Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Trading Supply dan Demand: Panduan Trader Forex

Trading Supply dan Demand: Panduan Trader Forex

Supply (penawaran) dan Demand (permintaan) adalah penentu harga – harga apapun. Ini diterapkan pada apapun dari pasar tani lokal, sampai yang langka, salah satunya permata, sampai pasar pertukaran asing. Para trader mengerti dinamika dari Demand dan supply itu lebih baik digunakan untuk mengerti pergerakan harga pada keadaan sekarang maupun yang akan datang pada pasar forex.

Artikel ini meliputi poin pembicaraan berikut:

  • Penjelasan tentang trading supply dan Demand
  • Memahami zona Supply dan Demand
  • 3 tip untuk menggunakan supply dan Demand untuk trader forex
  • Strategi trading supply dan Demand

 

PENJELASAN TRADING SUPPLY DAN DEMAND

Seringkali pasangan mata uang akan naik ke sebuah area resistensi yang disebut ‘zona penjualan’, yang dimana penjual merasa adanya penjualan besar yang berpotensi pada harga overbought yang relatif. Pembalikannya juga benar untuk pasangan mata uang yang jatuh secara relative ke level rendah, ‘zona Demand’ dimana para pembeli merasa adanya nilai bagus untuk membeli.

Jika Anda belum mempelajari tentang dasar dari supply dan permintaa, atau ingin penyegaran ingatan, bacalah panduan kami di kekuatan supply dan Demand.

Baca juga: Kekuatan Supply dan Demand

 

MEMAHAMI ZONA SUPPLY DAN DEMAND

Zona supply dan Demand adalah area di grafik forex yang mudah diamati dimana harga mendekati banyak waktu yang berlalu. Tidak seperti garis-garis di support dan resistensi, zona yang menyerupai ini lebih mendekati daripada ke garis yang tepat.

Trader dapat menyesuaikan grafik untuk mengidentifikai zona Demand dan supply seperti yang ditunjukkan pada USD/JYP di bawah ini.

 

3 TIP UNTUK MENGGUNAKAN SUPPLY DAN DEMAND UNTUK TRADE FOREX

  1. Gunakan rangka waktu yang lebih panjang untuk mengidentifikasi zona supply dan Demand

Dengan memperbesarnya, para trader mampu mendapatkan gambar area yang lebih jelas dimana harga melambung sebelumnya. Yakinlah untuk menggunakan grafik yang pantas ketika merubah antara rangka waktu ganda. Gambarlah bentu persegi panjang untuk menunjukkan zona ini. Zona Demand dan supply tidak perlu muncul bersamaan – seringnya pasangan mata uang dapat muncul satu sama lain.

  1. Identifikasi pergerakan kuat dari zona Demand/supply yang berpotensi

Level harga tertentu menawarkan nilai baik ke trader bullish atau bearish. Sekali trader institusional dan bank besar melihat nilai ini, mereka akan berusaha memanfaatkannya. Hasilnya, price action cenderung meningkat relatif cepat hingga nilainya berkurang atau telah direalisasikan sepenuhnya. Menyaksikan banyak contoh ini pada level harga yang sama meningkatkan kemungkinan bahwa itu adalah area nilai dan oleh karena itu, zona supply atau Demand.

  1. Gunakan indikator untuk konfirmasi zona support dan Demand

Trader dapat menggabungkan poin pivot harian atau mingguan untuk mengidentifikasi atau mengonfirmasi zona supply atau Demand. Di DailyFX, kami mempunyai halaman khusus yang menunjukkan level support dan resistensi yang relevan untuk semua pasar besar. Trader harus mencari level support dan resistensi untuk berjalan searah dengan zona Demand dan supply untuk kemungkinan trade yang lebih tinggi.

Lalu, para trader dapat menggunakan level Fibonacci untuk ketepatan yang lebih baik pada kemungkinan poin perubahan pada zona supply atau Demand. Level 61.8% ini dianggap sebagai level yang signifikan dan sesuai dengan zona supply pada grafik di bawah.

Baca juga: Kesalahpahaman Umum para Trader Forex

 

STRATEGI TRADING SUPPLY DAN DEMAND

Straregi kisaran trading

Zona supply dan Demand dapat digunakan untuk kisaran trading jika zonanya cukup baik. Trader mampu menggabungkan penggunaan indikator stochastic atau RSI untuk membantu dalam pengidentifikasian kondisi overbought dan oversold.

Karena ini adalah trade yang tidak berarah dalam hal trend, kedua entry panjang dan pendek dapat ditemukan. Setelah melihat kondisi oversold/overbought pada grafik jangka yang lebih panjang, trader dapat memperbesar ke rangka waktu yang lebih kecil untuk menemukan entry yang ideal.

Strategi breakout

Strategi breakout adalah strategi trading supply dan Demand lainnya. Harga tidak dapat bertahan dalam kisaran yang ditentukan selamanya dan pada akhirnya akan membuat pergerakan terarah. Trader mencari peluang entry yang menguntungkan ke pasar, ke arah penembusan, karena ini mungkin merupakan awal dari trend yang kuat.

Grafik USD/JYP menunjukkan adanya breakout pada kisaran trading namun kembali retrace ke zona Demand. Trader yang menemoatkan trade pendek pada breakout itu rentan untuk diberhentikan pada skenario ini. Satu cara untuk menguranginya adalah mengantisipasi kembalinya retracement pada zona Demand sebelum bolak balik ke trade pendek.

Menggunakan zona supply dan Demand sebagai parameter manajemen risiko

Zona supply dan Demand sangat sama dengan support dan resistensi dan karena itu, area ini memberikan indikasi sebagaimana dimana trader dapat menempatkan stop dan batasan.

Ini mengizinkan para trader untuk mengimplementasika pendekatan positif risiko-imbalan pada semua trade. Kisaran trader yang berjualan pada zona supply dapat mengatur top di atas zona supply dan menargetkan pada zona Demand. Trader yang konservatif dapat menargetkan di atas zona Demand atau menerapkan sejumlah teknik manajemen risiko.

Grafik USD/SGD di bawah ini menunjukkan bagaimana pemberhentian atau pembatasan dapat ditempatkan dengan acuan pada zona supply dan Demand:

 

Sumber: dailyfx.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda