Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Metode Stop Loss & Target Profit Terbaik

Metode Stop Loss & Target Profit Terbaik

Fokus utama banyak trader baru yaitu mempertanyakan “di mana saya bisa memasuki pasar?” dan meskipun benar bahwa kuncinya adalah masuk dengan waktu yang tepat, hal itu bukanlah segalanya dan akhir dari trading. Trader yang berpengalaman lainnya akan memberitahu anda bahwa mengetahui letak untuk menaruh stop anda dan cara menentukan target profit yang sama pentingnya, tidak lebih dari itu, dibandingkan mengetahui kapan masuknya.

Trader seringkali menemukan dirinya memasuki posisi dengan mengharapkan munculnya suatu pergerakan tertentu, agar harga bergerak melawan mereka, dan mengentikan mereka sebelum reversal  dan bergerak sesuai yang mereka inginkan.

Sekarang, bukan berarti trader yang berpengalaman masih belum mengalami kejadian ini dari waktu ke waktu, tetapi fokus utama mereka yaitu membuat trade anda terlaksana dan teratur sehingga kejadian tersebut akan menjadi peristiwa yang langka dibandingkan menjadi fitur biasa di karir trading anda.

Kita akan melihat beberapa metode stop loss dan target profit terbaik di bawah ini.

Baca juga: Waktu untuk Menyesuaikan Stop Loss Anda

 

Metode Stop Loss

1 – Menggunakan ATR 20 DAY

Kisaran rata-rata pasangan mata uang merupakan informasi penting yang harus dimiliki ketika trading, tetapi merupakan sesuatu yang diabaikan banyak trader, terutama mereka yang trading dengan timeframe yang lebih rendah. Jika saya memasuki posisi pendek pada 1,1050 EURUSD dan saya menempatkan stop saya dengan semena-mena katakana di atas 1,1080 karena 30 pip adalah risiko rendah yang bagus dan tidak akan memengaruhi keseimbangan saya terlalu banyak jika saya kalah, itu semua tidak apa-apa, dan kemudian menyadari bahwa ATR 20 day adalah 150 pip, seberapa mungkin stop 30 pip saya terkena? Sangat mungkin! Sehingga trade “risiko rendah” yang diambil lagi dan lagi menunjukkan situasi dengan risiko yang tinggi karena kemungkinan penghentiannya sangat tinggi.

Menggunakan ATR 20 day memberikan saya kisaran rata-rata pasangan mata uang selama 20 hari terakhir dan pengujian selama 20 tahun telah menunjukkan bahwa harga akan bertahan dalam ATR 20 day dengan 80% waktu, jadi saya tahu apabila stop saya setidaknya berada pada ATR 20 day, saya cukup aman.

Untuk lebih mudah menggunakan ATR dalam trading anda, kami telah mengembangkan sebuah alat yang dinamakan ATR Boundaries yang benar-benar mengatur ATR pada grafik anda dengan garis atas dan garis tengah yang membuatnya lebih mudah untuk digunakan sebagai refrensi untuk penempatan stop. Lihatlah gambar di bawah yang menunjukkan harga GBPUSD 60 menitt dengan plot ATR Boundaries 20 day.

2 – Menggunakan Volume Profile

Salah satu takdir terkejam yang dialami sebagai trader yaitu dihentikan sebelum harganya bergerak dalam arah yang anda antisipasi dan bergerak mencapai target profit anda. Hal ini karena stop anda terlalu ketat, kami sering bilang – “stop terlalu ketat!” tetapi sebenarnya apa artinya? Contoh ATR di atas merupakan salah satu cara di mana stop bisa jadi terlalu ketat, cara lainnya yaitu terlalu ketat relatif terhadap order lokal di pasar. Orderlah yang mendorong pasar dan menggerakkan harga pada layar kami, jadi mengetahui letak order utamanya di pasar merupakan informasi kuat yang harus dimiliki dan itulah letak Volume Profile masuk. Volume Profile merancang profil order di pasar agar sesi tersebut menunjukkan di mana letak paling banyak order kepada ada (garis merah), di mana 70% volume trade (area biru), dan di mana area volume rendah (area abu-abu), Volume Profile merupakan alat yang sangat berguna untuk dimasukkan ke dalam analisis stop loss anda.

Kita ingin selalu memastikan bahwa level stop loss kita aman di balik zona order lokal yang berat karena kita tahu harga akan cenderung ditarik ke level ini, bahkan jika arah trade kita benar, harga dapat bergerak melawan kita, uji ulang zona order sebelum bergerak ke arah kita. Lihat contoh di bawah ini.

3 – Menggunakan Struktur Pasar

Struktur berdasarkan stop merupakan cara yang tepat untuk menentukan stop loss dan mengajari trader agar benar-benar mempelajari cara menilai pasar secara teknis. Salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan trade ketika menetapkan stop loss yaitu di mana letak level lokal yang penting dalam pasar. Hal ini berkaitan dengan metode Volume Profile di atas dan pada dasarnya dapat dikombinasikan karena keduanya akan sering menyinkronkan. Sangat penting untuk memasukkan struktur ke dalam akun karena level support dan resistance utama merupakan salah satu area besar di mana trader akan terjebak.

Pada contoh di bawah ini kita melihat pin bar bullish yang hebat pada triple bottom (uji ketiga level support utama) jadi kita akan lanjut dan membeli karena harga trade naik dari pin bar dengan stop kita yang berada di bawah grafik. Harga bergerak dengan baik untuk keuntungan awal kita lalu reversal melawan kita dan turun di bawah level, ambil stop kita sebelum reversal dan trading lebih tinggi.

