Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Strategi, Tips, dan Taktik Trading Perak

Strategi, Tips, dan Taktik Trading Perak

Seperti yang telah dibahas pada artikel ‘apa itu perak’, perak merupakan sebuah logam berharga yang sering digunakan untuk tujuan industri, tetapi juga merupakan salah satu komoditas paling terkenal yang bisa digunakan untuk trade. Meskipun emas dianggap lebih memiliki nilai ekonomis, dua komoditas ini sangat berkaitan dan keduanya dikategorikan sebagai aset safe haven.

Selama periode volatilitas yang tinggi dan ekonomi yang tidak menentu, investor seringkali menjadikan perak sebagai tempat lindung nilai inflasi dan juga sebagai investasi jangka panjang, meningkatkan daya tarik safe haven miliknya. Mirip seperti rekannya, emas, terdapat hubungan kebalikan antara perak dengan Dolar AS, membuatnya menjadi investasi menarik untuk tujuan diversifikasi portofolio.

Sama seperti instrumen finansial lainnya, penting untuk memahami faktor yang dapat memengaruhi harga perak dan untuk gilirannya, daya tarik investasinya.

Baca juga: Trading Emas: Tiga Tips Terbaik untuk Trading Emas

 

Tiga faktor yang memengaruhi perak sebagai sebuah investasi:

  1. Penawaran dan Permintaan

Meskipun semua aset merupakan suatu fungsi dari penawaran dan permintaan, logam berharga seringkali banyak diminati karena terbatasnya pemasokan yang tersedia. Namun, permintaan terhadap perak sebagian besar ditujukan untuk penerapan industrinya. Karena perak merupakan logam konduktif panas dan yang paling elektrik, maka perak seringkali digunakan untuk peralatan medis, peralatan listrik, dan barang industri lainnya.

Selama kemerosotan ekonomi, meskipun permintaan terhadap perak fisik sebagai suatu barang industri mungkin menurun, tetapi permintaanya sebagai sebuah investasi seringkali meningkat, membuat harganya meningkat. Selama menyangkut pemasokannya, sebagian besar perak industri akan dikonsumsi atau dihancurkan selama proses pembuatan, membatasi pemasokan yang dapat dikembalikan ke pasar atas setelah industrinya selesai dan berpotensi menjadi rintangan untuk pemasokan logam kedepannya.

 

  1. Ekonomi Global

Saat ekonomi tidak menentu dan politik tidak stabil, investor sudah lama diketahui akan berinvestasi pada emas, tetapi daya tarik safe haven perak pastinya memperoleh perhatian para investor sebagai alternatif. Selama resesi global, pengaturan terhadap kebijakan moneter dan fiskal seringkali membuat investor mencari investasi lain yang mungkin memberikan pengembalian tinggi karena pemerintah sering menurunkan suku bunga untuk merangsang pengeluaran konsumen, sekaligus meningkatkan ekspektasi inflasi. Ketika inflasi yang meningkat memberikan kerugian terhadap daya beli dengan uang kertas dan depresiasi mata uang, investor dapat menggunakan perak sebagai lindung nilai inflasi terhadap hal-hal seperti kerugian. Selain itu, perak, seperti emas, seringkali menunjukkan sebuah hubungan kebalikan dengan Dolar AS. Ketika Dolar AS melemah, permintaan terhadap perak cenderung meningkat karena trader melakukan diversifikasi terhadap portofolio mereka untuk memitigasi risiko yang berkaitan dengan depresiasi Dolar.

 

  1. Harga Emas

Sepanjang artikel ini, hubungan antara emas dan perak telah disebut beberap kali dan diwakili oleh rasio emas-perak, pengukuran digunakan untuk menentukan jumlah perak (dalam ons) yang perlu membeli satu ons emas untuk satu perak. Meskipun harga perak cenderung mengikuti emas, bukan berarti dua komoditas tersebut akan bergerak pada nilai yang sama dan perbedaan ini mungkin akan manambah atau mengurangi level rasio. Namun, memahami rasio emas-perak dapat berguna untuk trader perak karena dapat memberikan potensi sinyal kapan pasar mencapai level ekstrem.

Dari perspektif sejarah, selama krisis keuangan, emas memiliki kecenderungan terhadap perak yang outperforming yang berarti bahwa rasio akan meningkat, dengan titik tertinggi menembus 80 dan titik terendah yang tenggelam sekitar 40. Pada level ekstrem ini, trader mungkin mencari konfirmasi tambahan bahwa perbaikan akan muncul untuk mengembalikan rasio pada level yang dianggap normal sekitar 60.

 

PERAK SEBAGAI KOMODITAS YANG DAPAT MELAKUKAN TRADE

Likuiditas yang cukup, volume trade yang tinggi, spread yang ketat, dan jam trading yang fleksibel merupakan atribut yang menarik yang membuat perak menjadi komoditas terkenal bagi trader. Ketika volatilitas pasar meningkat, ukuran pasar yang lebih kecil membuat perak lebih rentan terhadap perubahan harga yang besar (price swings) yang seringkali menjadi lebih besar dibandingkan emas. Bagi trader jangka pendek, seperti day trader atau scalper, hal ini dapat menjadi peluang untuk memperoleh keuntungan terhadap perubahan harga yang besar yang mungkin muncul.

Selain itu, perak menjadi semakin terkenal sebagai alat diversifikasi portofolio, dengan trader yang menggunakannya sebagai lindung nilai terhadap posisi dengan korelasi yang tinggi terhadap Dolar AS dan faktor yang sama yang memengaruhi perak sebagai investasi yang biasanya akan memengaruhinya sebagai komoditas yang dapat melakukan trade.

 

STRATEGI TRADING PERAK

Meskipun terdapat berbagai strategi, penting untuk memilih strategi yang selaras dengan kondisi pasar terkini. Ketika pasar tengah trending, trader dapat mengaplikasikan Trend Trading Strategy dan ketika berada dalam kondisi rangebound maka menggunakan Range Trading Strategy.

Tiga langkah untuk Trend Trading Strategy pada perak:

  1. Menentukan arah trend

Pasar yang trending merupakan salah satu yang memperoleh titik ekstrem baru secara konsisten, hal ini akan dikelompokkan dengan rangkaian higher high dan higher lows, sedangkan downtrend yang kuat dikelompokkan dengan rangkaian lower lows dan lower highs.

Meskipun menentukan trend mungkin terdengar sederhana, tetapi memutuskan timeframe yang tepat dapat menjadi tugas yang menantang. Sementara trader intraday seringkali memanfaatkan grafik jangka pendek untuk menentukan potensi sinyal masuk dan keluar, ada banyak keuntungan dari analisis timeframe yang berlipat, yang menyangkut analisis dari dua grafik jangka panjang dan pendek. Seperti yang digambar di grafik harian di bawah, trendline bisa digunakan sebagai petunjuk untuk menentukan arah trend, dengan tiga titik sentuhan yang mengonfirmasi adanya upward trend.

 

Grafik Harian Perak

 

  1. Menyaring sinyal pada arah trend

Setelah trader berhasil mengidentifikasi arah trend terikini, langkah kedua yaitu mengidentifikasi potensi sinyal masuk dengan memanfaatkan indikator teknis. Relative Strength Index (RSI) merupakan osilator momentum yang terkenal yang mengindikasikan kapan sebuah instrumen dapat menjadi overbought atau oversold. Ketika nilai RSI turun di bawah 30 akan dianggap oversold dan ketika di atas 70 akan dianggap overbought.

Dengan menerapkan RSI pada grafik harian di atas, mungkin akan terdapat potensi sinyal masuk pada daerah di bawah 30 yang telah disorot, di mana perak dianggap berada di wilayah oversold.

 

  1. Mengimplementasikan manajemen risiko

Manajemen risiko mungkin merupakan komponen yang paling penting dalam rencana trading yang sebelumnya perlu ditentukan untuk memasuki trade.

Pada DailyFX Education, manajemen risiko berada di depan dan tengah karena ia merupakan salah satu dari beberapa faktor yang sebenarnya dimiliki oleh trader dalam kendali mereka. Hal ini juga diambil dari data, yang diutamakan dalam penelitian kami mengenai Perilaku Trader yang Sukses. Point blank – tidak ada trader yang bahkan mampu untuk memprediksi masa depan dengan akurat apalagi dengan cara yang sempurna. Dan dengan demikian, trader lain yang tidak mengendalikan ukuran kerugian mereka rentan terhadap trade ‘buruk’ yang menghapus keuntungan dari beberapa trade yang ‘berhasil’. Untuk mempelajari lebih jauh tentang manajemen risiko kami dan penelitian mengenai Perilaku Trader yang Sukses kami, klik link di bawah ini:

 

Range-bound Trading Strategy Perak

Pasar perak tidak selalu upward atau downward trend, ia seringkali memasuki periode konsolidasi ketika harga bergerak ‘sideways’ yang berarti ketika strategi range-bound sesuai.

Strategi range-bound dapat diterapkan dengan menggunakan tiga langkah proses yang sama seperti yang di atas.

  1. Menentukan kisaran

Ketika aksi harga berada dalam kondisi range-bound, biasanya menunjukkan bahwa harga mencapai level yang sama selama periode tersebut, yang berarti mengacu pada konsolidasi. Untuk menentukan kisarannya, trader dapat menggunakan level support dan resistance dan batas yang rendah dalam kisaran. Zona support dapat dibentuk dengan menghubungkan rangkaian titik rendah, sementara zona resistance dapat dibentuk dengan menghubungkan rangkaian titik tinggi.

Grafik dua jam perak di bawah menunjukkan bagaimana trader dapat menentukan kisaran ketika pasar tengah berada dalam periode konsolidasi.

Grafik 2 Jam Perak

 

  1. Menyaring sinyal

Jika harga perak bergerak ke bawah kisaran, trader dapat membeli perak dan dapat menjual perak ketika harga bergerak ke titik akhir tinggi kisaran. Keuntungan dari strategi kisaran trading yaitu trader bisa menggunakan stop loss yang ketat. Hal ini berarti trader dapat mempertaruhkan sedikit risiko dan biasanya mengarah pada rasio risiko penghargaan yang lebih tinggi pada trade.

 

  1. Mengimplementasikan manajemen risiko

Strategi trading yang lengkap mana pun akan mencakup prinsip manajemen risiko yang ketat. Jika harga perak menembus level support dan resistance, yang akhirnya akan terjadi, penting untuk trader bersiap. Trader dapat menggunakan stop loss dan take-profit untuk mengantisipasi rasio risiko penghargaan sebelum memasuki trade.

Jika trader menjual perak pada level resistance, mereka akan menempatkan stop loss mereka di atas level resistance, dan juga jika trader membeli perak mereka akan menempatkan stop loss mereka di bawah level support.

Baca juga: Trading Rasio Emas-Perak: Tips dan Strategi

 

BAGAIMANA TRADE PERAK DENGAN ANALISIS TEKNIS

Strategi di atas berfokus pada menggunakan pola grafik dan indikator teknis untuk membantu dengan menentukan kemungkinan tempat menarik, yang meskipun tidak bisa menjamin, tetapi dapat membantu trader mengidentifikasi area kemungkinan yang tinggi, yang telah terbukti penting sebelumnya.

Meskipun terdapat ratusan indikator, dengan tiap karakteristik yang unik, kegunaan dari salah satu atau dua indikator sederhana seringkali cukup.

Empat indikator efektif yang digunakan oleh trader pemula dan berpengalaman yaitu moving average (MA), relative strength index (RSI), the moving average divergence/convergence (MACD) dan stochastic.

Namun, aksi harga juga merupakan petunjuk yang berguna untuk trader, dengan level Fibonacci yang memandu support dan resistance. Contoh bagaimana retracement Fibonacci dapat digunakan untuk analisis teknis bisa dilihat dalam grafik perak di bawah, di mana retracement Fibonacci diambil dari dua titik yang relevan (biasanya pentingnya titik tinggi dan rendah).

Menggunakan grafik harian di bawah, retracement Fibonacci diambil dari titik rendah dan tinggi di tahun 2020, dengan moving average 50 hari beraksi sebagai petunjuk tambahan untuk aksi harga.

 

 

Sumber: dailyfx.com