Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Nilai Rasio Pasar dan Cara Trader Dapat Menggunakannya

Nilai Rasio Pasar dan Cara Trader Dapat Menggunakannya

Nilai rasio pasar dapat menjadi cara yang tepat untuk meningkatkan riset saham dengan menggunakan formula matematika untuk perusahaan publik. Trader saham akan menggunakan metrik finansial ini untuk menganalisis saham dan memberikan gagasan mengenai investasi yang potensial. Artikel ini akan memberikan lebih banyak variasi terhadap nilai rasio pasar dan bagaimana mereka digunakan pada menerapkan strategi investasi.

 

DEFINISI NILAI RASIO PASAR

Nilai rasio pasar merupakan formula yang digunakan untuk memberikan wawasan pada harga saham pasar. Ada banyak sekali formula yang digunakan dalam berbagai kombinasi untuk teknik analisis yang berbeda. Satu hal yang pasti, nilai rasio pasar memberikan framework dasar perusahaan kepada analis ekuitas dan mampu membantu untuk mengidentifikasi saham undervalue atau overvalue.

Baca juga: Aturan Pattern Day Trader

 

LIMA NILAI RASIO PASAR KHUSUS YANG PERLU DIPAHAMI

Berbagai rasio yang berbeda memberikan feedback yang beragam kepada investor. Hanya bergantung pada satu rasio tertentu bukanlah hal yang bijaksana karena satu poin data hanya akan memberikan satu perspektif, sedangkan rasio lainnya dapat menyingkirkan satu pandangan ini dengan indikasi yang berlawanan. Jadi, satu pandangan yang lebih luas (pada beberapa rasio) akan memberikan keputusan investasi yang lebih tepat. Di bawah ini adalah daftar nilai rasio pasar yang perlu diingat ketika menganalisis saham:

  1. Rasio P/E
  2. Rasio Hasil Dividen
  3. Kapitalisasi Pasar
  4. Nilai Buku Tiap Lembar Saham
  5. Rasio Harga Terhadap Buku

 

  1. Rasio Harga Terhadap Pendapatan (P/E) = Harga Tiap Saham/Pendapatan Tiap Saham (EPS)

Rasio P/E juga dikenal sebagai price/earnings multiple merupakan salah satu dari sebagian besar rasio yang terkenal yang digunakan oleh investor untuk menentukan nilai saham. Rasio ini akan mengukur harga saham terhadap pendapatan tiap sahamnya (EPS). Rasio P/E hanya akan menunjukkan jumlah investor yang akan membayar $1 dari pendapatan perusahaan.

Berbagai industri atau sektor saham dapat memiliki rata-rata/kisaran P/E yang beragam pada tempat mereka melakukan trade. Contohnya, sektor property dapat memiliki 20 rasio P/E, sedangkan pelayanan finansial hanya dapat memiliki rata-rata 12 rasio P/E . Hal ini penting untuk dipertimbangkan ketika menilai saham.

Rasio P/E yang tinggi dapat memiliki arti bahwa saham akan bernilai lebih mahal karena investor yang membayar dengan harga yang lebih tinggi untuk tiap dolar pendapatan perusahaan. Hal ini juga dapat memperlihatkan kepercayaan investor pada harga yang lebih tinggi yang mencerminkan peningkatan terhadap pendapatan yang di harapkan untuk kedepannya atau potensi pertumbuhan.

Rasio P/E yang rendah dapat menunjukkan kepada investor bahwa harga saham akan relatif rendah dibandingkan pendapatan, hal ini menunjukkan bahwa saham mungkin berada dalam undervalue. Atau hal ini juga dapat memiliki arti bahwa kepercayaan konsumen yang rendah terhadap pertumbuhan kedepannya atau potensi headwind yang mungkin saja harus dihadapi oleh perusahaan.

Kelemahan rasio P/E

Rasio ini mengabaikan proyeksi pertumbuhan EPS perusahaan. Saham dengan rasio P/E tinggi masih bisa menjadi pilihan ‘beli’ yang menarik bagi investor karena pertumbuhan EPS kedepannya yang akan menurunkan rasio P/E nantinya. Selain itu, hutang perusahaan juga tidak langsung dipertimbangkan yang dapat memengaruhi keuangan perusahaan.

 

  1. Rasio hasil dividen = Dividen Tahunan/Harga saham

Rasio hasil sham dapat membantu investor dalam memahami pengembalian pada investasi. Rasio ini menunjukkan bagian dividen yang dibayar perusahaan dibanding harga pasar sahamnya.

Perlu dicatat bahwa banyak perusahaan tidak membayar dividen yang tidak termasuk ke dalam rasio ini. Perusahaan yang lebih muda akan sering melakukan investasi kembali keuntungannya pada bisnis dibandingkan membayar dividen agar dapat mencapai tingkat pertumbuhan potensial yang lebih kuat. Sementara, perusahaan yang lebih metang mungkin akan lebih terbuka untuk mengembalikan sebagian dari laba bersih mereka kepada para pemegang saham.

Hasil yang rendah atau yang tinggi dapat diartikan tergantung perusahaan dan industri. Perusahaan yang matang mungkin tidak memiliki potensi pertumbuhan yang sama seperti perusahaan yang lebih muda dan memiliki perkembangan yang lebih pesat. Jadi, pada saatnya, beberapa perusahaan yang sudah matang dapat menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibanding perusahaan yang lebih muda dengan hasil yang lebih rendah.

Kesimpulannya, raiso hasil dividen tidak begitu memiliki dampak langsung pada penilaian saham, akan tetapi lebih menunjukkan seberapa banyak laba bersih perusahaan yang telah dikembalikan ke pemegang saham kepada investor, maka dari itu rasio ini memberikan luang kepada investor untuk memilih saham yang bisa sejalan dengan kebutuhan investasi mereka.

Kekurangan rasio hasil dividen

Angka hasil dividen dapat disalahartikan. Contohnya, hasil yang tinggi akan muncul dengan sendirinya karena harga saham yang menurun yang berlawanan dengan peningkatan dividen. Juga yang perlu dicatat – dividen tdak menjadi jaminan dan perusahaan dapat memotong dividen mereka ke depannya, lebih-lebih jika kinerja perusahaan atau industri tengah menderita. Hal ini menyebabkan banyak investor yang tengah ‘mengejar’ hasil dalam keadaan yang sulit jika nantinya perusahaan akan mengumumkan pengurangan atau benar-benar melewatkan pembayaran dividen kedepannya.

 

  1. Kapitalisasi pasar = Harga saham x no. saham yang beredar

Angka ini menandakan ukuran perusahaan. Saham dengan kapitalisasi yang besar menandakan perusahaan memiliki nilai lebih dari $5 miliar, sedangkan perusahaan dengan kapitalisasi menengah memiliki kapitalisasi pasar antara $1 sampai $5 miliar. Perusahaan dengan kapitalisasi kecil memiliki kapitalsasi kurang dari $1 miliar. Ini merupakan kompenen penting dari segmentasi pasar ekuitas.

Perlu dicatat bahwa harga saham itu sendiri belum tentu menunjukkan ukuran perusahaan. Jika perusahaan XYZ memiliki harga saham $50 tetapi penilaiannya sebesar $2 miliar, maka akan lebih kecil dibandingkan perusahaan ABC dengan harga saham $20 dan penilaian $10 miliar. ABC cenderung cocok sebagai deskripsi kapitalisasi besar, sedangkan XYZ dianggap sebagai saham dengan kapitalisasi menengah.

Kekurangan kapitalisasi pasar

Kapitalisasi pasar hanya melihat nilai saham pada waktu tertentu, dan hanya sedikit memiliki keualitas yang unggul. Namun, hal itu mampu memungkinkan investor menyusun portofolio mereka lebih efisien dalam upaya mencapai tujuan mereka, memungkinkan untuk fokus pada perusahaan yang lebih besar dan berkembang dibanding perusahaan kecil yang dapat memberikan potensi pertumbuhan yang lebih besar.

 

  1. Nilai buku tiap lembar saham = (Ekuitas pemegang saham – Preferensi saham)/No. saham yang beredar

Nilai buku tiap lembar saham menandakan bahwa nilai ekuitas yang tersisa setelah pengurangan hutang dengan asumsi aset perusahaan terlikuidasi. Nilai buku tiap lembar saham merupakan suatu pengukuran yang tidak memiliki wawasan untuk kedepannya dalam susunan matematis. Apabila perusahaan melakukan trading di bawah nilai bukunya, hal itu mungkin akan menjadi pertandan bahwa ada sesuatu yang tengah terjadi atau investor yang waspada terhadap potensi adanya risiko untuk kedepannya yang dampaknya mungkin akan merugikan perusahaan. Maka dari itu, pengukuran ini dapat menjadi indikator kesehatan suatu perusahaan dan seberapa optimiskah investor mengenai potensi pertumbuhan kedepannya.

Kelemahan nilai buku tiap lembar saham

Ini diambil berdasarkan nilai buku perusahaan yang tidak mencampurkan aset yang tak berwujud ke dalam persamaan. Membandingkan nilai  pasar tiap saham dan nilai buku tiap lembar saham dapat menjadi suatu kekurangan karena komposisi formula dan potensi pemutusannya yang mengabaikan potensi pertumbuhan.

 

  1. Rasio harga terhadap buku (P/B) = Nilai pasar/Nilai buku

Rasio (P/B) ini digunakan untuk menemukan berapa nilai perusahaan dengan cara membandingkan nilai pasarnya dengan nilai buku. Apabila rasionya lebih besar dibandingkan yang satunya, maka akan dilakukan trading terhadap saham dengan premi terhadap nilai buku, apabila rasionya kurang dari yang satunya, maka akan dilakukan trading terhadap harga saham di bawah nilai buku.

Rasio yang lebih besar dibandingkan dari yang satunya menunjukkan bahwa telah dilakukannya trading terhadap harga saham perusahaan dengan nilai lebih dari nilai ekuitasnya. Hal ini dapat memberikan tanda kepada investpr bahwa perusahaan telah menjanjikan prediksi profit dan bahwa investor bersedia membayar premi untuk poyeksi tersebut kedepannya. Semakin tingginya tingkat pertumbuhan yang diharapkan seringkali akan semakin meningkatkan rasio P/E atau P/B karena investor mengantisipasi pertumbuhan yang lebih kuat kedepannya.

Rasio harga terhadap buku yang nilainya kurang dari satu menunjukkan bahwa investor enggan untuk membayar nilai buku perusahaan. Rasio yang lebih rendah dapat menyoroti ketakutan atau sisi pesimis investor mengenai apa yang akan terjadi kedepannya terhadap perusahaan tersebut.

Kekurangan rasio P/B

Rasio P/B mengabaikan aset perusahaan yang tidak berwujud yang pada era modern ini merupakan sebuah komponen besar dari banyaknya teknik penilaian saham.

Baca juga: Bagaimana Seorang Trader Harus Memilih Perusahaan Forex

 

FAQ NILAI RASIO PASAR

Mengapa nilai rasio pasar begitu penting?

Semua rasio ini begitu penting karena mereka memberikan wawasan dalam berbagai aspek perusahaan yang biasanya membuat investor jarang mengandalkan satu rasio saja. Nilai rasio pasar itu seperti kepingan puzzle. Masing-masing kepingan tersebut perlu dianalisis untuk menyusun seluruh gambar agar dapat membuat keputusan investasi yang tepat. Saat membandingkan saham pada industri yang sama, investor seringkali melihat angka rasio yang mirip. Namun, jika investor meluangkan waktunya untuk menginvestigasi rasio penilaian lebih lanjut, mungkin akan terlihat perbedaan yang dapat memberikan peluang investasi.

 

BACAAN SELANJUTNYA MENGENAI RISET SAHAM DAN PENILAIAN

  • Baca panduan kami untuk memilih saham yang paling bagus
  • Temukan cara melakukan riset saham yang efektif
  • Pelajari perbedaan antara trading saham dan investasi

 

Sumber: dailyfx.com