Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Overbought atau Oversold? Gunakan Relative Strendgth Index untuk Mencari Tahu

Overbought atau Oversold? Gunakan Relative Strendgth Index untuk Mencari Tahu

Relative Strendgth Index (RSI) menggambarkan indikator momentum yang mengukur besarnya perubahan harga baru-baru ini untuk mengevaluasi kondisi overbought atau oversold pada harga saham atau aset lainnya. Awalnya dikembangkan oleh analis teknis Amerika terkenal J. Welles Wilder Jr. yang memperkenalkan konsep ini dalam bukunya tahun 1978, “Konsep Baru dalam Sistem Trading Teknis,” RSI ditampilkan sebagai oscillator, yang merupakan grafik garis yang bergerak di antara dua ekstrem. Pembacaan dapat berkisar dari 0 hingga 100.

Trend utama saham atau aset adalah alat penting yang digunakan untuk memastikan bahwa pembacaan indikator dipahami dengan benar. Teknisi pasar terkenal Constance Brown telah secara luas mempromosikan gagasan bahwa pembacaan oversold pada RSI yang terjadi pada uptrend kemungkinan jauh lebih tinggi dari 30%, dan pembacaan overbought pada RSI yang terjadi selama downtrend jauh lebih rendah dari 70%.

Interpretasi tradisional dan penggunaan RSI menyatakan bahwa nilai 70 atau lebih menunjukkan bahwa keamanan menjadi overbought atau overvalued dan mungkin siap untuk trend reversal atau mundurnya harga korektif. Pembacaan RSI 30 atau di bawah menunjukkan kondisi oversold atau undervalued.

 

KUNCI PENTING

  • Di bidang keuangan, Relative Strendgth Index (RSI) adalah jenis indikator momentum yang melihat laju perubahan harga baru-baru ini untuk menentukan apakah suatu saham siap untuk reli atau selloff.
  • RSI digunakan oleh ahli statistik pasar dan trader, selain indikator teknis lainnya sebagai sarana untuk mengidentifikasi peluang untuk masuk atau keluar dari suatu posisi.
  • Umumnya, ketika RSI melampaui level referensi horizontal 30, itu adalah tanda bullish dan ketika meluncur di bawah level referensi horizontal 70, itu adalah tanda bearish.

 

Level Overbought dan Oversold

Dalam hal analisis pasar dan sinyal trade, ketika RSI bergerak di atas level referensi horizontal 30, ini dipandang sebagai indikator bullish.

Sebaliknya, RSI yang turun di bawah level referensi horizontal 70 dipandang sebagai indikator bearish. Karena beberapa aset lebih fluktuatif dan bergerak lebih cepat daripada yang lain, nilai 80 dan 20 juga sering digunakan sebagai level overbought dan oversold.

Baca juga: Mendefinisikan Trend dengan Grafik Kosong dan Membuat Analisis Trading Sederhana

 

Overbought Atau Oversold? Gunakan RSI untuk Mencari Tahu

Harga/Oscillator Divergence

Failure Swings

Range RSI

Selama uptrend, RSI cenderung tetap lebih statis daripada saat downtrend. Hal ini karena RSI mengukur keuntungan versus kerugian. Dalam uptrend, akan ada lebih banyak keuntungan, menjaga RSI di level yang lebih tinggi. Dalam downtrend, RSI akan cenderung bertahan di level yang lebih rendah.

Selama uptrend, RSI cenderung bertahan di atas 30 dan harus sering mencapai 70. Selama downtrend, jarang terlihat RSI melebihi 70, dan indikatornya sering mencapai 30 atau di bawah. Panduan ini dapat membantu menentukan kekuatan trend dan melihat potensi reversal. Misalnya, jika RSI tidak dapat mencapai 70 pada sejumlah swing harga berturut-turut selama uptrend, tetapi kemudian turun di bawah 30, trend telah melemah dan bisa berbalik arah lebih rendah.

Kebalikannya berlaku untuk downtrend. Jika downtrend tidak dapat mencapai 30 atau di bawahnya dan kemudian reli di atas 70, downtrend itu telah melemah dan bisa berbalik arah ke atas.

RSI trenddline Breaks

Baca juga: Bahaya Tersembunyi Menggunakan Akun Praktek Trading

Indikator Momentum: RSI vs. MACD

Seperti RSI, moving average convergence divergence (MACD) adalah indikator momentum yang mengikuti trend yang menunjukkan hubungan antara dua moving average dari harga sekuritas. MACD dihitung dengan mengurangi exponential moving average (EMA) 26 periode dari EMA 12 periode. Hasil dari perhitungan tersebut adalah garis MACD.

EMA sembilan hari dari MACD yang disebut “garis sinyal” kemudian diplot di atas garis MACD, yang dapat berfungsi sebagai pemicu sinyal beli dan jual. Trader dapat membeli keamanan saat MACD melintasi di atas garis sinyalnya dan menjual atau mempersingkat keamanan saat MACD melintasi di bawah garis sinyal.

 

 

Sumber: investopedia.com

Broker News

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda