Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Prospek Harga Euro: EUR/USD, EUR/CHF Bisa Merosot Karena Kasus Covid-19 Meningkat

Prospek Harga Euro: EUR/USD, EUR/CHF Bisa Merosot Karena Kasus Covid-19 Meningkat

EUR/USD, BANK SENTRAL EROPA, COVID-19, FOMC, PENARGETAN INFLANSI RATA-RATA – POIN PEMBICARAAN:

  • Dolar AS pulih lagi setelah mengalami penurunan selama trade Asia-Pasifik karena PMI manufaktur China meleset dari ekspektasi.
  • Federal Reserve mengadopsi penargetan inflansi rata-rata bisa menaikkan nilai EUR/USD.
  • EUR/CHF dalam risiko pemutaran lebih rendah di tengah kasus Covid-19 yang meningkat di beberapa negara-negara EU.

Baca juga: Prakiraan Mingguan EUR/USD: Bisakah Euro Menantang 1,20 setelah Fed?

 

REKAPITULASI ASIA-PASIFIK

Haven yang terkait dengan Dolar AS dan Yen Jepang terlambat naik di akhir trade Asia-Pasifik sementara Dolar Australia yang sensitif terhadap trade turun 0.3%.

Aliran akhir bulan mungkin menjadi latar belakang kenaikan yang terlihat dalam Greenback mengingat pasar Ekuitas Asia menguat secara luas, dengan indeks Nikkei 255 Jepang yang melonjak 1.22% dan indeks ASX 200 Australia yang meningkat 0.3%.

Kedepannya, GDP kuartal kedua Italia dan data inflansi Jerman untuk topik utama acara pengadilan ekonomi bulan Agustus.

Grafik reaksi pasar dibuat menggunakan TradingView

Krisis Dolar AS mungkin terus mengalami penurunan terhadap Euro setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengumumkan pengapdosian bank sentral atas penargetan inflansi rata-rata (AIT).

Pergantian ini dalam pendekatan secara esensial memperbolehkan Komite Federal Pasar Terbuka (FOMC) untuk memperluas kebijakan moneter yang akomodatif pada periode berikutnya untuk meningkatkan harga dibawah target untuk “mencapai inflansi secara moderat di atas 2 persen untuk beberapa waktu”

Sebagai perbedaan, Bank Central Eropa (ECB) memiliki sasaran tingkat inflansi yang lebih sederhana “di bawah, tetapi tutup hingga, 2%” yang pada akhirnya membatasi kemampuan Presiden Christine Lagarde dan sesama anggota dewannya untuk menjaga kondisi kebijakan moneter melonggar seperti rekan-rekan AS nya.

Karena itu, kedua bank sentral tetap berkomitmen untuk menyebarkan stimulus lebih lanjut jika diperlukan, dengan Ketua Ahli Ekonomi Philip Lane yang mengulangi bahwa “ Dewan Pemerintahan ECB siap untuk menyesuaikan semua instrumennya, sewajarnya” pada simposium tahunan Fed Jackson Hole.

Namun, kemampuan yang ditingkatkan oleh pembuat kebijakan bisa disajikan untuk mendukung nilai EUR/USD kedepan dari keputusan suku bunga ECB pada 10 September, dengan Dewan Pemerintahan yang diharapkan “bisa berada di posisi lebih baik untuk menilai kembali pendirian kebijakan moneter dan alat-alat kebijakannya”.

 

Nilai Inflansi Area-Euro

Sumber – Trading Economic

 

GELOMBANG KEDUA COVID-19 MENGANCAM PEMULIHAN EKONOMI

Namun, angka kenaikan kasus Covid-19 di beberapa negara Eropa bisa menghambat Euro dalam jangka waktu dekat, karena ‘gelombang kedua’ dari infeksi ini memaksa pemerintah daerah untuk menerapkan kembali pembatasan yang merusak secara ekonomi. Indeks Ketegangan Respon Pemerintah Universitas Oxford merefleksikan pengetatan pembatasan di Jerman, Italia dan Spanyol sejak akhir Juli, dengan Prancis satu-satunya negara yang tidak menerapkan kembali tindakan tersebut meskipun terjadi peningkatan infeksi yang besar. Prancis dilaporkan ada 7,379 kasus baru pada hari Jumat, salah satu hari dimana peningkatan terbesar terjadi sejak 31 Maret.

Meskipun presiden Prancis Emmanuel Macron percaya bahwa negaranya bisa menekan virus tanpa harus menggunakan tindakan lockdown yang diberlakukan pada bulan Maret-April, dia mengakui bahwa lockdown nasional mungkin saja diperlukan “jika virus terus menggangu ketenangan kami”.

Dengan pemikiran seperti itu, data ekonomi mendatang mungkin mengambil jalan pintas untuk perkembangan kesehatan yang sedang berlangsung, dengan memaksa pengenaan pembatasan lebih lanjut yang mungkin menghambat kinerja Euro terhadap haven-yang terkait dengan Dolar AS dan Swiss Prancis.

 

GRAFIK HARIAN EUR/USD – BULL FLAG DALAM PERMAINAN

Dari perspektif teknis, nilai EUR/USD terus berkonsolidasi dalam pola lajutan Bull Flag yang mengalami penyusutan dengan resistansi psikologis di level 1.19 dan bisa bergeser lebih rendah di hari mendatang, karena harga gagal melonjak di atas titik tengah downtrend tahun 2008.

Meskipun RSI tetap diposisikan secara konstruktif di atas 60, dan MACD melihat bullish melewati di atas garis tanda, pullback hingga 21- hari moving average (1.1830) dan berporos secara psikologis di level 1.18 yang muncul pada kartu.

Potensi pullback ini dapat mendahului dorongan EUR/USD untuk memperbarui posisi tertinggi tahunan, dengan penutupan harian di atas posisi tertinggi bulan Agustus (1.1966) yang diperlukan untuk memvalidasi penembusan pola kelajutan bullish dan membuka jalur untuk menguji obligasi teratas dari downtrend tahun 2008.

Pergerakan terukur yang tersirat menunjukkan harga bisa melonjak untuk menguji level 1,22.

Di samping itu, penembusan di atas tanda 1.18 bisa memicu penurunan yang lebih berkepanjangan kembali ke dukungan flag di posisi rendah bulan Agustus (1.1696).

Grafik harian EUR/USD dibuat menggunakan TradingView

Baca juga: Prospek EUR/USD: Posisi Terendah Bulan Agustus dalam Radar karena RSI melacak Trend Downward

 

GRAFIK HARIAN EUR/CHF – BERJUANG DI 21-DMA

Nilai pertukaran EUR/CHF terlihat bergerak keluar dari dorongan setelah mendorong kembali di atas definisi-sentimen 200-hari moving average (1.0731) di penghujung akhir bulan Juli, karena harga gagal menembus di atas 21-DMA (1.0763) dan RSI bergeser kembali di bawah 50.

Koreksi terhadap dukungan konfluen pada posisi tertinggi bulan Maret (1.0710) dan uptrend 12-minggu dapat berakhir jika harga dukungan hurdles di 200-DMA (1.0731), dengan menembus di bawah 100-DMA (1.0730) yang mungkin bertepatan dengan RSI yang menembus uptrend tahunannya.

Sebaliknya, penutupan harian di atas 21-DMA (1.0765) bisa melakukan pengujian ulang downtrend tahun 2018 dan penutupan harian tertinggi bulan Juli (1.0810).

Grafik harian EUR/CHF dibuat menggunakan TradingView

 

 

Sumber: dailyfx.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda