Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Dolar Bertahan Setelah Data PDB AS Rilis

Dolar Bertahan Setelah Data PDB AS Rilis
Dolar Bertahan Setelah Data PDB AS Rilis

Dolar terhenti pada hari Kamis, satu hari menjelang rilisnya data produk domestik bruto (PDB) AS, yang sedikit tergerak oleh data aktivitas industri yang lemah dan pemakzulan Presiden Donald Trump.

Dolar telah didukung oleh data ekonomi yang kuat yang dilaporkan awal pekan ini dan membuat penurunan ekspektasi terhadap Federal Reserve yang akan melanjutkan siklus pemotongan suku bunganya pada tahun 2020 mendatang. Philadelphia Fed melaporkan bahwa indeks bisnis yang turun menjadi 0,3 pada Desember dari 10,4 pada November juga gagal merusak dolar.

Indeks dolar turun sebesar 0,03% menjadi 97,375 karena para trader menahan diri untuk membuat langkah besar sebelum Departemen Perdagangan pada hari Jumat melaporkan perkiraan akhir dari PDB kuartal ketiga. Terhadap euro, dolar turun sebesar 0,11% menjadi $ 1,112.

“Ini sangat membosankan,” kata Juan Perez, pedagang valuta asing senior dan ahli strategi di Tempus Inc. “Pasar cukup sepi untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi pada esok hari ketika menyangkut data produk domestik bruto.”

Baca juga: Outlook Dolar Kanada: USD/CAD Menurun Pada Dukungan, Akankah Keluar?

Pemungutan suara yang dilakukan pada Rabu malam di Dewan Perwakilan Rakyat yang dikontrol Demokrat untuk memakzulkan Trump atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan obstruksi Kongres tidak mempengaruhi selera risiko karena Senat yang mayoritas adalah Republik diperkirakan akan membebaskan presiden.

Sementara itu, safe-haven yen Jepang menguat terhadap dolar, naik sebesar 0,26% menjadi 109,23 yen.

Sebagian besar dolar juga tidak tergerak oleh pernyataan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada hari Kamis bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok akan menandatangani pakta perdagangan Fase Satu mereka pada awal Januari. Mnuchin mengatakan bahwa pakta itu sepenuhnya selesai dan hanya menjalani “scrub” teknis.

Baca juga: Dolar AS Meningkat pada Data PCE dan Optimisme Perdagangan

Di sisi lain, Bank of England mempertahankan kestabilan suku bunganya, dan mengatakan bahwa terlalu dini untuk mengukur seberapa banyak kemenangan pemilihan Perdana Menteri Boris Johnson akan mengangkat ketidakpastian Brexit. Pound melemah sebesar 0,51% terhadap dolar pada $ 1,301, memperpanjang jalur penurunannya yang tajam pada minggu ini setelah Johnson menghidupkan kembali kemungkinan keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa perjanjian perdagangan.

Pound telah jatuh sebesar 3,72% sejak kemenangan Johnson pada 13 Desember lalu.

“Bank of England tampaknya tidak terlalu dovish tetapi juga tidak terlalu positif. Jadi, mereka berada dalam mode yang sama dengan The Fed di mana mereka hanya menonton dengan hati-hati untuk melihat bagaimana isu politik ini akan berjalan,” kata Perez .

Sumber: Nasdaq

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda