Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Menyaksikan Trend Reversal dengan MACD

Menyaksikan Trend Reversal dengan MACD

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) merupakan salah satu alat yang paling umum digunakan oleh investor dan trader untuk melihat perubahan trendthe holy grail of the markets. MACD mengukur momentum saham dan dapat membantu investor melihat pergeserah dalam momentum tersebut yang bisa saja mengkhianati titik balik harga.

 

Sifat Momentum

Momentum pada pasar mirip dengan momentum pada dunia fisik. Jika anda melempar sebuah bola ke udara, maka bola itu akan naik dengan kecepat yang lambat dan semakin lambat hingga ia berbalik arah dan mulai turun. Hal yang sama juga terjadi pada pasar. Perubahan trend harga hampir selalu diawali dengan perubahan pada momentum, yang kemungkinan besar paling mudah dideteksi dengan indikator MACD.

 

Kunci Penting

  • MACD merupakan salah satu indikator yang biasanya paling sering digunakan dalam analisis teknis.
  • MACD mengukur momentum harga dan tanda momentum pergeserannya dapat digunakan untuk menandakan titik balik harga.
  • Salah satu tanda MACD yang paling kuat adalah perbedaan antara harga dan momentum.

Baca juga: Trading dengan Moving Average

 

Memahami MACD

MACD dikembangkan oleh Gerald Appel yang bertujuan untuk memetakan momentum dengan mengukur hubungan antara dua exponential moving average (default setting untuk indikator yaitu dengan rata-rata 12 hari dan 26 hari).

Jika dua moving average menyimpang, maka momentum akan meningkat, dan jika mereka bertemu, maka momentum akan melemah. Jarak antara keduanya dipetakan dengan apa yang disebut sebagai garis MACD, seperti yang terlihat oleh warna hitam dalam gambar 1.

Untuk mengonfirmasi perubahan pada momentum, exponential moving average sembilan hari akan ditambahkan sebagai garis sinyal (garis warna merah dalam gambar 1). Secara kasar, sinyal beli muncul ketika garis MACD melintas di atas garis sinyal, dan sinyal juga muncul ketika garis MACD turun di bawah garis sinyal. Untuk mengoptimalkan sinyal-sinyal ini, ditemukan bahwa moving average 12 dan 26 hari untuk sinyal jangka panjang serta moving average 7 dan 18 hari untuk sinyal jangka pendek termasuk ideal.

 

Menyalurkan MACD

Praktik menggambar garis trend pada grafik saham sama tuanya dengan grafik saham itu sendiri. Namun, apa yang mungkintidak anda ketahui yaitu bahwa anda juga dapat menggambar garis trend pada indikator, seperti dua garis MACD. Menggambar level support dan resistance menghasilkan saluran aksi yang menawarkan gambaran yang lebih jelas terhadap momentum trend.

Pada gambar 2, kita telah mengukur kekuatan trend saham dengan membuat saluran. Untuk membuat saluran, gambar support dengan menghubungkan bagian bawahnya dan tentukan garis pembalikan dengan menghubungkan bagian atas MACD.

Pada November 2008 kemudian Februari 2009, MACD berhasil menciptakan lower highs, sementara harga saham berhasil menciptakan nilai tertinggi yang sama, ini disebut dengan divergensi dan memberitahu investor bahwa saham kehilangan momentumnya. Investor dapat memilih posisi pendek ketika garis MACD memantul dari resistance. Posisi pendek dapat ditutup ketika garis MACD mencapai support pada bagian bawah saluran atau untuk trade jangka panjang ketika saluran berhasil ditembuk seperti saat mendekati April 2009.

Jika kita telah melihat gambar 3 pada Juli 2008, kita mungkin telah melihat bahwa MACD menciptakan higher lows dan menyimpang dari harga sahamnya. Fenomena ini disebut divergensi dan merupakan salah satu sinyal terkuat dari kemunginan pembalikan. Pada November, pembalikan dikonfirmasi ketika MACD menciptakan higher low utama, menunjukkan adanya peningkatan momentum bullish.

Januari 2009 terlihat bahwa saham membuat nilai tinggi terbaru ketika menembus resistance jangka panjang. Namun, MACD menunjukkan bahwa momentum tidak mengonfirmasi adanya penembusan. MACD terus menurun karena saham cenderung membangun support di dekat level $80. Ketka saham menembus support, MACD juga menembus garis support-nya, mengonfirmasi bahwa saham tidak akan mempertahankan level harga terkininya dan investor harus menjual sahamnya.

Baca juga: Jenis Moving Average Yang Akan Membuat Anda Melihat Trading Forex Dengan Cara Yang Berbeda

 

Kesimpulan

Kekuatan trend terkini dapat diukur dengan menyalurkan MACD. Temukan pembalikan trend dengan mencari divergensi pada momentum yang diukur oleh saluran MACD. Tentukan sinyal beli dan jual dengan menggunakan MACD crossover atau pantulan garis saluran. Mempelajari cara mengimplementasikan dan mengenali sinyal ini akan membantu investor meningkatkan keuntungan mereka ketika trading trend dengan jangka pendek dan menengah.

 

 

Sumber: investopedia.com