Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Ulasan Pasar Global: Lonjakan Emas Terus Berlanjut Sebagaimana PDB Amerika yang Bolong

Ulasan Pasar Global: Lonjakan Emas Terus Berlanjut Sebagaimana PDB Amerika Bolong.

Sebuah Gambaran

Lonjakan pada harga emas berlanjut sebagaimana para investor berpindah ke logam mulia dengan tujuan untuk melindungi niai terhadap inflasi di waktu mendatang dan perseteruan geopolitik yang sedang berlangsung. Data lanjutan PDB kuartal kedua menunjukkan adanya peningkatan pada momok deflasi dan kemudian menjadi ancaman bagi perekonomian di Amerika.

 

Kejadian Ekonomi Utama (minggu lalu)

  • Barang tahan lama Amerika – Barang tahan lama adalah indikator utama dari produksi industry dan perbelanjaan modal naik hingga 7,3% di bulan Juni, hal tersebut mengalahkan consensus pasar sebesar 7,0%. Barang tahan lama inti ini tidak termasuk ke dalam peralatan transportasi seperti mobil dan pesawat terbang, yang naik sampai 3,3%, yang dimana berada di bawah perkiraan 3,5%.
  • CPI Australia (q) – CPI pada negara tersebut turun sampai 1,9% untuk kuarta yang berakhir di bulan Juni, sementara itu komponen “rata-rata yang dipotong” muncul pada angka -0,01%, yang diperkirakan lebih buruk. Walaupun angka headline sedikit lebih baik daripada yang diharapkan pasar, yaitu sebesar -2.0%, hal tersebut justru menunjukkan bahwa deflasi sudah menerjang perekonomian.
  • Penjualan rumah di Amerika tertunda – perubahan jumlah rumah yang berada di bawah kontrak, menunggu penutupan transaksi hingga naik sebesar 16.6%. Hal ini lebih baik dari yang sudah diperkirakan, juga mengalahkan dari perkiraan yaitu 15.6%. Rekor tingkat hipotek rendah ini kemungkinan menjadi katalisator untuk lonjakan yang terjadi.
  • Kebijakan moneter di Amerika – FOMC mempertahankan suku bunganya menjadi tidak dirubah. Mereka juga berjanji akan mendukung perekonomian selama dibutuhkan mengingat jika “jalannya ekonomi bergantung pada jalannya virus.” Setelah mengumumkan hal tersebut pada konfrensi pers, ketua Fed, Jerome Powell, kembali menegaskan bahwa Fed dan Kongres perlu memberikan dukungan lebih lanjut. Pernyataan tersebut kelihatannya menyiratkan jika Kongres perlu bertindak cepat dan mendengarkan kembali komentar pada bulan April bahwa The Fed hanya memiliki “kekuatan pinjaman, bukan kekuatan perbelanjaan.” Lalu, Powell menyatakan kalau kelihatannya seperti guncangan dari dis-inflasi dan tekanan dari inflasi belum juga terlihat.
  • PDB Jerman (q) – Negara ini memposting PDB yang lebih buruk daripada yang sudah diharapkan. Yaitu sebesar 10.1%, yang dimana merupakan penurunan kuartalan terbesar yang pernah ada.
  • Perkembangan PDB Amerika – perekonomian Amerika menurun drastis ke angka 32.9% pada masa COVID-19 yang dimana merusak kuartal kedua, tapi hal ini sedikit lebih baik daripada angka -34.5% yang diharapkan oleh pasar. “Harga indeks” menjadi lebih rendah pada angka -1.8% (konsensus 0%), yang mengkonfirmasi jika perekonomian terbesar di dunia berpotensi berada di ambang spiral deflasi.
  • Klaim pengangguran di Amerika – klaim pengangguran di Amerika meningkat ke angka 1.43 juta, menandai 19 minggu di atas angka 1 juta. Terangnya, hal tersebut lebih rendah daripada apa yang diharapkan oleh pasar, yaitu 1.44 juta.
  • Manufaktur China (PMI) – ekspansi China terus berlanjut, hal ini karena manufaktur PMI yang diposting ternyata lebih baik dari angka yang sudah diekspektasi yaitu 51.1.
  • PDB Kanada – indikator aktifitas ekonomi bulanan memosting prediksi sebesar 4.5%, yang dimana lebih mudah mengalahkan prediksi sebelumnya yaitu 3.5%.
  • Indeks Harga Inti PCE Amerika – harga indeks PCE untuk bulan Juni mencapai angka 0.2%, yang dimana sejajar dengan apa yang sudah diprediksi. Belanja konsumen yang dimana menyumbang sebanyak 67% dari kegiatan perekonomian Amerika telah lebih baik meningkat dari apa yang sudah di harapkan yaitu sebesar 5.6% klip.
Performa Pasar Global

Baca juga: Trading Sentimen Pasar dalam Forex

 

Performa FX & Indeks

Komentar Forex

Performa Terbaik: GBPNZD

Performa Terburuk: EURGBP

Pound Inggris memiliki performa terbaik di minggu lalu, seperti yang sudah diperoleh karena melawan semua saudara-saudaranya yang lain. Kombinasi dari semua kelemahan dollar ini adalah sebuah tarikan dalam mata uang Euro setelah mengalami lonjakan kesepakatan pasca-Uni Eropa, dan aliran akhir bulan yang tampaknya memberikan tawaran untuk Pound. EUR muncul pada posisi kedua dan Franc Swiss (CHF) berada di posisi ketiga, karena mata uang ini adalah satu-satunya yang mengakhiri minggu pada catatan yang positif dan bersih. Sisanya, berakhir dari minggu negatif dan bersih dengan performer terburuk bagaikan burung kiwi yang tidak bisa terbang, performer tersebut adalah Dollar New Zealand (NZD). Dollar Kanada (CAD) dan Dollar Amerika (USD) bersaing untuk melihat siapa yang menjadi performer kedua terburuk dan seorang Whisker dan loonie yang menang.

Petunjuk Global

Performer Terbaik: Nasdaq 100

Performer Terburuk: DAX 30

Begitu banyak perputaran ke saham cap yang kecil dengan nilai yang lebih masuk akal karena saham yang besar kembali mendirikan sifat dominasi mereka. Teknologi NASDAQ dan S&P 500 adalah petunjuk utama bersama dengab dengan Cina A50 dan Russell 2000, mereka mengakhiri minggu dengan catatan yang positif. DAX Jerman adalah performer terburuk yang menurun 3.8% di minggu akhir, sebagaimana para investor menimbang-nimbang efek bahwa kekuata Euro mungkin ada pada eksportir Jerman.

Steve Jobs, bersama Steve Wozniak dan Ronald Wayne adalah penemu Apple Inc. (AAPL) dan menjadi figur  mitos yang terjalin ke dalam pengusaha ikonik, telah mengatakan bahwa seseorang harus “janji dan menepatinya.” “begitulah yang Apple lakukan (lagi) ketika mereka mengumumkan kuartal ketiga pendapatannya tahun 2020 pada tanggal 30 Juli 2020. Dengan rincian sebagai berikut:

Pendapatan: $50.69 triliun vs. $52.23 sampai 52.3 triliun prediksi pendapatan per saham (EPS): $2.58 vs. $2.04 to $2.07. perkiraan jumlah pendapatan adalah rekor untuk merilis kuartal ketiga di sejarah sebuah perusahaan. Selain itu, Apple mengumumkan 4:1 saham yang terpisah. Saham raksasa teknologi menjulang pada berita ini, yang dimana menjadi alasan utama mengapa NASDAQ mengakhiri mminggu pada catatan yang tinggi.

 

Minyak, Hasil Panen, dan Emas

Pertemuan FOMC minggu ini dan juga konferenai persnya membuktikan untuk menjadi non-event sebagaimana panitia memutuskan kalau tindakan terbaik adalah melanjutkan kebijakan akomodasi moneter dengan nilai nol, dengan mengadopsi pada kejadian di awal krisis ini. Dengan catatan penting tentang COVID-19. Baik dalam pernyataan dan dilanjutkan lagi oleh Powell, atau dalam Presser yang dimana menegaskan kembali jika keinginan pasar bahwa hal ini akan menjadi kebijakan biasa selama dibutuhkan.

Imbalan hasil global sudah terjatuh sejak COVID-19 diklasifikasi sebagai pandemi, hal ini menujukkan bahwa pasar obligasi sudah berada di ujung kurva, jadi dapat dikatakan sebuah tindakan dalam mengantisipasi dampak dari virus tersebut yang akan terjadi pada sektor ekonomi dunia. FOMC dan semua direktur bank terlihat telah mencapai sebuah keputusan, yakni kondisi yang lebih buruk akan datang. Imbalan dari hasil obligasi selama 10 tahun Amerika telah berakhir pada minggu ini dengan tingkat paling rendah yang pernah terjadi, dan pada imbalan obligasi Jerman juga telah mengakhiri minggu-minggu krisisnya.

Minyak mentah dari WTI sudah mengakhiri minggu krisisnya karena menimbulkan kehawatiran pada permintaan global, saat OPEC juga tengah meningkatkan hasil produksinya. Emas juga telah mencetak lonjakan tertinggi baru senilai 3.86%, minggu ini telah diakhiri dengan jumlah $1,975. Dampak dari pandemic pada sektor ekonomi global, menimbulkan perselisihan antara Amerika dan Cina, dan juga dolar Amerika yang berkontribusi lebih rendah pada kenaikan emas yang sangat cepat.

 

Berita Utama Ekonomi Minggu Depan

PMI Manufaktur Amerika

Kebijakan Moneter Cadangan Bank Australia (RBA)

Pekerjaan di Selandia Baru (q)

PMI Non-Manufaktur ISM Amerika

Ekspektasi Pada Inflasi di Selandia Baru (q)

Kebijakan Moneter Pada Bank Sentral Inggris (BOE)

Tuntutan Pengangguran di Amerika (w)

Pekerjaan di Kanada

Pekerjaan di Amerika Serikat

 

Grafik Suku Bunga – GBPUSD

Pound Inggris telah menembus angka 1.2815, angka tersebut berada di atas kurangnya pertahanan karena saat pekan telah dimulai dan berakhirnya pekan tepat di bawah peringkat yang berhubungan pada Juni 2015, April 2018, dan Desember 2019. Uji coba tersebut langsung muncul dengan terobosan yang sukses mencapai target dengan angka 1.3490 pada Desember 2019. Kedua pasangan tersebut terlalu banyak dibeli dan sebagai koreksinya adalah tidak ada yang menyangkanya, tetapi tiap uji coba seharusnya dibatasi dengan perlawanan terlebih dahulu, sekarang pembiayaannya telah berubah menjadi 1.2815.

Baca juga: 7 Obligasi Terbaik dan Terburuk Untuk Dibeli Saat Ini

 

Poin Pivot dan Tingkat Penyelidikan Fibonacci

Poin pivot telah terhitung sejak periode aksi trading sebelumnya dan dapat digunakan untuk menentukan tren pada jangka pendek. Jika instrumen pada periode selanjutnya berhasil melakukan trade di atas poin pivot, maka hal tersebut dianggap menunjukkan sentimen yang meningkat, sedangkan trading di bawah poin pivot dianggap sebagai penurunan. Penyelidikan Fibonacci merupakan sebuah potensi untuk membalikkan pergerakan harga asli instrumen

 

sumber: investopedia.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda