Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Bitcoin tiba-tiba bergerak ‘Seperti Sebuah Saham Teknologi’

Bitcoin tiba-tiba bergerak ‘Seperti Sebuah Saham Teknologi’ – Tapi Mungkin Tidak Berlangsung Lama

Teknologi saham, termasuk pembuat-iPhone Apple AAPL +3.3%, pencari raksasa Google GOOGL +1.8%, ritel raksasa Amazon, AMZN +2.6%, dan jaringan sosial Facebook, telah melonjak selama pandemik coronavirus.

Bitcoin, naik 60% selama tahun ini, (sejauh ini) telah mengungguli mereka semua – bahkan mengalahkan rally harga saham massif Amazon tahun 2020 dan memperkecil peningkatan Nasdaq NDAQ 0.0% sebesar 22%.

Sekarang, perusahaan pengelola aset digital berbasis di London CoinShares telah merekomendasikan para investor untuk mengalokasikan 4% dari portfolio mereka pada bitcoin – dengan alasan “bitcoin, dalam fase pertumbuhannya, bergerak seperti sebuah saham teknologi.”

“Telah dimulai kehidupannya dari harga nol, itu tidak mengherankan bahwa kinerja investasi bitcoin, seperti start-up yang sukses, telah menjadi terkenal,” peneliti strategi CoinShares James Butterfill menulis dalam laporan yang dikeluarkan minggu ini.

“Sebagai sebuah teknologi yang mengganggu, profil risiko bitcoin agak mirip dengan sebuah saham teknologi, nilainya bisa menjadi besar sekali, tetapi di waktu yang sama, ada kemungkinan gagal sepenuhnya, sehingga nilai bitcoin tutup hingga nol.

Bitcoin, dibuat pada tahun 2009, telah terlihat nilainya naik dengan cepat selama dekade terakhir –  melonjak dari hanya satu sen per bitcoin di awal dekade terakhir ini sekarang mencapai lebih dari $11,000.

Baca juga: Bitcoin: Jangan Berhenti

Meskipun begitu, saham teknologi seperti Facebook, Apple, Google dan Amazon telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir, didorong oleh lockdowns yang disebabkan oleh coronavirus yang telah mempercepat sebuah trend terhadap layanan digital dan bekerja dari jarak jauh.

Kesimpulan laporan CoinShares: “[Bitcoin] mulai matang menjadi penyimpan nilai, meskipun ini bukanlah bagaimana ia telah bergerak di masa lalu,” dan menyarankan para investor, “bobot portfolio bitcoin hanya dibawah 4%  yang optimal dalam 60/40 portfolio.

Laporan itu berbunyi bersama peneliti saat ini menyarankan investor institusional pada Wall Street makin beralih kedalam bitcoin dan pasar mata uang kripto. Ada juga ketertarikan pada bitcoin dari trader harian pasar saham berprofil tinggi yang berkeliling untuk mencari alternatif yang menarik untuk ekuitas.

Di tempat lain, reputasi bitcoin sebagai “emas digital” mendapat dorongan awal tahun ini ketika investor makro legendaris Paul Tudor Jones mengungkapkan dia membeli bitcoin sebagai pembatas nilai terhadap inflansi yang dia lihat akan datang karena akibat dari Federal Reserve yang dipicu oleh krisis coronavirus dan pencetakan uang bank sentral.

“Kami sudah siap melihat peningkatan dalam korelasi bitcoin terhadap inflansi dan emas, juga penyimpan nilai,” Butterfill mengatakan melalui email, menambahkan bahwa, selama sebulan terakhir, sudah ada “divergensi dalam kinerja antara saham teknologi dan bitcoin.”

“Kami berharap bahwa beberapa investor akan selalu memperlakukan [bitcoin] sebagai saham teknologi mengingat hubungannya dengan teknologi, tetapi transisi terjadi karena kami berbicara.”

Butterfill memperingatkan bahwa investasi bitcoin masih terlihat sebagai sebuah “rahasia yang sedikit kotor” – dengan kelompok besar investor institusi yang khawatir mengenai “ejekan publik.”

Harga bitcoin naik 20% selama sebulan terakhir, melonjak lebih tinggi bahkan seperti Apple, Facebook, Amazon dan Google mulai melambat.

Melintasi batas pasar, aset-aset yang dikelola dalam ruang dana bitcoin telah naik sebesar $4.2 milyar lebih jauh di tahun ini, dengan 50% dari ini berasal dari “institusional dan perantara” yang cenderung membeli dan menahan strategi,” berdasarkan pada Butterfill.

Baca juga: Minggu Depan: Trading yang Bertentangan Vs. Tema Stimulus Untuk Saham Whipsaw, Emas

“Sejak tahun 2012, jumlah investor yang memegang bitcon dalam 12 bulan atau lebih telah naik dari 30% hingga 60%,” kata Butterfill, yang berpikir ini menyoroti pasar yang “berbeda dengan tahun 2017.”

Bitcoin naik sekitar $20,000 di akhir tahun 2017 sebelum benar-benar kembali sekitar $3,000 pertahun sebelumnya, dengan reli besar yang dipimpin investor ritel yang dipicu oleh ledakan ketertarikan media pada bitcoin dan teknologi blockchain yang mendasarinya.

Reli terbaru bitcoin menjadi lebih dari $10,000 per bitcoin, dimulai dari akhir bulan lalu, telah menghidupkan kembali memori perburuan emas tahun 2017 – dengan beberapa kemungkinan yang mulai merasakan “takut ketinggalan”.

 

Sumber: forbes.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda