Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


PDB Indonesia Menurun Lebih dari yang Diperkirakan Karena Virus terus Menyebar: IMF

PDB Indonesia menurun lebih dari yang diperkirakan karena virus terus menyebar: IMF

Pemilik toko menyiapkan kios bisnis busana mereka di Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat pada tanggal 15 Juni. Ekonomi Indonesia diperkirakan menyusut lebih banyak tahun ini dari perkiraan sebelumnya karena ekonomi terbesar Asia Tenggara berjuang menghadapi pandemi coronavirus, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan. (JP/Dhoni Setiawan).

Penurunan ekonomi Indonesia kemungkinan memburuk dari perkiraan sebelumnya karena ekonomi terbesar Asia Tenggara berjuang menghadapi pandemi coronavirus, kata Dana Moneter Internasional (IMF).

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sekarang diperkirakan menyusut sebanyak 1.5 persen tahun ini daripada 0.3 kontraksi yang di proyeksikan IMF pada bulan Juni.

Revisi penurunan bagi Indonesia datang karena IMF berbalik lebih pesimis mengenai ekonomi global, berdasarkan pembaruan bulan Oktober dari Prospek Ekonomi Dunia, yang  dipublikasi pada hari Selasa.

Baca juga: Dolar AS Dapat Melemah: USD/SGD, USD/IDR, USD/MYR, USD/PHP

Keadaan ekonomi Indonesia tetap genting karena terus menyebarnya pandemi dan dampak yang merugikan pada beberapa sektor berpengaruh, seperti pariwisata, kata institusi yang berbasis di Washington.

“Seluruh pasar negara berkembang dan wilayah ekonomi negara berkembang diharapkan kontrak tahun ini, termasuk perkembangan Asia, dimana ekonomi terbesar, seperti India dan Indonesia, terus mencoba untuk mengendalikan pandemi,” kata IMF dalam laporan ini.

Indonesia masih berjuang menghadapi wabah di negara karena kasus COVID-19 mencapai 340,622 dengan lebih dari 12,000 kematian pada hari Selasa sore, data resmi menunjukkan. Negara itu telah menambahkan sekitar 3,000 hingga 4,000 kasus perhari sejak 19 september.

Proyeksi IMF sebagian besar sejalan dengan estimasi pemerintah pada kontraksi setahun penuh sebesar 0.6 persen menjadi 1.7 persen yang dibuat pada akhir bulan September, turun dari pertumbuhan PDB sebesar 5.02 persen pada tahun 2019.

PDB Indonesia telah menurun 5.32 persen tahun ke tahun (yoy) pada kuartal kedua yang disebabkan oleh menurunnya pengeluaran rumah tangga dan investasi, dengan para ekonom dan pemerintah resmi yang memproyeksikan kontraksi lainnya pada kuartal ke tiga, yang akan menandai resesi.

Sementara itu, ekonomi global, diperkirakan menyusut 4.4 persen tahun ini, kontraksi yang tidak terlalu parah dibandingkan dengan estimasi IMF sebelumnya sebesar 4.9 persen, karena data PDB kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan di negara dimana aktivitas mulai ditingkatkan setelah lockdown dan tanda-tanda pemulihan yang cepat pada kuartal ketiga.

Angka PDB bisa saja jauh lebih lemah seandainya tidak “cukup besar, cepat, dan belum pernah terjadi sebelumnya” respon fiskal, moneter, regulator yang mempertahankan pendapatan bagi rumah tangga, aliran tunai bagi perusahaan dan pemberian kredit, berdasarkan konselor ekonomi IMF Gita Gopinath.

“Secara kolektif, tindakan ini sejauh ini sudah mencegah rekurensi katasropi keuangan tahun 2008 dan 2009,” dia mengatakan dalam laporan ini. “Ketika ekonomi global kembali lagi, kenaikan kemungkinan akan menjadi lama, ganjil, dan tidak pasti.”

Pandemi ini akan membalikkan kemajuan yang dibuat sejak tahun 1990an dalam mengurangi kemiskinan global dan akan meningkatkan ketidakmerataan, karena IMF memperkirakan hampir 90 juta orang jatuh ke dalam kemiskinan tahun ini.

Di Indonesia, pemerintah telah mengatakan mereka memperkirakan bertambahnya 4 juta orang Indonesia yang jatuh ke dalam kemiskinan dan 5.5 juta orang kehilangan pekerjaan selama pandemi coronavirus.

IMF memperkirakan ekonomi global melonjak dan bertumbuh sebanyak 5.2 persen pada tahun 2021, sedangkan ekonomi Indonesia diharapkan berkembang sebanyak 6.1 persen.

Meskipun jarak sosial akan terus berlanjut sampai tahun 2021, itu akan memudar seiring berjalannya waktu karena cakupan vaksin diperluas dan dukungan fiskal pemerintah diperpanjang, kata IMF.

Namun, risiko, nampak kurang jelas bagi ekonomi global, seperti wabah selanjutnya, penarikan dini dukungan kebijakan serta shortfalls likuiditas dan kebangkrutan.

Karena negara membuka kembali perekonomian mereka, IMF mendesak pemerintah untuk mendukung pemulihan dengan memfasilitasi realokasi para pekerja dan sumber daya bagi sektor-sektor yang kurang berpengaruh dengan jarak sosial dan menyediakan stimulus dimana dibutuhkan.

“[Selanjutnya], investasi pada Kesehatan, Pendidikan dan proyek infrastruktur dapat membantu mendorong ekonomi,” katanya. “Bahkan, ketika garis kehidupan terbuka, pengeluaran sosial harus diperluas untuk melindungi yang paling rentan dimana celah berada di jaringan yang aman.”

Upaya pemerintah untuk menahan pandemi ini dan memperluas dukungan fiskal akan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5 persen pada tahun 2021, direktur Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan untuk kebijakan anggaran negara, Ubaidi Socheh Hamidi, mengatakannya pada hari Selasa, menambahkan bahwa kenaikan pada harga komoditas dan akomodatif kebijakan fiskal dan moneter akan membantu meningkatkan ekonomi.

Baca juga: Asia Open: Saham Melihat Keuntungan Saat Pasar Menemukan “MoJoe” -nya

“Dengan upaya pemerintah yang konsisten, kami mengharapkan pertumbuhan sebanyak 5 persen di tahun selanjutnya, meskipun risiko peningkatan wabah dan ketidakpastian seputar vaksin [coronavirus] dan ekonomi global,” dia menjelaskan diskusi. “Kami mengharapkan lonjakan tahun depan, tapi kita akan berhati-hati kedepannya.”

Pemerintah akan menyiapkan Rp 2.75 quadrilion (186.3 juta dolar AS) dalam belanja negara untuk mendorong ekonomi yang dilanda virus tahun depan, dengan potongan besar dari pengeluaran yang dialokasikan untuk infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan.

 

Sumber: thejakartapost.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda