Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Swing Trading dengan Bantuan Bollinger band dan ADX

Swing Trading dengan Bantuan Bollinger band dan ADX

Trader menikmati berbagai jenis trading: positional trading (trading posisi), intraday trading, scalping, swing trading, dan sebagainya. Di mana positional trading memiliki durasi yang lebih lama, sisanya memiliki durasi yang lebih pendek mulai dari sehari hingga tersisa beberapa menit untuk mengambil keuntungan yang dibutuhkan. Mereka akan bergantung pada berbagai indikator teknis yang akan membantu mereka untuk memperkirakan pergerakan berdasarkan grafik harga yang diberikan agar mendapatkan keuntungan yang optimal. Pada artikel ini, anda akan menemukan cara trader mendapatkan keuntungan dari dua indikator dasar, yaitu bollinger band dan ADX agar mendapatkan keuntungan yang dibutuhkan dari swing trading.

Swing trading merupakan suatu jenis trading di mana investor akan mencari keuntungan dengan cepat. Sama halnya dengan day trading di mana investor tidak menahan posisinya dengan skenario jangka panjang. Mungkin selama satu jam, sehari, atau beberapa hari yang dicari oleh trader. Mengingat peluang yang disediakan oleh pergerakan pasar, swing trader akan masuk dan keluar pasar di hari yang sama atau mungkin beberapa jam. Maka dari itu, agar kabandlisasi pasar bergerak, kita harus mengetahui semacam indikator yang dapat membantu mendapatkan pengembalian yang dibutuhkan secepat mungkin. Bollinger band dan ADX (Average Directional Movement Index) merupakan indikator teknis yang membantu mendapatkan keuntungan dari harga swing. Mari memahaminya lebih detail.

Bollinger band: bollinger band merupakan indikator teknis yang dikenal secara luas untuk swing trading karena ia mengindikasikan kemungkinan perputaran pada harga. Ia terdiri dari tiga kurva yang digambar dengan bantuan moving average dan standar deviasi. Middle band merupakan moving average dari periode tertentu, sementara itu upper band dan lower band merupakan deviasi standar dari garis tengah. Middle band biasanya terdiri atas 20 day moving average, sedangkan upper band dan lower band berada pada dua deviasi standar dari middle band.

Usage: saat underlying bergerak ke arah luar upper Bollinger band, maka tandanya dianggap “overbought” yang menunjukkan kemungkinan profit booking dan likuidasi harga. Sebaliknya, saat underlying melakukan trade di bawah Bollinger band yang rendah, maka akan dianggap “oversold” dan menunjukkan harga akan menutupi kerugian. Apabila quote underlying bergerak naik dari lower band, maka middle band akan menjadi resistance pertama, sementara itu trading terus berlanjut di atas middle band yang akan mengarahkan quote menuju upper band. Apabila quote bergerak ke bawah dari upper band, maka support pertama adalah middle band. Jika gagal mempertahankan support, maka lower band yang menjadi level berikutnya untuk dilihat.

Baca juga: Tujuh Putaran Mematikan untuk Trading Anda

 

ADX (Average Directional Movement Index atau Average Directional Index)

Saat Bollinger band menunjukkan suatu kemungkinan perputaran, ADX justru menunjukkan kekuatan dari pergerakan harga yang ada. ADX merupakan moving average eksponen dari Directional Index (DX) dalam periode waktu tertentu. Directional Index terdiri atas dua indikator, yaitu directional indicator positif (+DI) dan directional index negatif (-DI). Untuk +DI, ia akan menghitung kekuatan pergerakan naik, sementara -DI menghitung kekuatan pergerakan turun. Keduanya dirancang dengan ADX dalam jendela indikator antara batas nol dan 100. Periode waktu standar yang digunakan dalam indikator ini yaitu 14 periode. Usage: ketika ADX di atas level 40, maka tren yang berlaku dianggap kuat, sedangkan apabila ADX trading di bawah level 20, maka menandakan tren yang lemah. Dengan kata lain, sejauh mana pun garis ADX melakukan trade di atas level 40 dengan tren yang naik, maka menunjukkan sebuah lanjutan dari trend yang berlaku (baik Bullish atau Bearish), sedangkan dengan penurunan di bawah level 40 akan menunjukkan sebuah kemungkinan perubahan trend. Sama halnya, jika garis ADX trading di bawah level 20 dan menunjukkan tanda peningkatan, trend yang berlaku akan diharapkan untuk mendapatkan momentum.

Pada artikel ini, anda akan mempelajari cara Bollinger Band dan ADX (Average Directional Momentum Index) dapat berguna di swing trading.

Strategi: jika quote underlying menguji upper band atau lower band dari Bollinger, maka hal ini diharapkan akan berputar, kekuatan pembalikkan dapat diketahui dengan level terkini dan tren ADX.

Contoh 1: jika quote melakikan trading di atas upper band dari Bollinger, mencari ADX apabila menurun ke bawah level 40, maka tekanan penjualannya diharapkan dengan target middle band dan lower band dari Bollinger.

Grafik empat jam: grafik EURUSD empat jam yang disebut di atas menggambarkan cara trade dengan bantuan Bollinger band dan ADX. Seperti yang bisa kita lihat, quote melintasi upper band Bollinger yang ditutup di atas 1.3265 yang menunjukkan skenario overbought dan ekspektasi profit booking. Di panel bawah, penurunan di bawah level 40 pada ADX juga ditandai dengan perubahan pada pembelian yang berlaku. Pembalikan tren didukung dengan garis tren yang menurun pada ADX. Quote tersebut menguji lower band Bollinger mendekati 1.3030 yang menunjukkan kemungkinan perputaran harga. Maka dari itu, investor perlu membukukan keuntungan penuh pada 1.3030.

Grafik per jam: grafik EURUSD per jam yang disebut di atas memberikan contoh lainnya mengenai cara melakukan trade dengan bantuan ADX dan Bollinger band. Quote ditrade di bawah lower band Bollinger dan ADX yang juga mengalami penurunan tren yang menunjukkan kemungkinan pembalikan tren dari likuidasi yang ada. Maka dari itu, dengan membeli di lower band Bollinger dan membentuk garis tren, kita harus menahan posisi kita hingga quote menguji upper band Bollinger. Seperti strategi yang telah disebut di atasm dengan melakukan pembelian mendekati 1.3390 dan melakukan likuidasi posisi mendekati 1.3430, kita dapat menghasilkan profit dari 40 bps. Contoh 2: jika harga memberikan jeda dari area bawah Bollinger (atau area atas) dengan ADX yang naik dari level 20, maka diharapkan bahwa harga akan melakukan trade lebih tinggi (lebih rendah) hingga harga memberikan penutupan di atas upper band Bollinger (atau di bawah lower band Bollinger) atau penurunan secara bertahap (downtick) pada ADX, yang mana yang datang lebih dulu.

Grafik empat jam: melihat dari grafik EURESD empat jam yang disebut di atas, maka dapat diobservasi bahwa lonjakan pada quote EURUSD dengan tiba-tiba menembus kisaran normal dan mendorong quote untuk trade di atas level 1.2730 yang didukung penuh oleh kenaikan ADX di atas level 20. Orang akan berargumen bahwa quote sudah sering menyentuh upper band Bollinger yang seharusnya menunjukkan penjualan. Namun, harus diingat bahwa tidak ada waktu yang memberikan penutupan di atas Upper Bollinger Band, hanya trading mendekati upper band yang tidak akan menunjukkan pasar yang overbought.

Grafik per jam: grafik EURUSD per jam yang telah disebut di atas memberikan contoh lain mengenai cara trade dengan bantuan ADX dan Bollinger band. Karena harga yang trading dalam kisaran dan lonjakan penjualan yang tiba-tiba, seseorang harus mencari ADX yang berbalik dari level 20 yang menunjukkan tekanan penjualan yang memiliki kekuatan dan akan berlanjut. Mengambil posiis penjualan pada level tersebut, seseorang perlu memiliki target penutupan di bawah Bolling band yang rendah. Pada contoh ini, 60 bps (perbedaan antara 1.3030 dan 1.2970) merupakan pendapatkan yang dihasilkan dengan bantuan strategi ini.

Baca juga: Anda, Uang, dan Diri Anda dengan Rencana (Trading)

 

Penilaian: 3 dari 5 bintang

Feedback: strategi tersebut terlihat penting dari sisi swing trader, tetapi kelemahannya adalah order stop loss. Strateginya yaitu berhenti pada titik keluar dari posisi yang ada jika terjadi pergerakan harga yang bersifat merugikan. Maka dari itu, berhati-hati, diharapkan untuk selalu menggunakan indikator tertentu lain yang menyediakan stop loss jika terjadi pergerakan harga yang bersifat merugikan.

 

 

 

Sumber: fxstreet.com