Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Perbankan Global Menunggu Putusan Class Action Forex

Pengadilan London minggu ini akan memutuskan apakah class action multi-miliar pound yang diajukan terhadap bank-bank terbesar di dunia atas tuduhan kecurangan forex dapat dilanjutkan.

 

Barclays, NatWest, UBS, Citigroup, JPMorgan dan MUFG Bank sedang menunggu untuk melihat apakah mereka akan menghadapi class action forex pertama di Inggris setelah sidang lima hari yang dimulai pada hari Senin (12/7).

 

Saat sedang menunggu keputusan dari pengadilan, JPMorgan, Citi, Barclays, UBS, NatWest dan MUFG semuanya menolak untuk berkomentar.

 

Mantan ketua pengawas Inggris The Pensions Regulator Michael O’Higgins, bersama Phillip Evans, yang sebelumnya merupakan seorang eksekutif di Competition Markets Authority, saat ini berdebat di pengadilan untuk mengizinkan mereka memimpin kasus class action yang mewakili dana pensiun dan manajer aset.

 

Dalam sebuah pernyataan sebelum sidang dimulai, O’Higgins mengatakan “bank-bank terkenal ini telah memanipulasi pasar valuta asing selama beberapa tahun, menelan biaya miliaran untuk dana pensiun, manajer aset, dan perusahaan lain.”

 

“Tindakan hukum ini akan memastikan bahwa semua entitas yang terkena dampak, baik besar dan kecil, yang berbasis di Inggris dan luar negeri dapat memperoleh kompensasi yang seharusnya mereka miliki” tambahnya.

 

London Competition Appeal Tribunal (CAT) akan memutuskan apakah gugatan yang direncanakan dapat dilanjutkan sebagai tindakan kolektif dan, jika demikian, perwakilan mana yang cocok untuk mengajukannya.

 

O’Higgins dan Evans sama-sama mempresentasikan argumen pembuka mereka tentang mengapa mereka harus memimpin gugatan pada hari ini.

 

Dalam sambutan pembukaannya, O’Higgins mengatakan, “Saya sangat percaya bahwa persaingan yang adil sangat penting untuk kapitalisme yang bertanggung jawab. Pasar bebas harus adil dan persaingan yang adil sangat penting untuk itu. Terdakwa yang diusulkan perlu dimintai pertanggungjawaban dan kelas yang diusulkan harus diberi kompensasi.”

 

Pada bulan Mei 2019, Komisi Eropa menemukan bahwa, antara periode 18 Desember 2007 dan 31 Januari 2013, pedagang yang dipekerjakan oleh bank bertukar informasi komersial yang sensitif dan rencana perdagangan serta kadang-kadang mengoordinasikan strategi perdagangan mereka melalui berbagai orang.

 

Komisi Eropa mendenda semua pemberi pinjaman selain dari UBS, yang telah memperingatkan badan tersebut tentang dua kartel dengan total lebih dari 1 miliar euro atau setara dengan 1,2 miliar dolar atas masalah tersebut yang terjadi pada tahun 2019.

 

Keputusan serupa juga dibuat oleh regulator Swiss yang menambahkan denda senilai 90 juta franc Swiss atau setara dengan 98,49 juta dolar.

 

Pada saat denda dikenakan pada tahun 2019, JPMorgan dan RBS, sekarang NatWest, serta UBS, mengatakan bahwa mereka telah membuat perubahan pada kontrol mereka. MUFG mengatakan pihaknya juga telah mengambil langkah – langkah untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut.

 

Selain itu, O’Higgins telah menggunakan firma hukum AS Scott & Scott sementara Evans menggunakan Hausfeld, dua litigator yang memimpin kasus AS serupa terhadap 15 bank dan membantu mengamankan $2,3 miliar dalam penyelesaian untuk penuntut Amerika.

 

Kemudian. sidang dilakukan setelah hakim CAT memutuskan pada tahun 2019 bahwa hanya terdapat satu – satunya perwakilan untuk gugatan tersebut.

 

Sekedar informasi tambahan, pasar forex menyumbang bagian terbesar dalam sektor keuangan London dengan sekitar 43 persen dari pasar valas senilai $8,3 triliun yang diperdagangkan setiap harinya. 

 

Para pengacara telah membuat persiapan dengan seksama setelah Komisi Eropa menemukan bahwa bank – bank yang terlibat tersebut memberikan informasi pesanan pelanggan yang sensitif secara komersial, harga transaksi, posisi risiko mata uang terbuka, dan detail lainnya antara tahun 2007 dan 2013.

 

Broker News

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda