Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Panduan Trading Support dan Resistance

Panduan Trading Support dan Resistance

Pelajari cara trading menggunakan level support dan resistance

Support dan resistance adalah pilar yang kuat dalam trading dan sebagian besar strategi memiliki beberapa jenis analisis support/resistance (S/R) yang dibangun di dalamnya. Support dan resistance cenderung berkembang di sekitar area utama di mana harga secara teratur mendekati dan rebound setelahnya. Artikel ini menjelaskan apa itu support dan resistance dan mencakup strategi trading support dan resistance teratas.

 

Apa itu Support dan Resistance?

Support dan resistance adalah salah satu teknik analisis teknis yang paling banyak diikuti di pasar keuangan. Ini adalah metode sederhana untuk menganalisis grafik dengan cepat untuk menentukan tiga hal yang menarik bagi seorang trader:

  • Arah pasar
  • Timing masuk ke pasar
  • Menetapkan poin untuk keluar dari pasar dengan profit of loss

Jika seorang trader dapat menjawab ketiga item di atas, maka pada dasarnya mereka memiliki ide trading. Mengidentifikasi level support dan resistance pada grafik dapat menjawab pertanyaan tersebut untuk trader.

Baca juga: Menemukan Support dan Resistance Menggunakan Price Action

 

Support

Support adalah area pada grafik di mana harga telah turun tetapi berjuang untuk menembus di bawah. Diagram di atas menunjukkan bagaimana harga turun ke area support dan kemudian ‘memantul’ secara tajam dari level ini.

Secara teori, support adalah tingkat harga di mana demand (daya beli) cukup kuat untuk mencegah penurunan harga lebih lanjut. Alasannya adalah, saat harga semakin dekat dan mendekati support, dan menjadi lebih murah dalam prosesnya, buyer melihat kesepakatan yang lebih baik, dan lebih cenderung membeli. Seller menjadi lebih kecil kemungkinannya untuk menjual, karena mereka mendapatkan kesepakatan yang lebih buruk. Dalam skenario itu, demand (buyer) akan melemahkan supply (seller) dan itu akan mencegah harga jatuh di bawah support.

 

Resistance

Resistance adalah area pada grafik di mana harga telah naik tetapi berjuang untuk menembus ke atasnya. Diagram di atas menunjukkan bagaimana harga naik ke area resistance dan kemudian “memantul” dengan tajam dari level ini.

Resistance adalah tingkat harga di mana supply (daya jual) cukup kuat untuk mencegah harga naik lebih lanjut. Alasan di balik ini adalah karena harga semakin dekat dan mendekati resistance, dan menjadi lebih mahal dalam prosesnya, seller lebih cenderung untuk menjual dan buyer menjadi cenderung tidak membeli. Dalam skenario itu, supply (seller) akan melemahkan demand (buyer) dan itu akan mencegah harga naik ke atas resistance.

 

4 Strategi Trading Support dan Resistance Teratas

Di bawah ini adalah empat strategi teratas untuk trading dengan support dan resistance:

1) Range trading

Range trading terjadi di ruang antara support dan resistance karena trader bertujuan untuk membeli di support dan menjual di resistance. Pikirkan area antara support dan resistance sebagai sebuah ruangan. Support adalah lantai dan resistance langit-langit. Range cenderung muncul di market sideways di mana tidak ada indikasi yang jelas tentang trend.

Pro Tip – Level support dan resistance tidak selalu merupakan garis yang sempurna. Terkadang harga akan memantul di area tertentu, bukan di garis lurus yang sempurna.

Trader perlu mengidentifikasi range trading dan oleh karena itu, perlu mengidentifikasi area support dan resistance. Area support dan resistance dapat diidentifikasi dan ditunjukkan pada grafik di bawah ini:

Ketika pasar range-bound, trader cenderung mencari long entry ketika harga memantul dari support dan short entry ketika harga memantul dari resistance.

Jelas untuk melihat bahwa harga tidak selalu respect batasan support dan resistance, itulah sebabnya trader harus mempertimbangkan pengaturan stop di bawah support saat long, dan di atas resistance saat short.

Ketika harga benar-benar keluar dari range yang ditentukan, ini bisa disebabkan oleh breakout (penembusan) atau false breakout (penembusan palsu), juga dikenal sebagai “fakeout”. Sangat penting untuk mengadopsi manajemen risiko yang baik untuk membatasi risiko penurunan ketika pasar menembus range trading.

 

2) Strategi breakout (pullback)

Seringkali terjadi setelah periode ketidakpastian arah, harga akan menembus dan mulai menjadi trend. Trader sering mencari breakout seperti itu di bawah support atau di atas resistance untuk memanfaatkan momentum yang semakin meningkat dalam satu arah. Jika momentum ini cukup kuat maka berpotensi untuk memulai trend baru.

Namun, dalam upaya untuk menghindari jatuh ke dalam perangkap trading false breakout, trader top cenderung menunggu pullback (menuju support atau resistance) sebelum melakukan trading.

Misalnya, grafik di bawah ini menunjukkan level support yang kuat sebelum seller menekan harga ke bawah support. Banyak trader mungkin terbawa suasana dan terburu-buru untuk melakukan short trade sebelum waktunya. Sebaliknya, trader harus menunggu respons di pasar (buyer mencoba mendapatkan kendali) untuk berhenti sebelum melakukan short trade.

Dalam skenario di bawah ini, trader harus menunggu pasar terus bergerak turun, setelah pullback, sebelum mencari entry point.

3) Strategi trendline

Strategi trendline menggunakan trendline sebagai support atau resistance. Cukup buat garis yang menghubungkan dua atau lebih titik tertinggi dalam downtrend, atau dua atau lebih titik terendah dalam uptrend. Dalam trend yang kuat, harga akan memantul dari trendline dan terus bergerak searah trend. Oleh karena itu, trader seharusnya hanya mencari entry ke arah trend untuk trading probabilitas yang lebih tinggi.

 

4) Menggunakan Moving Average sebagai support dan resistance

Moving Average dapat berfungsi ganda sebagai support dan resistance dinamis. Moving average yang populer untuk disertakan adalah moving average periode 20 dan 50, yang dapat diubah sedikit menjadi moving average periode 21 dan 55 untuk menggunakan angka Fibonacci. Tidak jarang trader memasukkan MA 100 dan 200 dan pada akhirnya, terserah kepada trader untuk menemukan pengaturan yang mereka sukai.

Dari grafik di bawah ini, jelas terlihat bahwa MA 55 awalnya bergerak di atas pasar sebagai garis resistance. Pasar kemudian turun dan berbalik dan MA 55 kemudian menjadi tingkat support yang dinamis. Trader dapat menggunakan garis trend ini untuk membuat keputusan yang tepat tentang pasar yang cenderung terus menjadi trend dan yang rentan terhadap breakout.

Baca juga: Apa itu Trading Support dan Resistence?

 

Poin-poin Utama Trading Support dan Resistance

  • Support dan resistance adalah pilar yang kuat dalam trading dan sebagian besar strategi memiliki beberapa jenis analisis support/resistance yang dibangun di dalamnya.
  • Strategi support dan resistance dapat didasarkan pada harga yang respect level ini (strategi range bound) atau mengantisipasi pecahnya support dan resistance (strategi breakout dan pullback).
  • Harga tidak akan respect support dan resistance selamanya. Mengingat hal ini, trader perlu mengadopsi manajemen risiko yang baik untuk membatasi kerugian jika terjadi breakout atau penembusan.

 

Sumber: dailyfx.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda