Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Inilah yang Terjadi Ketika Pasar Saham Tutup karena COVID-19!

Inilah yang Terjadi Ketika Pasar Saham Tutup karena COVID-19!
Inilah yang Terjadi Ketika Pasar Saham Tutup karena COVID-19!

Inilah yang Terjadi Ketika Pasar Saham Tutup karena COVID-19! NYSE mengatakan siap untuk sepenuhnya trading jarak jauh ketika tutup.

  • NYSE mengumumkan akan menutup floor trading pada 23 Maret
  • NYSE telah menguji rencana operasi secara elektronik
  • Penutupan terakhir adalah selama Badai Sandy tahun 2012

Baca Juga : Travel Terancam Sementara Virus Korona Tumbuh

Karena penyebaran virus korona berhasil menyebabkan penurunan ekonomi global, pembatalan perjalanan, acara live, pertemuan publik, dan banyak lagi, maka banyak yang mempertanyakan apakah pasar saham global juga harus ditutup. Pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab pada 18 Maret sebagaimana NYSE mengumumkan akan menutup trading floor-nya pada 23 Maret karena penyebaran virus korona.

Mengingat banyak pasar saham yang hampir seluruhnya dijalankan secara elektronik dengan perdagangan dijalankan melalui komputer dan perangkat genggam melalui pembuat pasar, penutupan fisik exchange seperti New York Stock Exchange mambawa lebih sedikit tantangan daripada yang terjadi satu dekade sebelumnya.

Namun NYSE yang dimiliki oleh ICE (The Intercontinental Exchange), telah memiliki rencana untuk terus beroperasi ketika ikon trading floor mereka di 11 Wall Street, pusat kota New York terpaksa ditutup. “NYSE secara hati-hati memantau penyebaran COVID-19 dan memiliki rencana darurat yang kuat, diuji secara berkala, untuk memungkinkan operasi berkelanjutan mereka jika ada fasilitas yang terkena dampak,” kata seorang juru bicara.

Menurut Reuters1 yang memperoleh memo internal NYSE, Exchange sudah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi potensi penyebaran COVID-19 (virus korona). Termasuk memisahkan pintu masuk dan ruang makan untuk floor trader dan pegawai, mengurangi jumlah pengunjung yang bukan pekerja, dan membersihkan fasilitas secara menyeluruh.

Rencana berkesinambungan jika Exchange tutup secara fisik diuraikan dalam memo terbaru unruk para Trader NYSE. Berikut adalah beberapa komponen penting:

  • Pembuat pasar yang ditunjuk akan melaksanakan lelang secara elektronik
  • Jika mereka tidak dapat melakukannya maka NYSE akan melakukannya atas nama mereka
  • Tidak ada IPO atau Daftar Langsung selama penutupan fisik Exchange
  • Exchange elektronik yang juga dimiliki oleh ICE – NYSE American, NYSE Acra, NYSE Chicago, dan NYSE National – akan beropeasi secara normal jika fasilitas di 11 Wall Street tidak tersedia.

Terakhir kali floor NYSE dipaksa tutup adalah ketika ketika badai super yang disebut Sandy membanjiri Manhattan pada tahun 2012. Saat itu NYSE berencana untuk menutup exchange selama dua hari sebagai antisipasi. Menurut NYSE, Exchange baru-baru ini menguji kemampuannya untuk membuat para pembuat pasar mengawasi lelang saham dengan menghubungkannya ke sistem NYSE dari jarak jauh pada 7 Maret 2020. Hal tersebut belum pernah dicoba selama operasi pasar normal.

NYSE telah ditutup beberapa kali selama bertahun-tahun, khususnya selama empat bulan setelah pecahnya Perang Dunia I pada tahun 1914, setelah kematian Presiden John F. Kennedy pada November 1963, dan selama empat hari setelah peristiwa serangan 9/11.

Sementara NYSE memiliki lebih sedikit trader dan pembuat pasar di floor-nya daripada sebelumnya, Exchange mengatakan bahwa manusia masih merupakan komponen penting dari opersainya. Di situs webnya, NYSE mengatakan,

“Meskipun semua pasar kami beroperasi secara elektronik menggunakan teknologi canggih, kami yakin tidak ada yang dapat menggantikan penilaian dan akuntabilitas manusia. Hubungan manusia inilah yang membantu memastikan kekuatan kami, menciptakan open dan close yang teratur, volatilitas yang lebih rendah, likuiditas yang lebih dalam, dan meningkatkan harga. Selama lebih dari 200 tahun, kami telah mempertahankan komitmen teguh untuk pasar keuangan yang lebih kuat dan tertib. Dan kami berniat untuk menjaga tradisi tersebut terus berlanjut hingga 200 tahun berikutnya.

Menurut NYSE, “manusia” melakukan fungsi berikut ini di Exchange:

Designated Market Makers (Pembuat Pasar yang Ditunjuk)

Sebelumnya dikenal sebagai “Specialist,” DMM memiliki kewajiban untuk mengatur keadilan dan ketertiban pasar untuk sekuritas yang ditugaskan. Mereka beroperasi baik secara manual dan elektronik untuk memfasilitasi penemuan harga selama opening pasar, closing, dan selama periode ketidakseimbangan atau ketidakstabilan perdagangan yang substansial.

Baca Juga : CARA MENGHASILKAN UANG DARI FOREX SELAMA COVID-19

Floor Broker

Floor broker adalah karyawan perusahaan anggota yang melakukan perdagangan di exchange floor atas nama klien perusahaan. Mereka bertindak sebagai agen, membeli dan menjual saham untuk publik (institusi, dana lindung nilai, broker/dealer). Floor broker hadir secara fisik di trading floor dan merupakan peserta aktif selama opening dan closing lelang NYSE, serta sepanjang trading day.

CME yang berbasis di Chicago baru-baru ini mengumumkan akan menutup exchange secara fisik pada hari ini tetapi akan terus memperdagangkan produk secara elektronik sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Sumber : investopedia.com

Broker News

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda