Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Trader Forex Jenis Apakah Anda

Trader Forex Jenis Apakah Anda

Ada banyak sekali jenis trader forex dan masing-masing jenisnya menuntut beragam pendekatan. Apakah anda memilih sprint day trading yang cepat atau marathon position trading jangka panjang, memilih gaya yang paling tepat agar anda dapat memaksimalkan kesempatan anda untuk berhasil. Baca lebih jauh untuk lebih mempelajari jenis trader forex yang aktif di pasar dunia terbesar.

 

Enam Perbedaan Jenis Trader Forex

Trader forex akan cenderung cocok dengan salah satu dari enam jenis trading berikut: scalper, day trader, swing trader, position trader, algoritmik trader, dan juga event-driven trader. Baca jenis-jenisnya di bawah dengan terpisah dan temukan karakteristik yang optimal dari tiap jenisnya.

  1. Scalper

Scalper merupakan jenis trader jangka pendek yang fokus pada posisinya dalam jangka waktu sedikit selama beberapa detik hingga ke beberapa menit. Strategi forex scalping mencakup trading yang keseringannya dilakukan dalam sehari dengan intensitas meraih pendapatan kecil pada saat-saat paling sibuk (paling likuid).

Scalper menjalani kegiatannya dengan cepat. Dihadapi oleh suatu proses informasi baru dan beraksi pada perubahan pasar yang cepat secara terus-menerus, idealnya anda akan menjadi seseorang yang jeli, naluriah, dan juga cerdas – tetapi tetap tenang meskipun berada dalam tekanan.

Baca juga: 18 Hal yang Saya Pelajari dalam 10 Tahun Trading Forex

 

  1. Day trader

Day trader juga seringnya melakukan trade pada jangka waktu intraday. Meskipun rutinitasnya tidak secepat scalper, day trader akan akan mentutup seluruh posisi sebelum trading day berakhir, hal ini dilakukan supaya tidak bertahan semalaman. Hal ini berarti trade tidak diperngaruhi oleh berita-berita negatif yang mampu mengubah harga sebelum pasar dibuka atau setelah penutupannya.

Untuk berhasil menjadi seorang day trader, anda perlu siap beradaptasi pada perubahan harganya yang cepat, dan juga memahami teknik-teknik penting dalam gaya trading ini, seperti membuyarkan celahnya.

Di bawah ini merupakan contoh grafik lima menit yang digunakan oleh para scalper dan day trader yang menunjukkan poin-poin masuk dan keluarnya day trading. Poin-poin tersebut berdasarkan pada sinyal Relative Strength Index (RSI) dengan area oversold dan overbought yang dilingkari grafik.

 

  1. Swing Trader

Swing trader menahan trade selama lebih dari sehari dan mungkin selama beberapa minggu. Dalam jangka waktu pendek ini, biasanya swing trader akan senang pada analisis teknis dibandingkan dasar-dasarnya, meskipun mereka tetap harus sesuai dengan berita dari peristiwa yang mampu memicu volatilitas.

Jenis trader ini tidak terlalu panik dibandingkan scalper dan day trader, jadi tidak terlalu membutuhkan kewaspadaan ektrem. Namun, anda tetap akan memerlukan kejelian terhadap detail dalam analisis grafik. Temukan lebih jauh cara mengidentifikasi dan melakukan trade pada perubahan pasar.

 

  1. Position trader

Position trader menahan trade dalam jangka waktu yang lebih lama dari beberapa minggu hingga beberapa tahun. Sebagai jenis trading yang menahan paling lama, trader position kurang tertarik pada fluktuasi harga aset jangka panjang dan umumnya lebih prihatin dengan kinerja dalam jangka waktu yang sifatnya lebih berkelanjutan.

Sebagai position trader forex, anda akan memerlukan kesabaran karena uang anda akan sering ditahan dalam jangka waktu yang panjang. Terutama trade jangka panjang, dengan pengetahuan yang menyeluruh mengenai faktor fundamental yang bermanfaat, jadi keterampilan analitis yang lebih terasah mampu membantu anda dengan baik.

Di bawah ini adalah contoh dari grafik harian yang biasanya digunakan oleh trader position yang menunjukkan sebuah sebuah posisi jangka panjang dan keluar lebih dari dua bulan yang lagi-lagi berdasarkan sinyal RSI yang dilingkari oleh grafik. Walaupun jangka waktunya harian, trader position nantinya juga sering menurun ke jangka waktu yang lebih pendek untuk memilih tren.

 

  1. Algoritmatik trader

Algoritmatik trader akan mengandalkanprogram komputer untuk menempatkan trade mereka pada kemungkinan harga terbaik. trader dapat menggunakan instruksi yang telah ditentukan atau algoritma trading dengan frekuensi yang tinggi untuk memberi kode pada program itu sendiri atau membeli produk keluarannya.

Jenis trading ini cocok untuk orang yang nyaman menggunakan teknologi dan ingin mengaplikasikannya pada karir forex mereka. Memberikan program yang alamiah, trader algoritma nantinya juga memperhatikan grafik tekniknya.

 

  1. Event-driven trader

Trader event-driven mengamati analisis dibandingkan grafik teknik untuk memberikan informasi atas keputusan mereka. Mereka akan menemukan keuntungan dari lonjakan yang disebabkan dari peristiwa politik atau ekonomi, misalnya seperti data Pemberian non-farm payroll, PDB, jumlah tenaga kerja, dan pemilihan umum.

Trading jenis ini cocok untuk orang yang senang mengikuti berita-berita dunia dan yang paham cara peristiwa tersebut mempengaruhi pasar. Keingintahuan, penasaran dan pola pikir maju, maka anda akan terlatih untuk memproses informasi baru dan memperkirakan cara kerja peristiwa global dan lokal.

Grafik di bawah ini menunjukkan cara Pemberian non-farm payroll dapat memberikan keuntungan pada trader event-driven, dengan menggunakan strategi yang biasa untuk memasuki posisi jangka panjang ketika harganya menembus di atas kemunduran trendline.

Baca juga: Tujuh Alasan Setiap Orang Harus Melakukan Trading Forex

 

Rangkuman Jenis-Jenis Trader Forex

Jenis trader forex Waktu trade Karakteristik
Scalper & day trader Sementi sehari Jeli, naluriah, dan cermat
Swing trader 2-6 hari Santai, selektif, dan teliti
Position trader Mingguan-bulanan Sabar, sistematis, dan strategis
Algoritmatik trader Seluruh jangka waktu Melek teknologi, teknis, matematis
Event-driven trader Seluruh jangka waktu Keingintahuan, analistis, pola pikir maju

 

Dapatkah Anda Mengubah Gaya Trading Forex Anda

Tidak ada gaya trading forex yang statis karena ada kemungkinan gaya trading anda dapat diubah. Anda mungkin menjadi seorang scalper yang mengalami stres oleh aksi harga jangka pendek dan mencari kelonggaran waktu yang ditemukan dalam trading position. Atau juga anda dapat menjadi trader swing seacara teknis yang ingin belajar lebih jauh tentang dasar-dasar pendekatan event-driven.

Jadi, apapun gaya atau tujuan anda, aka selalu ada cara untuk bertumbuh dan berkembang, dan uji kemampuan anda pada pasar dengan cara yang baru.

 

Sumber: dailyfx.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda