Loading...

Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Risiko Apa yang Dihadapi Seorang Pengusaha

Risiko Apa yang Dihadapi Seorang Pengusaha

Sebagian besar pengusaha sifatnya adalah pengambil risiko. Banyak pengusaha yang mempertaruhkan semua yang mereka miliki ketika mereka memutuskan untuk meluncurkan bisnis. Bagi pengusaha, tidak ada yang namanya pemasukan bulanan yang aman serta menghabiskan waktunya dengan keluarga dapat menjadi sebuah tantangan. Inilah beberapa risiko yang harus dievaluasi dan diminimalisir oleh tiap pengusaha dan investor sebelum memulai bisnis.

 

KUNCI PENTING

  • Pengusaha menghadapi berbagai risiko seperti kebangkrutan, risiko finansial, risiko kompetitif, risiko lingkungan, risiko reputasi, serta risiko politik dan ekonomi.
  • Pengusaha harus merencanakan anggaran dengan bijak dan menunjukkan kepada investor bahwa mereka tengah mempertimbangkan risiko dengan membentuk rencana bisnis yang realistis.
  • Pengusaha juga harus mempertimbangkan perubahan teknologi sebagai faktor risiko.
  • Permintaan pasar tidak bisa diprediksi karena trend konsumen dapat berubah dengan cepat, menyebabkan permasalahan bagi pengusaha.

 

Risiko Finansial

Seorang pengusaha akan membutuhkan dana untuk meluncurkan bisnis baik dalam bentuk pinjaman dari investor, simpanana milik mereka, atau dana dari keluarga. Pendiri harus menempatkan “kulit dalam permainan” mereka. Bisnis baru mana pun harus memiliki rencana finansial dalam seluruh rencana bisnis yang menunjukkan proyeksi pemasukan, berapa banyak uang tunai yang akan dibutuhkan untuk mencapai break-even, dan hasil yang diharapkan untuk investor untuk lima tahun pertama. Kegagalan untuk merencanakan secara akurat dapat berarti bahwa pengusaha mempertaruhkan kebangkrutan, dan investor tidak mendapatkan apa pun.

Penting: pengusaha menghadapi banyak risiko ketika mereka meluncurkan usaha, dan mereka harus mengambil tindakan untuk memastikan hal-hal yang paling mungkin memengaruhi mereka.

Baca juga: Penjelasan Manajemen Keuangan (Money Management)

 

Risiko Strategis

Rencana bisnis yang hebat akan menarik investor. Namun, kita hidup dalam dunia yang dinamis dan serba cepat di mana strategi dapat menjadi usang dengan cepat. Perubahan pasar atau lingkungan bisnis dapat berarti bahwa strategi yang dipilih salah, dan perusahaan mungkin berusaha untuk mencapai patokannya dan key performance indicators (KPIs).

 

Risiko Teknologi

Teknologi baru terus bermunculan, terutama di era revolusi industri ke-empat. Beberapa dari perubahan ini dikategorikan sebagai teknologi “pergerseran paradigm” atau “mengganggu”. Untuk menjadi kompetitif, perusahaan baru mungkin harus investasi besar-besaran pada sistem dan proses yang baru, yang dapat memengaruhi laba secara drastis.

 

Risiko Pasar

Banyak faktor yang memengaruhi pasar untuk barang dan jasa, naik turunnya ekonomi dan trend pasar baru menimbulkan risiko bagi bisnis baru, selain itu barang tertentu mungkin akan terkenal setahun tetapi tidak di tahun berikutnya. Contohnya, jika ekonomi merosot, orang-orang cenderung mengurangi barang-barang mewah atau yang tidak penting. Jika pesaing meluncurkan produk yang sama dengan harga yang lebih rendah, pesaing mungkin dapat mengambil saham pasar. Pengusaha harus melakukan analisis pasar yang menilai faktor-faktor pasar, permintaan barang atau jasa, dan perilaku pelanggan.

 

Risiko Kompetitif

Seorang pengusaha harus selalu waspada terhadap pesaingnya. Jika tidak ada pesaing sama sekali, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada permintaan terhadap barang. Jika terdapat beberapa pesaing yang lebih besar, pasar mungkin tengah jenuh, atau perusahaan mungkin tengah berusaha untuk bersaing. Selain itu, pengusaha dengan ide-ide dan inovasi baru harus melindungi properti intelektual dengan mencari paten untuk melindungi dirinya dari pesaing.

 

Risiko Reputasi

Reputasi bisnis adalah segalanya, dan ini terutama terjadi ketika bisnis baru diluncurkan dan pelanggan memiliki ekspektasi yang telah terbentuk. Jika perusahaan baru mengecewakan pelanggan di tahap awal, munkin tidak pernah mendapatkan daya tarik. Media sosial memainkan peran yang besar dalan reputasi binsis dan pemasaran dari mulut ke mulut. Satu tweet atau postingan negatif dari pelanggan yang tidak puas dapat berarti kerugian yang besar dalam pendapatan. Risiko reputasi dapat dikelola dengan strategi yang mengomunikasikan informasi produk dan membangun hubungan dengan konsumen dan para pemegang saham lainnya.

Baca juga: Definisi Momentum dan Risikonya

 

Risiko Ekonomi, Politik, dan Lingkungan

Beberapa hal tidak bisa dikendalikan dengan rencana bisnis yang baik atau asuransi yang tepat. Gempa bumi, tornado, badai, perang, dan resis merupakan risiko yang dihadapi oleh perusahaan dan pengusaha baru. Mungkin ada pasar yang kuat bagi produk di negara yang belum berkembang, tetapi negara-negara ini dapat menjadi tidak stabil dan tidak aman; bisa juga logistik, nilai pajak, atau tarifnya yang mungkin membuat trade menjadi sulit yang bergantung pada kondisi politik kapan saja. Selain itu, secara historis beberapa sektor bisnis memiliki nilai kegagalan yang tinggi, dan pengusaha pada sektor-sektor ini dapat kesusahan mencari investor. Sektor-sektor ini termasuk layanan makana, retail, dan konsultan.

56%

Persentasi dari bisnin kecil yang diluncurkan tahun 2014 hingga tahun kelimanya, berdasarkan Bureau pf Labor Statistic.

 

Garis Bawah

U.S. Bureau of Labor Statistic menemukan bahwa bisnis-bisnis kecil yang dimulai tahun 2014, 80% berhasil mencapai tahun keduanya (2015), 70% berhasil mencapai tahun ketiganya (2016), 62% berhasil mencapai tahun keempatnya (2017), dan 56% berhasil mencapai tahun kelimanya (2018). Pengusaha harus siap membuat kesalahan, beberapa di antaranya akan memakan biaya yang banyak. Namun, dengan perencanaan, pendanaan, dan fleksibilitas yang tepat, bisnis akan memiliki peluang yang lebih baik untuk mencapai keberhasilan.

 

 

Sumber: investopedia.com