Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Trading dengan Pola Falling Wedge

Trading dengan Pola Falling Wedge

Pola falling wedge (atau juga dikenal dengan descending wedge) merupakan sebuah bentuk pola yang berguna untuk memberikan sinyal momentum future bullish. Artikel ini menyediakan sebuah pendekatan teknis untuk melakukan trading dengan falling wedge, menggunakan forex dan misalnya pada emas, dan juga menyorot poin utama agar tetap terus ingat ketika melakukan trading dengan pola tersebut.

 

Apa Itu Pola Falling Wedge

Pola falling wedge merupakan sebuah pola sambungan yang dibentuk ketika harga tengah melambung di antara dua lekukan downward yang memusat pada trendline. Hal ini mempertimbangkan formasi grafik bullish, tetapi dapat mengindikasikan reversal (pembalikan) dan pola sambungannya bersamaan dan tergantung pada di mana letaknya muncul di dalam trend.

Baca juga: Cara Trading dengan Pola Grafik Wedge

Pola Rising Wedge

Pola rising wedge adalah pola yang memiliki kebalikan dari falling wedge dan merupakan pola yang melakukan observasi pada pasar down trending. Trader wajib untuk mengetahui perbedaan antara pola rising wedge dan falling wedge supaya dapat mengidentifikasi serta dapat melakukan trading dengan efektif.

 

Bagaimana Cara Mengidentifikasi Pola Falling Wedge

Pola falling wedge diinterpretasikan sebagai pola sambungan dari bullish dan reversal bullish yang memberikan peningkatan terhadap kejanggalan dalam mengidentifikasi pola. Kedua skenario tersebut memiliki kondisi pasar yang berbeda yang harus dipertimbangkan.

Faktor yang membedakan bahwa pola sambungan dengan reversal memiliki ciri khas tersendiri adalah pada arah trend ketika falling wedge muncul. Akan dikatakan falling wedge sebagai pola sambungan jika muncul dalam uptrend dan dikatakan pola reversal jika muncul dalam downtrend.

Pola sambungan atau (Pola Reversal):

  1. Identifikasi uptrend atau (downtrend)
  2. Hubungkan lower highs dan lower lows dengan menggunakant trend line. Kedua garis akan melengkung ke arah downward dan bertemu.
  3. Cari perbedaan antara harga dan oscillator seperti RSI atau indikator stochastic.
  4. Sinyal oversold dapat dikonfirmasikan oleh alat teknis lain seperti oscillator.

 

Bagaimana Cara Melakuka Trade dengan Pola Falling Wedge

Di bawah ini terdapat berbagai macam cara untuk melakukan tarde dengan falling wedge menggunakan analisis teknis:

  • Pola Sambungan Falling Wedge

Pola Descending wedge akan muncul dalam uptrend ketika harga yang cenderung menyatu atau melakukan trade dengan gaya sideways. Menyambungkan antara lower highs dan lower lows dapat menunjukkan sedikit kemiringan downward pada pola wedge sebelum nantinya harga meningkat dan mengeluarkan hasil ketika falling wedge mengalami breakout agar memulai uptrend yang lebih besar lagi.

Pada grafik emas di bawah, dapat terlihat dengan jelas bahwa harga mengalami breakout pada descending wedge ke arah atas hanya untuk kembali ke bawah. Breakout palsu atau disebut ‘fakeout’ ini merupakan realitas di pasar finansial. Sekenario fakeout menekan pentingnya penempatan stops di tempat yang tepat – mengizinkan untuk rehat sebentar sebelum trade berpotensi ditutup. Trader dapat menempatkan stop di bawah harga trade terendah dalam wedge atau bahkan di bawah wedge itu sendiri.

Mengatur jarak stop loss yang diizinkan pasar hingga nantinya terdapat jeda melalui resistance (secara sah) dan memulai uptrend jangka panjang lagi.

Teknik mengukur untuk mengatur level target

Trader dapat mengamati poin awal pola descending wedge dan mengukur secara vertikal jarak antara support dan resistance. Setelah itu, mengenakan jarak yang sama pada harga terlebih dahulu, tetapi hanya sekali mengalami breakout. Akhir terbaik pada garis yang akan menjadi target.

  1. Pola Reversal Falling Wedge

Tarder dapat menggunakan analisis teknis falling wedge untuk menentukan reversal pada pasar. Grafik USD/CHF di bawah menunjukkan sebuah kasus di mana pasar terus melintasi downward dengan membuat titik rendah yang baru. Kemudian price action mulai melakukan trade sideways pada lebih dari satu pola penggabungan sebelum mengalami pembalikan lebih tinggi yang tajam.

Trader dapat menggunakan analisis trendline untuk menghubungkan lower highs dan lower lows untuk membuat pola yang lebih mudah dalam menentukan tempat. Jeda dan penutupan di atas trendline resistance yang akan memberikan sinyal entri kepada pasar. Stop loss dapat ditempatkan di bawah swing low saat ini, sedangkan target dapat ditempatkan berdasarkan teknik pengukuran yang telah dibahas di atas; atau ditempatka sebelum level resistance – selagi menancapkan rasio risiko positif.

Konfirmasi: Trader dapat mengamati indikator volume untuk mengetahui volume yang lebih tinggi (untuk lebih yakin) pada kenaikan geraknya. Di samping itu, perbedaan juga dapat diobservasi walaupun indikator stochastic tengah membuat higher lows saat pasar tengah membuat lower lows – hal ini mengindikasikan reversal yang berpotensi.

Poin utama yang perlu diingat:

  • Mengidentifikasi trend merupakan hal yang penting
  • Antara skenario sambungan dan reversal sama-sama merupakan bullish yang tak dapat dipisahkan
  • Kedua pola menunjukkan risiko yang baik untuk rasio sebagaimana umumnya mereka melakukan langkah besar lebih dahulu.

Baca juga: Pola Double Top: Panduan Seorang Trader Forex

 

Keuntungan dan Kekurangan Falling Wedge

keuntungan Kekurangan
Sering kali muncul dalam pasar finansial Ambigu bagi trader baru
Pola falling wedge mengizinkan trader untuk masuk ke dalam pasar trending setelah ketinggalan pergerakan inisial (dalam kasus pola sambungan) Memerlukan konfirmasi tambahan untuk menggunakan indikator teknis dan oscillator lainnya
Menunjukkan stop, entri, dan batas level dengan jelas Sering salah mengidentifikasi
Memiliki peluang untuk rasio risiko yang baik Falling wedge dapat menunjukkan pola sambungan atau reversal (perlu mengidentifikasinya dengan benar)

 

 

Sumber: dailyfx.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda