slippage yang lebih tinggi.

Gunakan limit order untuk keluar dari sebagian besar trading yang menguntungkan. Jika Anda perlu segera masuk atau keluar dari suatu posisi, gunakan market order. Saat menempatkan stop-loss, gunakan market order. Market order rentan terhadap slippage, tetapi sejumlah kecil slippage dapat diterima jika Anda perlu masuk atau keluar dengan cepat.

Sumber: thebalance.com

Broker News

Kemenkeu Waspadai Kenaikan Harga Pangan Akibat Perang Rusia – Ukraina

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis pemulihan ekonomi tetap berlanjut di awal tahun...

Emas Mulai Rebound, Kekhawatiran Rusia-Ukraina Muncul Kembali yang Membuat Aset Safe Haven Menjadi Favorit para Investor

Harga emas naik pada hari Senin karena pertempuran di Ukraina mendorong permintaan untuk...

Emas Tetap Bernilai Apapun Fundamentalnya

Pendapat Analist Personal Pada kuartal pertama tahun ini, yaitu tanggal 8 Maret 2022,...

Market Alert! Posisi saham AS mungkin telah mencapai level tertinggi tahun ini

Tanggal 17 Maret (WIB) pukul 01:00 WIB dini hari, FOMC AS menaikkan suku bunga acuan...

Panduan Investasi yang Harus Anda baca

Mau berinvestasi tapi gak tahu jurusnya? Mulai belajar, tapi belum nemu platform yang...

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda

Popular Post this month

Broker Forex Terbaik Di Indonesia Tahun 2016

Di era internet saat ini, banyak sekali broker menyediakan fasilitas trading forex online yang...

Cara Bermain Forex untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, trading forex makin sering disebut-sebut sebagai cara mudah dan cepat untuk...

Pengertian Apa Itu Forex Trading

Apa Itu Forex? Forex, atau Foreign Exchange, adalah pasar tak terpusat dimana mata uang dunia...

Gaya Trading Forex

Gaya Trading Forex   Trading Dalam Waktu Singkat (Scalping Trade) Scalping bertujuan...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...