Jadi, apa yang terjadi? level support  utama seperti ini menyebabkan banyak aliran order dan minat serta pelaku penting tahu bahwa seseorang yang membeli area tersebut kemungkinan akan memiliki stop yang dekat sekali di bawah (biasanya trade retail memiliki stop yang ketat karena mereka tidak suka ide “stop lebar”) jadi mereka mendorong harganya turun ke semua likuiditas di bawah level. Jadi, hal penting di sini bukan hanya menempatkan stop anda pada level struktur, tetapi menempatkan beberapa jarak antara level dengan stop anda agar memungkinkan aksi semacam ini dan memastikan anda bukanlah salah satu dari banyaknya orang yang “berhenti karena diburu”.

Baca juga: Menghitung Profit dan Loss dalam Trading Mata Uang

 

Target Profit

1 – Menggunakan ATR 20 day

Mengetahui kisaran rata-rata pasangan mata uang bukan hanya membantu kita menempatkan stop, tetapi juga merupakan cara penempatan target profit yang luar biasa, atau mengetahui kapan waktu yang bagus untuk keluar dari kemenangan trade. Ini lebih tepat untuk trade dengan timeframe rendah sambil tetap fokus pada pergerakan harga harian. Kita juga perlu menggunakan ATR dengan sedikit berbeda sebagai alat target profit. Jika kita tahu bahwa harga bertahan dalam ATR 20 day dengan 80% waktu, maka kita tidak ingin menempatkan target kita pada level 20 day secara langsung, kita justru ingin menempatkannya di dalam level sehingga kita tahu masih ada peluang bagus untuk mencapainya. Cara lain untuk menggunakannya sedikit lebih dinamis yaitu dengan menggunakan ATR sebagai refrensi untuk menilai aksi harga terbaru.

Jika saya berada dalam trade jangka panjang di mana 90 pip dan ATR 20 day adalah 125 pip, maka saya tahu saya sedang berada di puncak tertinggi dari apa yang dapat saya harapkan untuk harga agar dapat mencapai sisi atas di hari itu, dan saya tahu bahwa aka nada kemungkinan reversal, jadi apabila saya melihat RSI menyimpang di area ini, saya dapat keluar, atau jika saya melihat harganya membentuk perhitungan pin bar untuk trade saya, maka saya dapat keluar. Ini adalah cara yang bagus untuk mengamankan pemenang yang jika tidak akan reversal pada anda, dan merupakan alat yang benar-benar bagus untuk digunakan. Selain itu, alat ATR Boundaries kami membuatnya lebih mudah untuk menggunakan ATR sebagai panduan untuk target profit.

2 – Menggunakan Volume Profile

Sama seperti ATR, Volume Profile tidak hanya berguna sebagai panduan untuk penempatan stop loss, tetapi juga sangat efektif untuk membantu kita menilai di mana letak untuk mengambil profit. Salah satu hal yang paling membuat kesal yang dapat terjadi ketika trading yaitu melihat harga mendekati target profit anda hanya untuk reversal melawan anda dan kembali ke break-even (titik impas) atau bisa lebih parah.

Membaca grafik Volume Profile dapat membantu mencegah permasalahan ini dengan cara menunjukkan area di mana kemungkinan harga reversal pada anda. Sekarang bukan saatnya untuk berkata bahwa harga tidak akan melewati zona ini dan mencapai target structural kecuali dalam jangka panjang, harga akan reversal dari area order utama ini lebih dari cukup untuk membenarkan kegunannya sebaai target profit.

Pada contoh di bawah kita dapat melihat bahwa kita memiliki order yang berat tepat di depan target profit kita, dan kaarena harganya terhenti, kita tahu bahwa lebih baik untuk keluar di sana dibanding menahannya untuk target penuh karena harga akan cenderung reversal dari area order utama ini.

3 – Menggunakan Sinyal Order Flow

Alih-alih target struktural, seperti yang telah kita sorot di atas mengapa ini semua tidak selalu menjadi metode terbaik yang digunakan untuk target profit, saya rasa saya telah menunjukkan kepada anda seberapa bergunanya Order Flow Trader mengambil profit.

Order Flow Tarder memetakan aliran dan volume Bank& Institusi dalam pasar dan memberikan beberapa sinyal trading yang brilian berdasarkan aktivitasnya. Sekarang, anda dapat mengambil sinyal ini sebagai sistem yang berdiri sendiri dan anda akan melakukannya dengan sangat baik, tetapi jika anda ingin memasukkan sinyalnya ke dalam metode yang telah anda gunakan, maka akan sangat berguna untuk menyorot pergantian aktivitas di pasar dan memberikan anda peringatan ketika terjadi pergerakan pada harga yang kemungkinan berakhir dan pastinya reversal.

Pada contoh di bawah kita dapat melihat bahwa setelah pergerakan bearish yang baik, harga akan mulai berkisar di posisi rendah kemudian kita dapat melihat sinyal beli Order Flow Trader menunjukkan kemungkinan reversal harga. Pada poin ini, sebaiknya keluar dari trade jangka pendek kita atau setidaknya ikuti stop down kita untuk mengunci sebagian besar profit.

 

Apa Itu Trailing Stop?

Trailing stop merupakan suatu metode yang digunakan untuk melindungi profit pada posisi untung dari retracement. Jadi, dalam gambar di atas, jika kita kekurangan sinyal jual pada harga tertinggi, karena harga terjual menguntungkan kita, kita akan menurunkan stop kita ketika pasar bergerak mengunci profit lebih banyak jika harga berbalik melawan kita.

 

 

Sumber: fxstreet.com